Cegah Stunting, Pemerintah Harus Prioritaskan Pemberian Nutrisi kepada Keluarga Miskin
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Cegah Stunting, Pemerintah Harus Prioritaskan Pemberian Nutrisi kepada Keluarga Miskin

Selasa, 3 Agustus 2021 | 21:51 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pencegahan stunting adalah agenda besar pemerintah di bidang kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pandemi Covid-19 menyebabkan laju penurunan stunting melambat. Bahkan Pandemi Covid-19 justru akan meningkatkan angkat stunting di Indonesia.

Untuk mengurani angkat stunting saat ini dan mengejar target prevalensi sebesar 14% pada tahun 2024, diperlukan reorientasi program yang lebih nyata dan terarah di lapangan, dengan penekanan pada intervensi spesifik pemenuhan nutrisi anak, dan diprioritaskan kepada kelompok miskin yang mengalami pukulan terberat di masa pandemi ini.

Demikian dilansir dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan The Habibie Center (THC) dalam rangka Studi Kebijakan Pencegahan Stunting di Era Pandemi baru-baru ini.

Berdasarkan hasil survei Status Gizi Balita pada 2019, prevalensi stunting Indonesia tercatat sebesar 27,67 persen. Angka itu masih di atas standar yang ditetapkan oleh WHO bahwa prevalensi stunting di suatu negara tak boleh melebihi 20 persen.

Masalah stunting harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan Indonesia bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas.

FGD dipandu oleh Pemerhati Stunting dan anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, Tono Rustiano; dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan, yang meliputi wakil dari Sekretariat Wakil Presiden, Kemko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, ahli gizi, akademisi, organisasi sosial dan keagamaan, serta wakil dari dunia industri.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Hasto Wardoyo, mengatakan, tantangan yang dihadapi dalam upaya penurunan stunting dan strategi yang akan ditempuh untuk mencapai target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 yaitu prevalensi stunting sebesar 14% pada 2024, yang meliputi sejumlah intervensi spesifik seperti pemberian makanan pendamping ASI, makanan tambahan ibu hamil dan balita kurus.

Selain itu imunisasi, konseling dan pendidikan gizi, dan lain-lain dan intervensi sensitif penyediaan air bersih, sanitasi, perlindungan sosial, stimulasi dini, Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), bantuan pangan, dan lain-lain.

Saat ini Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Pencegahan Stunting telah disusun dan dikoordinasikan secara komprehensif, di antaranya dituangkan dalam delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

Pada sesi ini dinyatakan bahwa tantangan terbesar dalam mencegah dan menurunkan angka stunting tersebut ada pada implementasi dari strategi dan aksi konvergensi itu sendiri.

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan dari Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi, mengatakan, terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan stranas stunting.

Di antaranya belum efektif dan efisiennya pengalokasian dan penggunaan sumber daya serta keterbatasan kapasitas penyelenggaraan program.

Selain itu, terungkap juga bahwa istilah stunting sendiri belum terlalu dikenal di kalangan masyarakat, sedangkan upaya perubahan perilaku untuk mencegah stunting juga akan memerlukan waktu.

Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Pungkas Bahjuri, memaparkan sejumlah dampak pandemi terhadap stunting.

Antara lain terhambatnya pelayanan kesehatan seperti penutupan pusat pelayanan terpadu (posyandu) sebagai fasilitas pemantauan stunting, dan penurunan daya beli masyarakat.

Ditambah lagi adanya pengalihan anggaran yang semula dialokasikan untuk program penurunan stunting kepada program penanganan Covid-19, baik di tingkat pusat, kota/kabupaten hingga tingkat desa.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena diprediksi akan terjadi perlambatan penurunan stunting selama masa pandemi.

Perihal pengalihan anggaran ini, Hasto mengakui, dari anggaran yang diusulkan BKKBN sebesar Rp 1,1 triliun ternyata kemudian hanya disetujui sebesar sekitar Rp 110 miliar oleh pemerintah.

Sementara untuk mengejar target prevalensi sebesar 14% pada tahun 2024, kata dia, pihaknya tinggal mempunyai waktu tiga tahun. Karena keterbatasan ini, mau tidak mau kita harus melakukan reorientasi program.

Contoh, kata dia, reorientasi program yang diusulkan BKKBN antara lain konsep inkubasi dengan mempertahankan faktor spesifik.

“Misalnya dalam konseling pra nikah juga dilakukan pemeriksaan terhadap kadar Hb calon pengantin. Itu murah sekali dan bisa dikerjakan di Puskesmas dan Posyandu,” tambahnya.

Namun catatan lain, pandemi ini juga telah mendorong adanya sejumlah penyesuaian intervensi pada bidang kesehatan. Contohnya penyelenggaraan posyandu keliling yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan peningkatan penyaluran bantuan sosial oleh Kementerian Sosial.

Tantangan dalam implementasi kebijakan penurunan stunting juga disampaikan oleh para pelaku intervensi di lapangan, baik dari kalangan akademisi dan praktisi, lembaga swadaya masyarakat, maupun pengusaha.

Beberapa contoh masalah utama yang ditemui di lapangan adalah kurangnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program penurunan stunting, cakupan intervensi spesifik yang belum sesuai target, dan masih rendahnya asupan gizi balita.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

PPK Kemayoran Konsisten Memanfaatkan Wisma Atlet sebagai Satu RSD Covid-19

PPK Kemayoran merupakan pengelola kawasan Kemayoran yang terus dikembangkan untuk menjadi kawasan smart city di Ibu Kota, Jakarta.

KESEHATAN | 17 September 2021

Jadi Pusat Vaksin Global, Puan: Indonesia Dapat Banyak Manfaat

Indonesia akan mendapat banyak manfaat dengan menjadi pusat vaksin global, termasuk transfer pengetahuan dan teknologi dari produsen vaksin besar.

KESEHATAN | 17 September 2021

Evaluasi Penanganan Covid-19 di Jambi, Kapolri Ingatkan Jaga Prokes

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, memimpin rapat evaluasi penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19

KESEHATAN | 17 September 2021

Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat Sambangi 10 Kecamatan di Pangandaran

Sebanyak 20 unit Mobil Masker yang masing-masing membawa 10.000 masker membawa para relawan menuju Pangandaran.

KESEHATAN | 17 September 2021

Menkominfo: Vaksinasi Lansia Terus Digenjot

Pemerintah terus menggenjot percepatan vaksinasi bagi kelompok lansia agar target 21,5 juta lansia tervaksin segera tercapai.

KESEHATAN | 17 September 2021


Update Covid-19: Kabar Baik, Angka Positivity Rate Turun Drastis 1,31%

Untuk kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan sebanyak 4.296 orang, sehingga total kasus aktif sebanyak 68.942 orang.

KESEHATAN | 17 September 2021

Bumame Farmasi Ekspansi Pasar ke Surabaya

Bumame Farmasi membuka dua lokasi layanan tes covid-19 di Surabaya.

KESEHATAN | 17 September 2021

Diluncurkan, Flowra Sanitary Napkins Berikan Edukasi Kesehatan Organ Kewanitaan

Feniks Indonesia Sukses melakukan edukasi pentingnya kesehatan organ kewanitaan saat peluncuran Flowra Sanitary Pads.

KESEHATAN | 17 September 2021

Youvit dan Shopee Ajak Jaga Kesehatan Tubuh dengan Rutin Konsumsi Multivitamin

Youvit mengeluarkan produk multivitamin gummy dengan berbagai varian produk yang dapat dikonsumsi bukan hanya oleh orang dewasa namun juga anak-anak.

KESEHATAN | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Jenazah Nakes Gabriella yang Tewas di Tangan KKB Diterbangkan ke Jayapura

Jenazah Nakes Gabriella yang Tewas di Tangan KKB Diterbangkan ke Jayapura

NASIONAL | 43 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings