Logo BeritaSatu

Menkes: Kanker Payudara Masih Jadi Masalah Besar di Negara Berkembang

Minggu, 1 Agustus 2021 | 22:14 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, data WHO dan Global Cancer Observatory 2020 menunjukan sekitar 2,3 juta perempuan didiagnosis menderita kanker payudara dan 685.000 di antaranya meninggal dunia.

Menkes juga mengatakan, meskipun angka kematian menurun di negara maju, namun masih menjadi masalah besar di negara berkembang. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak berkolaborasi dalam memastikan keberhasilan pencegahan dan pengendalian kanker payudara melalui promosi kesehatan, skrining, deteksi dini dan pengobatan standar.

“Saya percaya dengan bekerja sama, membangun kekuatan kita dan mengalokasikan sumber daya yang cukup, kita dapat mencapai hasil yang lebih baik untuk pengendalian kanker payudara di kawasan Asia Tenggara dan secara global,” kata Menkes pada Southeast Asia Breast Cancer Symposium (Seabcs) 2021, Minggu (1/8/2021).

Menkes mengapresiasi Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan semua pihak terkait yang telah mendukung terselenggaranya Seabcs 2021 ini.

Sementara itu, Perwakilan dari WHO, dr.Benjamin Anderson berpendapat bahwa tantangan terbesar kanker payudara adalah reintegrasi, mengatasi stigma, kondisi keuangan, dukungan dan layanan paliatif.

“Agar efektif, deteksi dini kanker payudara harus ditindaklanjuti dengan efektif, tepat waktu, disertai pengobatan dan layanan pendukung,” ucapnya.

Dalam hal ini, ia berharap agar adanya inisiatif secara Global Breast Cancer sehingga dapat menurunkan angka kematian akibat kanker payudara di dunia sebesar 2,5% per tahun, di antara 2020 hingga 2040.

Menurutnya, ada tiga pilar untuk mencapai tujuan itu yaitu, promosi kesehatan untuk deteksi dini, diagnosis kanker payudara tepat waktu dan tata laksana kanker payudara yang komprehensif.

Merespons hal tersebut, Executive Director of Global Focus on Cancer, USA, Carolyn Taylor berharap agar peserta Seabcs 2021 terus memperkuat komitmen untuk terus bekerjasama dalam membangun kapasitas pada upaya advokasi dan perawatan kanker di kawasan Asia Tenggara.

“Setelah berakhirnya Seabcs 2021 ini diharapkan adanya pergeseran menuju paradigma baru yaitu perawatan yang terintegrasi dan berpusat pada pasien adalah sebuah model yang menghargai pengamalan, nilai-nilai, dan kebutuhan pasien yang sangat penting untuk pengembangan sistem kesehatan yang dapat menjawab tantangan kesehatan yang muncul dan sangat beragam,” ucapnya.

Taylor juga mengatakan, penurunan stadium kanker payudara dapat dipercepat dengan memperkuat deteksi dini, termasuk pemeriksaan laboratorium serta adanya penguatan kebijakan deteksi dini perlu dilakukan dalam hal sistem rujukan, layanan deteksi dini dan pembiayaan

Sementara itu, dr Julie Torode dari Institute of Cancer Policy/Kings College London mengatakan, pentingnya peraturan untuk kanker perempuan untuk pencegahan serta pengendalian kanker. Selain itu, kesempatan untuk mengubah pola pikir komunitas dalam pencegahan dan deteksi dini.

Torode menyebutkan, terdapat 18,1 juta pasien kanker baru di dunia dan 48,4% ada di Asia, sedangkan terdapat 9,6 juta kematian akibat kanker di dunia dan 57,3% di Asia.

Dikatanya, kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum di dunia. Oleh karena itu, ia mengajak agar semua negara bekerja sama dengan komunitas penyakit tidak menular, mengintegrasikan dukungan informasi dan layanan langsung serta diperlukan strategi eliminasi untuk membangun ekosistem kesehatan yang lebih baik.

“Kata kunci yang menjadi perhatian adalah ekuitas, integrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Ketua YKPI dan penyelenggara Seabcs 2021, Agum Gumelar menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta, para narasumber, moderator dan semua pihak yang telah bekerjasama dan mendukung terselenggaranya kegiatan Seabcs 2021.

Sebagaimana diketahui, meski digelar secara daring, SEABCS 2021 ini diikuti dari 22 negara terdiri atas 1,248 peserta, 706 tenaga pendukung, 543 dokter dengan penyampaian yang dipresentasikan sebanyak 70 tema.

“YKPI memandang diperlukan rangkaian program yang berkesinambungan dimulai dari kebijakan, pelaksanaan di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas hingga tersier seperti rumah sakit kelas A dan profesi tenaga kesehatan agar upaya penurunan kanker payudara stadium lanjut dapat terlaksana dan memberikan hasil yang nyata,” ucapnya.

Linda juga menambahkan, pentingnya tata kelola program, manajemen dan klinis, sehingga kesatuan sehingga program yang dicanangkan dapat berjalan lancar. Termasuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi program terlaksana untuk perbaikan program selanjutnya.

“Kerjasama internasional, regional dan tingkat nasional merupakan penguatan bersama untuk memerangi kanker payudara. Sampai bertemu di tahun depan, dimana negara Philipina telah ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seabcs 2022,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bharada E Dkk Kembali Ditahan di Rutan Bareskrim Polri

Bharada E dua tersangka lainnya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir  Brigadir J kembali ditahan di rutan Bareskrim Polri.

NEWS | 5 Oktober 2022

Bus Masuk Jurang Angkut Tamu Pernikahan di India, 25 Tewas

Sedikitnya 25 orang tewas setelah sebuah bus masuk jurang dalam yang membawa tamu pernikahan di India.

NEWS | 5 Oktober 2022

Ada Eks DPR, KPK Periksa 16 Saksi di Kasus Garuda Indonesia

KPK total telah memeriksa 16 saksi dalam mengusut kasus dugaan suap pengadaan armada pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia

NEWS | 5 Oktober 2022

Hillary Lasut Pastikan Tidak Akan Cabut Laporan terhadap Komika Mamat Alkatiri

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Nasdem Brigitta Hillary Lasut memastikan tidak akan mencabut laporan polisi terhadap komika Mamat Alkatiri.

NEWS | 5 Oktober 2022

40 Korban Binomo Akan Hadiri Sidang Tuntutan Indra Kenz

Terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz akan menjalani sidang tuntutan kasus Binomo hari ini, Rabu (5/10/2022), di Pengadilan Negeri Kota Tangerang

NEWS | 5 Oktober 2022

Jokowi Pastikan Pemerintah Tanggung Seluruh Biaya Korban Tragedi Kanjuruhan

Presiden Jokowi memastikan pemerintah menanggung biaya perawatan korban luka tragedi Kanjuruhan pascakerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 5 Oktober 2022

Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Epidemiolog: Jangan Terlena

Epidemiolog Prof dr Asri C Adisasmita mengingatkan masyarakat agar jangan terlena dengan situasi di mana pandemi Covid-19 segera berakhir.  

NEWS | 5 Oktober 2022

Pelanggaran HAM Diduga Telah Terjadi di Tragedi Kanjuruhan

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pos Malang menilai telah terjadi pelanggaran hukum dan hak asasi manusia (HAM) dalam tragedi Kanjuruhan

NEWS | 5 Oktober 2022

Jelang Sidang Indra Kenz, Korban: Kami Menuntut Ganti Rugi

Menjelang sidang pembacaan tuntutan terhadap Indra Kenz di PN Kota Tangerang sore ini, perwakilan korban menuntut adanya ganti rugi  

NEWS | 5 Oktober 2022

Jokowi Akan Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan dan Tinjau Stadion

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan menjenguk korban tragedi Kanjuruhan di RSUD dr Saiful Anwar Kota Malang.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ada Eks DPR, KPK Periksa 16 Saksi di Kasus Garuda Indonesia

Ada Eks DPR, KPK Periksa 16 Saksi di Kasus Garuda Indonesia

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings