WHO: Varian Delta Bukan yang Terakhir, Waspadai Kemunculan Varian Baru
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

WHO: Varian Delta Bukan yang Terakhir, Waspadai Kemunculan Varian Baru

Minggu, 1 Agustus 2021 | 10:36 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jenewa, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih mencoba memahami kenapa Covid-19 varian delta lebih menular dan lebih berbahaya daripada versi awal Covid-19.

"Ada mutasi dalam varian delta yang membuat virus lebih mudah menempel ke sel. Studi laboratorium juga menemukan indikasi bahwa varian delta memiliki tingkat replikasi lebih tinggi," kata Dr Maria Van Kerkhove, direktur teknikal WHO untuk Covid-19, Jumat (30/7/2021).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa riset terbaru mengindikasikan varian delta lebih menular dibanding flu babi, flu biasam dan polio. Tingkat penularannya menyerupai cacar, dan tampaknya, memiliki peluang penularan yang lebih lama dibanding Covid-19 varian orisinal. Varian delta juga lebih berbahaya bagi lansia, bahkan jika mereka sudah divaksinasi penuh.

Peringatan CDC berasal dari dokumen rahasia yang dikaji dan telah dikonfirmasi CNBC.

"Pada awalnya, virus itu sendiri adalah virus yang berbahaya dan sangat menular. Varian delta lebih berbahaya dan dua kali lebih menular daripada varian awalnya," kata Dr Maria.

WHO juga memperkirakan ada kemungkinan varian-varian lain yang berbahaya bakal muncul.

"Virus menjadi lebih kuat seiring dengan peredaran mereka, dan akan menjadi lebih menular. Ini karena virus berevolusi, mereka selalu berubah," kata Dr Maria.

Dengan tren saat ini, WHO pesimistis akan perkembangan Covid-19. "(Varian delta) tidak akan menjadi varian terakhir," kata Dr Maria.

Dia menegaskan pentingnya negara-negara menerapkan kebijakan kesehatan publik, seperti pembatasan sosial, dan memakai masker, seiring dengan distribusi vaksin Covid-19 yang masih terus berjalan.

"Dibutuhkan vaksinasi kepada sekitar 70% populasi dunia, untuk memperlambat penularan dan mengurangi risiko munculnya varian-varian baru," kata Dr Bruce Aylward, penasihat seniro untuk dirjen WHO.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC.com


BERITA LAINNYA

3 Langkah Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Gubernur DKI, Anies Baswedan membeberkan tiga langkah yang dilakukan Pemprov DKI untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di Jakarta.

KESEHATAN | 22 September 2021

Satgas Covid-19: Penggunaan Masker Berlaku untuk Semua Level PPKM

Penggunaan masker berlaku untuk semua level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

KESEHATAN | 22 September 2021

Imunisasi Anak Penting Dilakukan Sesuai Jadwal, Ini Perinciannya

Siloam Hospitals Semarang mengingatkan para orang tua untuk melakukan imunisasi anak sesuai jadwal.

KESEHATAN | 22 September 2021

Kesembuhan Covid-19 Lebih Banyak 2.636 Dibanding Penambahan Positif

Angka kesembuhan di 34 provinsi se-Tanah Air mencapai 5.356 sementara penambahan kasus positif 2.720.

KESEHATAN | 22 September 2021

Jokowi Sebut Dua Kunci Pengendalian Covid-19

Presiden berharap, Vaksinasi Merdeka yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah provinsi di seluruh Tanah Air.

KESEHATAN | 22 September 2021

Update Covid-19: Kasus Aktif Turun di Bawah 50.000

Kasus aktif Covid-19 tercatat sebanyak 49.662 pada hari ini, Rabu (22/9/2021).

KESEHATAN | 22 September 2021

Indonesia Kembali Kedatangan 684.900 Dosis Vaksin Astrazeneca

Pemerintah kembali menambah ketersediaan vaksin Covid-19 dengan menerima kedatangan vaksin tahap ke-73 sebanyak 684.900 dosis vaksin jadi Astrazeneca.

KESEHATAN | 22 September 2021

Pengendalian Asupan Garam Bantu Wujudkan Hidup Lebih Sehat

Penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa.

KESEHATAN | 22 September 2021

Ini 4 Mitos Keaslian Madu

Beberapa mitos tentang madu beredar di masyarakat dan tak semuanya benar.

KESEHATAN | 22 September 2021

Ini Cara Integrasikan Sertifikat Vaksin Luar Negeri dengan PeduliLindungi

Warga negara asing (WNA) maupun WNI yang mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19 dari luar negeri, maka sudah dapat terintegrasi dengan PeduliLindung

KESEHATAN | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Siloam Hospitals Palangkaraya Bantu Warga Pedalaman Tumbeng Runen

Siloam Hospitals Palangkaraya Bantu Warga Pedalaman Tumbeng Runen

KESEHATAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings