Menkes: Kanker Payudara Masih Jadi Masalah Besar di Negara Berkembang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menkes: Kanker Payudara Masih Jadi Masalah Besar di Negara Berkembang

Minggu, 1 Agustus 2021 | 22:14 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, data WHO dan Global Cancer Observatory 2020 menunjukan sekitar 2,3 juta perempuan didiagnosis menderita kanker payudara dan 685.000 di antaranya meninggal dunia.

Menkes juga mengatakan, meskipun angka kematian menurun di negara maju, namun masih menjadi masalah besar di negara berkembang. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak berkolaborasi dalam memastikan keberhasilan pencegahan dan pengendalian kanker payudara melalui promosi kesehatan, skrining, deteksi dini dan pengobatan standar.

“Saya percaya dengan bekerja sama, membangun kekuatan kita dan mengalokasikan sumber daya yang cukup, kita dapat mencapai hasil yang lebih baik untuk pengendalian kanker payudara di kawasan Asia Tenggara dan secara global,” kata Menkes pada Southeast Asia Breast Cancer Symposium (Seabcs) 2021, Minggu (1/8/2021).

Menkes mengapresiasi Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan semua pihak terkait yang telah mendukung terselenggaranya Seabcs 2021 ini.

Sementara itu, Perwakilan dari WHO, dr.Benjamin Anderson berpendapat bahwa tantangan terbesar kanker payudara adalah reintegrasi, mengatasi stigma, kondisi keuangan, dukungan dan layanan paliatif.

“Agar efektif, deteksi dini kanker payudara harus ditindaklanjuti dengan efektif, tepat waktu, disertai pengobatan dan layanan pendukung,” ucapnya.

Dalam hal ini, ia berharap agar adanya inisiatif secara Global Breast Cancer sehingga dapat menurunkan angka kematian akibat kanker payudara di dunia sebesar 2,5% per tahun, di antara 2020 hingga 2040.

Menurutnya, ada tiga pilar untuk mencapai tujuan itu yaitu, promosi kesehatan untuk deteksi dini, diagnosis kanker payudara tepat waktu dan tata laksana kanker payudara yang komprehensif.

Merespons hal tersebut, Executive Director of Global Focus on Cancer, USA, Carolyn Taylor berharap agar peserta Seabcs 2021 terus memperkuat komitmen untuk terus bekerjasama dalam membangun kapasitas pada upaya advokasi dan perawatan kanker di kawasan Asia Tenggara.

“Setelah berakhirnya Seabcs 2021 ini diharapkan adanya pergeseran menuju paradigma baru yaitu perawatan yang terintegrasi dan berpusat pada pasien adalah sebuah model yang menghargai pengamalan, nilai-nilai, dan kebutuhan pasien yang sangat penting untuk pengembangan sistem kesehatan yang dapat menjawab tantangan kesehatan yang muncul dan sangat beragam,” ucapnya.

Taylor juga mengatakan, penurunan stadium kanker payudara dapat dipercepat dengan memperkuat deteksi dini, termasuk pemeriksaan laboratorium serta adanya penguatan kebijakan deteksi dini perlu dilakukan dalam hal sistem rujukan, layanan deteksi dini dan pembiayaan

Sementara itu, dr Julie Torode dari Institute of Cancer Policy/Kings College London mengatakan, pentingnya peraturan untuk kanker perempuan untuk pencegahan serta pengendalian kanker. Selain itu, kesempatan untuk mengubah pola pikir komunitas dalam pencegahan dan deteksi dini.

Torode menyebutkan, terdapat 18,1 juta pasien kanker baru di dunia dan 48,4% ada di Asia, sedangkan terdapat 9,6 juta kematian akibat kanker di dunia dan 57,3% di Asia.

Dikatanya, kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum di dunia. Oleh karena itu, ia mengajak agar semua negara bekerja sama dengan komunitas penyakit tidak menular, mengintegrasikan dukungan informasi dan layanan langsung serta diperlukan strategi eliminasi untuk membangun ekosistem kesehatan yang lebih baik.

“Kata kunci yang menjadi perhatian adalah ekuitas, integrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Ketua YKPI dan penyelenggara Seabcs 2021, Agum Gumelar menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta, para narasumber, moderator dan semua pihak yang telah bekerjasama dan mendukung terselenggaranya kegiatan Seabcs 2021.

Sebagaimana diketahui, meski digelar secara daring, SEABCS 2021 ini diikuti dari 22 negara terdiri atas 1,248 peserta, 706 tenaga pendukung, 543 dokter dengan penyampaian yang dipresentasikan sebanyak 70 tema.

“YKPI memandang diperlukan rangkaian program yang berkesinambungan dimulai dari kebijakan, pelaksanaan di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas hingga tersier seperti rumah sakit kelas A dan profesi tenaga kesehatan agar upaya penurunan kanker payudara stadium lanjut dapat terlaksana dan memberikan hasil yang nyata,” ucapnya.

Linda juga menambahkan, pentingnya tata kelola program, manajemen dan klinis, sehingga kesatuan sehingga program yang dicanangkan dapat berjalan lancar. Termasuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi program terlaksana untuk perbaikan program selanjutnya.

“Kerjasama internasional, regional dan tingkat nasional merupakan penguatan bersama untuk memerangi kanker payudara. Sampai bertemu di tahun depan, dimana negara Philipina telah ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seabcs 2022,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi Ingatkan Jajarannya Terus Waspada dan Hati-Hati Gelombang Ketiga Covid-19

Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya di Kabinet Indonesia Maju agar terus waspada dan hati-hati terhadap gelombang tiga pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 Oktober 2021

Reisa: Kebijakan Tes Kesehatan Diubah karena Hasil PCR Lebih Akurat

Perubahan kebijakan tes kesehatan untuk perjalanan disebabkan hasil tes PCR dianggap lebih akurat dibandingkan dengan tes cepat antigen

KESEHATAN | 25 Oktober 2021


Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Menkes Upayakan Molnupiravir Masuk Indonesia Akhir Tahun

Obat Molnupiravir dibutuhkan agar Indonesia memiliki cadangan cukup jika ada potensi gelombang Covid-19 berikutnya.

KESEHATAN | 25 Oktober 2021

Pentingnya Akses Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat Adat

Menurut Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (Perempuan AMAN), dari 17 juta jiwa anggota masyarakat adat, kurang dari 1% sudah menerima vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 9 Agustus 2021

Hari Ini Cakupan Vaksinasi Capai 182 Juta Dosis

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hingga pagi ini, Senin (25/10/2021), laju cakupan vaksinasi sudah mencapai 182 juta dosis

KESEHATAN | 25 Oktober 2021

2 Minggu Terakhir, 105 Kabupaten/Kota Alami Peningkatan Kasus Covid-19

Budi Gunadi Sadikin mengatakan, terdapat 105 kabupaten/kota mengalami peningkatan kasus Covid-19 dalam dua minggu terakhir

KESEHATAN | 25 Oktober 2021

Luhut Minta Masyarakat Jangan Emosional Tanggapi Kebijakan Penanganan Covid-19

Luhut menegaskan selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali, dirinya bertanggung jawab atas penerapan aturan baru tersebut.

KESEHATAN | 25 Oktober 2021

Pemerintah Antisipasi Varian Baru AY.4.2

Kemenkes melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus Covid-19 baik dalam negeri maupun global, salah satunya yang menjadi perhatian adalah varian AY.4.2

KESEHATAN | 25 Oktober 2021

Penurunan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali Capai 97%

"Penurunan kasusnya sangat signifikan antara 89% sampai dengan 97%,” kata Airlangga Hartarto.

KESEHATAN | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
Telkom Raih Penghargaan UN Women

Telkom Raih Penghargaan UN Women

EKONOMI | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings