Perlunya Tetap Berikan ASI Meski Ibu Positif Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perlunya Tetap Berikan ASI Meski Ibu Positif Covid-19

Minggu, 1 Agustus 2021 | 12:23 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Bertepatan dengan peringatan Pekan Menyusui Sedunia pada 1 Agustus ini, para pakar kesehatan termasuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF mengingatkan para ibu yang positif Covid-19 untuk tetap menyusui bayi mereka, begitu pun dengan mereka yang sudah divaksin.

Hal itu mengingat manfaat pemberian ASI pada bayi dan ibu dari sisi kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Dari sisi kesehatan misalnya, ASI membantu melindungi anak dari berbagai penyakit seperti diare dan pneumonia, mengurangi risiko anak terkena obesitas atau berat badan berlebih dan tidak rentan mengalami penyakit-penyakit tidak menular di masa dewasa.

Oleh karena itu, para ibu dianjurkan menyusui bayinya walaupun terkonfirmasi positif dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Menurut WHO, tidak ada yang cukup untuk menyimpulkan adanya penularan vertikal Covid-19 melalui menyusui.

Di sisi lain, risiko bayi yang disusui terkena Covid-19 rendah. Kalaupun terinfeksi biasanya ringan atau tanpa gejala, sementara konsekuensi tidak menyusui dan pemisahan antara ibu dan anak dapat menjadi signifikan.

WHO menyatakan, saat memberi ASI, ibu perlu patuh menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mencegah penularan kontak antara ibu yang diduga atau dikonfirmasi Covid-19 dengan bayi mereka.

Protokol pencegahan ini meliputi memakai masker medis secara benar dan menggantinya berkala, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari memegang hidung dan mata serta membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh ibu.

Namun, bila ibu terlalu sakit untuk menyusui bayinya secara langsung, maka sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis. Bila memungkinkan, ibu bisa memerah ASI-nya lalu memberikannya pada bayi atau meminta bantuan anggota keluarga yang tidak terkena Covid-19 untuk memberi ASI pada bayi menggunakan sendok yang bersih.

Usai Divaksin
Lebih lanjut dikatakan, anjuran tetap menyusui juga diperuntukkan pada ibu yang sudah divaksin Covid-19. Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini mengatakan, penting memastikan ibu mendapatkan vaksin Covid-19 agar mereka terlindungi dari virus SARS-CoV-2 sehingga mampu mengasuh dan merawat anak mereka.

"Saat ini, dukungan terhadap ibu menyusui sangat dibutuhkan agar ibu dapat memberikan anak-anaknya awal yang terbaik dalam hidup mereka. Untuk itu, kita harus pastikan semua ibu menyusui menerima vaksin Covid-19 agar mereka terlindung dari virus corona sehingga mampu mengasuh dan merawat anaknya," kata dia seperti dikutip dari laman resmi UNICEF Indonesia, Minggu (1/8/2021).

Terkait keamanan vaksin, peneliti sekaligus dokter spesialis anak dari WHO, Soumya Swaminathan memastikan tidak ada risiko pada ibu dan bayi usai divaksin karena vaksin yang digunakan saat ini tidak mengandung virus hidup.

"Antibodi yang dimiliki ibu dapat melalui ASI ke bayi dan mungkin hanya berfungsi sedikit untuk melindungi bayi. Tetapi sama sekali tidak ada salahnya. Ini sangat aman. Jadi wanita yang sedang menyusui pasti bisa mengambil vaksin yang tersedia saat ini," kata dia.

Hal senada diungkapkan Karleen Gribbe dari Western Sydney University's School of Nursing and Midwifery. Menurut dia, seperti dikuti dari ABC, para peneliti tidak menemukan komplikasi atau efek samping vaksin Covid-19 pada ibu.

Selain itu, tidak ada bukti juga vaksin Covid-19 dapat masuk ke ASI. Namun, bila itu terjadi makan akan dicerna tubuh.

Gribble mencontohkan, vaksin Covid-19 dari Pfizer tidak mengandung virus hidup apa pun. Sebagai gantinya, vaksin mengirimkan molekul RNA pembawa pesan yang menginstruksikan tubuh untuk membangun replika protein spike virus corona. Sistem kekebalan belajar mengenali protein ini dan menghasilkan antibodi untuk melawannya.

Peneliti
Para peneliti di University of California baru-baru ini menguji ASI dari tujuh wanita sebelum dan sesudah mereka menerima vaksin mRNA Covid-19. Mereka tidak menemukan jejak mRNA dalam ASI ibu.

Sementara studi yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan, para peneliti mengatakan hasil temuan mereka memperkuat rekomendasi mRNA tidak ditransfer ke bayi dan ibu menyusui yang menerima vaksin berbasis mRNA Covid-19 tidak boleh berhenti menyusui.

Selain vaksinasi Covid-19 yang menawarkan perlindungan bagi wanita menyusui, penelitian menunjukkan vaksin tersebut mungkin juga memiliki beberapa manfaat bagi bayi mereka.

Beberapa penelitian kecil telah menunjukkan wanita menyusui yang telah menerima vaksin mRNA Covid-19 memiliki antibodi dalam ASI mereka, yang dapat memberi bayi mereka perlindungan terhadap Covid-19. Penelitian lanjutan saat ini masih dilakukan untuk menentukan perlindungan apa yang mungkin diberikan oleh antibodi ini.

Walau begitu, Gribble mengatakan, antibodi yang melewati ASI dari vaksin lain dapat diserap secara oral oleh bayi dan menawarkan perlindungan jangka pendek dengan cara menangkis infeksi sebelum terjadi.

"Menyusui memberikan perlindungan semacam itu karena praktik ini membasahi mulut dan rongga hidung (anak) dengan susu dan itu berarti bila mereka kebetulan menghirup virus pernapasan ... mereka memiliki antibodi yang akan membantu untuk menonaktifkannya," kata dia.

Antibodi ini diberikan ke bayi setelah ibu divaksinasi setidaknya 80 hari, menurut sebuah studi dari Washington University School of Medicine di St. Louis.

"Studi kami menunjukkan peningkatan besar dalam antibodi terhadap Covid-19 pada ASI mulai dua minggu setelah suntikan pertama, dan respons ini dipertahankan selama penelitian kami, yang berlangsung hampir tiga bulan," kata penulis utama studi sekaligus asisten profesor kebidanan dan ginekologi,
Jeannie Kelly.

Dia mengatakan, tingkat antibodi masih tinggi pada akhir penelitian sehingga perlindungan vaksin kemungkinan berlangsung lebih lama.

Walau begitu, para ibu menyusui perlu tetap berkonsultasi dengan dokter bila akan menerima vaksin Covid-19, termasuk skrining yang perlu mereka jalani sebelum divaksin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PII Dorong Insinyur Bantu Kembangkan Teknologi Dunia Kesehatan

Persatuan Insinyur Indonesia atau PII mendorong para insinyur untuk membantu mengembangkan teknologi dalam dunia kesehatan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

Pemerintah dapat memberi izin penyelenggaraan kegiatan besar dengan kewajiban mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Pertegas Vaksinasi Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah menegaskan vaksin booster hanya diberikan untuk nakes untuk melindungi mereka dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Wakil Ketua MPR Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan terhadap santri dan warga sekitar di lingkungan pondok pesantren Buntet, Cirebon.

KESEHATAN | 25 September 2021

Laju Penularan Covid-19 Melandai, PBNU: Masyarakat Tak Boleh Lengah

PBNU meminta masyarakat tak lengah menerapkan protokol kesehatan kendati angka laju penularan menunjukkan tanda-tanda melandai dalam beberapa pekan terakhir

KESEHATAN | 25 September 2021

LPEI Salurkan Tabung Oksigen untuk RS Soetarto Yogyakarta

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) komitmen membantu fasilitas kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pentingnya Melakukan Premarital Check Up Sebelum Menikah

Premarital check up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, dilakukan minimal enam bulan sebelum dilangsungkannya hari pernikahan.

KESEHATAN | 25 September 2021



Angkie Yudistia: Vaksinasi Disabilitas Jabar Jadi Percontohan Nasional

Pelaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di wilayah Jabar bisa menjadi percontohan vaksinasi untuk disabilitas tingkat nasional

KESEHATAN | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Arsenal vs Tottenham: Adu Kekuatan di Emirates

Arsenal vs Tottenham: Adu Kekuatan di Emirates

BOLA | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings