Pengobatan Tradisional Potensial Undang Wisatawan

Pengobatan Tradisional Potensial Undang Wisatawan
Ilustrasi: Obat-obat tradisional ( Foto: deherba )
Jumat, 2 November 2012 | 17:30 WIB
"Indonesia adalah negara dengan modalitas sumber daya tradisional terbesar di dunia, jadi potensinya memang luar biasa."

Pelayanan kesehatan tradisional berpotensi menjadi daya tarik untuk mengundang wisatawan asing untuk melakukan wisata kesehatan di Indonesia.

"Indonesia adalah negara dengan modalitas sumber daya tradisional terbesar di dunia, jadi potensinya memang luar biasa," ujar Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, dan Komplimenter, Abidinsyah Siregar, Jumat (1/11)

"Dunia saat ini menggemari back to nature, di Eropa lebih dari 60 persen pengobatan menggunakan bahan alami, di Indonesia sendiri menurut riset Kesehatan Dasar jumlah bahan alami yang digunakan dalam pengobatan lebih dari 59 persen," katanya.

Jumlah orang yang ingin berobat ke rumah sakit jauh lebih kecil daripada yang ingin menikmati layanan kesehatan promotif preventif seperti spa.

Pada 2008 World Health Organization (WHO) menyatakan 80 persen populasi di Asia dan Afrika bergantung pada obat herbal.

Untuk itu menurutnya Kemenkes mendorong rumah sakit di Indonesia untuk memadukan layanan medis dengan layanan tradisional.

Di negara lain menurut Abidin sudah banyak Rumah Sakit dan memiliki layanan untuk rehabilitasi pasien yang memadukan medis dengan spa.

"Tentunya spa medis, misalnya dengan berenang dan pijat yang bisa mempercepat  kesembuhan pasien, di Indonesia sayangnya belum ada Rumah Sakit yang  menyediakan layanan seperti itu," katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Pokja Health Tourism Kemenkes, Untung Suseno.

Menurutnya sudah banyak layanan kesehatan tradisional yang potensial mendatangkan turis ke Indonesia.

"Di Ciater Jawa Barat misalnya, ada layanan spa yang sangat populer bagi masyarakat yang baru menderita stroke," katanya.

Wisata kesehatan atau health tourism biasanya merupakan  perpaduan antara layanan medis dan wellness tourism seperti spa.

Di Indonesia sendiri spa merupakan warisan budaya yang sudah berlangsung sejak dulu di berbagai daerah. Spa sendiri sudah terbukti bermanfaat bagi manajemen stres, relaksasi dan membantu penyembuhan berbagai jenis penyakit.

Indonesia diakui sebagai pusat spa terbaik dunia.

Dari 120 jenis minyak atsiri untuk spa yang diakui tes kromatografi, 11 diantaranya berasal dari Indonesia.

Sayangnya minyak astiri tersebut belum dipublikasikan secara basis ilmiah baik di akademisi kesehatan Indonesia, dan belum dipatenkan di dunia.