Luhut: PPKM Berhasil Turunkan Kasus Aktif Covid-19 hingga 50%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Luhut: PPKM Berhasil Turunkan Kasus Aktif Covid-19 hingga 50%

Senin, 2 Agustus 2021 | 22:56 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dan Level 3, sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 di Jawa-Bali telah berhasil untuk menurunkan kasus aktif itu hingga mencapai 50% dari jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada 15 Juli 2021.

"Kalau kita lihat, sejak puncaknya pada tanggal 15 Juli 2021, sampai dengan hari ini menunjukkan penurunan. Kita melihat angka itu sudah 50%. Ini saya kira memberikan harapan yang bagus tapi kita tetap harus berhati-hati karena menghadapi delta varian ini," jelasnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/8).

Meski telah mengalami penurunan kasus aktif, namun penerapan PPKM Level 3 dan 4 di beberapa wilayah di Jawa-Bali tetap dilanjutkan pada 3-9 Agustus 2021. Pasalnya, sebanyak 12 kabupaten/kota di Jawa-Bali akan menerapkan PPKM Level 3 dan satu kabupaten/kota menerapkan PPKM Level 2. Sementara beberapa wilayah akan kembali menerapkan PPKM Level 4.

Sementara itu, terkait alasan pemberlakuan PPKM Level 4 di sejumlah wilayah di Pulau Jawa-Bali, kata Luhut, didasarkan pada beberapa daerah masih tingginya tingkat kematian pasien Covid-19.

"Terdapat beberapa kabupaten/kota yang akhirnya harus kembali ke level 4, bukan karena peningkatan kasus aktif, tetapi lebih kepada peningkatan kasus kematian. Terkait beberapa wilayah yang masuk level 3 dan 4 akan dikeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri dalam waktu dekat," sambung Luhut.

Soroti Daerah Kasus Covid-19 dan Kematian Meningkat

Menurut Luhut, pemerintah memberikan perhatian khusus terkait daerah dengan kriteria masih tingginya kasus positif Covid-19 dan masih tingginya tingkat jumlah kematian warga akibat Covid-19 di empat wilayah aglomerasi besar Jawa-Bali, yakni Bali, Malang Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Solo Raya.

“Ini semua daerah sudah kami tangani dan kita mesti melihat minggu ini akan membaik karena kemarin juga atau tadi angka sudah mulai sedikit membaik. Tapi kami sangat yakin dalam satu minggu ke depan ini akan bertambah baik,” tegasnya.

Menurutnya tingginya kasus kematian di daerah tersebut, disebabkan banyaknya masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dan telat untuk mendapatkan perawatan insentif di rumah sakit yang akhirnya menyebabkan kematian karena saturasi oksigen secara rata-rata berada di bawah 90.

Langkah mitigasi yang disiapkan pemerintah tersebut berupa pembentukan satuan tugas di tiap wilayah. Nantinya satuan tugas itu akan menjemput pasien covid yang menjalani isolasi mandiri dan dibawa ke isolasi terpusat.

“Misalnya kami bentuk task force untuk menjemput yang positif dari rumah-rumah dan dibawa ke isolasi terpusat. Pemerintah mendorong pembukaan isolasi terpusat baru di wilayah dan mendorong peran serta TNI/Polri dan Pemda untuk terlibat aktif melakukan 3T, dan juga penjemputan kepada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri agar tidak terjadi keadaan yang tidak diinginkan”tegansya.

Disisi lain, untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19, pemerintah juga menggunakan dana desa 8% untuk pembelian barang-barang yang diperlukan untuk mendeteksi secara dini.

“Jangan sampai ada yang meninggal lagi di kediaman atau isolasi mandiri,” tuturnya.

Luhut menyebutkan pemenuhan kebutuhan oksigen dan obat sudah semakin baik. Pasalnya pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kemko Perekonomian yang menangani di luar Jawa yang sekarang ini terlihat naik, sehingga pemenuhan oksigen itu juga bersama-sama dapat diatasi.

Kemudian untuk daerah dengan kasus tinggi, juga akan ditingkatkan kapasitas rumah sakit terus ditingkatkan untuk penanganan Covid-19. Hal ini dilakukan dengan memberikan fasilitas isolasi terpusat yang dilengkapi dokter, perawat, obat-obatan, oksigen dan konsumsi pasien sehingga pasien covid-19 dapat mengakses fasilitas kesehatan.

“Sudah kami siapkan 49.000 tempat tidur di Pulau Jawa-Bali. Sehingga kita ingin dengan testing tracing, ini harus kita isi sebanyak mungkin sehingga kita bisa memastikan untuk memisahkan orang-orang yang kena Covid-19 dari keluarganya, sehingga klaster-klaster keluarga bisa kita kurangi,” tuturnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PII Dorong Insinyur Bantu Kembangkan Teknologi Dunia Kesehatan

Persatuan Insinyur Indonesia atau PII mendorong para insinyur untuk membantu mengembangkan teknologi dalam dunia kesehatan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

Pemerintah dapat memberi izin penyelenggaraan kegiatan besar dengan kewajiban mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Pertegas Vaksinasi Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah menegaskan vaksin booster hanya diberikan untuk nakes untuk melindungi mereka dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Wakil Ketua MPR Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan terhadap santri dan warga sekitar di lingkungan pondok pesantren Buntet, Cirebon.

KESEHATAN | 25 September 2021

Laju Penularan Covid-19 Melandai, PBNU: Masyarakat Tak Boleh Lengah

PBNU meminta masyarakat tak lengah menerapkan protokol kesehatan kendati angka laju penularan menunjukkan tanda-tanda melandai dalam beberapa pekan terakhir

KESEHATAN | 25 September 2021

LPEI Salurkan Tabung Oksigen untuk RS Soetarto Yogyakarta

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) komitmen membantu fasilitas kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pentingnya Melakukan Premarital Check Up Sebelum Menikah

Premarital check up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, dilakukan minimal enam bulan sebelum dilangsungkannya hari pernikahan.

KESEHATAN | 25 September 2021



Angkie Yudistia: Vaksinasi Disabilitas Jabar Jadi Percontohan Nasional

Pelaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di wilayah Jabar bisa menjadi percontohan vaksinasi untuk disabilitas tingkat nasional

KESEHATAN | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Literasi Perdamaian


# Permata Buana


# Kegiatan Besar



TERKINI
60 Juta Rakyat Jerman Tentukan Pengganti Kanselir Merkel

60 Juta Rakyat Jerman Tentukan Pengganti Kanselir Merkel

DUNIA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings