Memerangi Hoax Covid-19 di Kalangan Ibu Menyusui
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Memerangi Hoax Covid-19 di Kalangan Ibu Menyusui

Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:44 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Hasil penelitian cross-sectional secara daring yang dilakukan Health Collaborative Center (HCC) menemukan fakta bahwa 62% tenaga kesehatan (nakes) di layanan primer di Indonesia mengaku kesulitan mempertahankan ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama masa pandemi Covid-19 karena banyak faktor, salah satunya adalah hoax atau berita bohong.

Menurut Peneliti Utama sekaligus Founder & Chairman HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, dalam peringatan “Pekan ASI Sedunia” bertemakan “Lindungi ASI Tanggungjawab Bersama” pada Rabu (4/8), masalah hoax telah menjadi halangan untuk ibu bisa percaya dengan nakes. Bahkan para ibu lebih percaya dengan broadcast whatsapp dan artikel yang tidak jelas sumbernya.

Hoax yang paling sering adalah soal Covid bisa menular lewat ASI, itu yang dikhawatirkan. Ini hoax terbesar dan WHO telah mengatakan sebaliknya, malah dalam ASI pada ibu yang terkonfirmasi positif memiliki antibodi khusus. Tidak pernah ada satupun dari banyak penelitian bahwa terdapat virus di ASI, bahkan asi bisa membantu mempercepat recovery pada bayi. Untuk mencegah ibu-ibu yang lebih percaya hoax makanya harus ada pelatihan infodemik demi melindungi ibu-ibu agar bisa memberikan asi secara eksklusif,” ujar dia.

Dr Ray pun menyampaikan tips-tips aman bagi ibu untuk memberikan ASI di tengah pandemi Covid-19:

1. Apabila ibu dan anak tidak terkonfimasi positif Covid maka ibu bisa secara langsung memberikan ASI, dan bisa dipompa jika volumenya berlebih.

2. Apabila ibu terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan bayinya negatif maka keduanya tetap tidak boleh dirawat gabung. Sedangkan untuk pemberian ASI secara langsung, ibu harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap dan tidak ada kegiatan verbal. Jika masih ragu karena untuk kebaikan anak maka sebaiknya ASI dipompa lalu diberikan lewat perantara keluarga di rumah yang tidak terkonfirmasi positif.

3. Jangan lupa untuk mensterilisasi botol susu terlebih dahulu sebelum diberikan kepada anak. Hal ini bisa dilakukan dengan alat sterilisasi yang sudah ada di pasaran atau cukup merebusnya pada suhu minimal 80 derajat Celcius selama 5 menit.

4. Untuk ibu dan anak yang terkonfimasi positif Covid-19 dapat dirawat gabung bila menjalani isolasi mandiri. Namun, jika keduanya mengalami gejala berat, khususnya pada bayi harus dtangani di rumah sakit.

5. Mewujudkan fasilitas rawat gabung untuk ibu dan anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga bisa menyusui secara langsung. Jika ibu memiliki gejala batuk maka diharuskan untuk memakai masker dan dilarang untuk berbicara.

Sebagai informasi, penelitian mendalam yang dilakukan HCC juga mengungkapkan dua analisis yang dihadapi para nakes. Pertama, 57% merasa tidak adanya fasilitas khusus untuk pelayanan ANC (ante natal care) secara daring/telemedicine selama pandemi.

“Ini bisa dilihat, semua kegiatan pelatihan dihentikan karena negara sedang fokus untuk melawan Covid, yang mana semua orang setuju akan hal ini. Namun, pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya ibu hamil dan menyusui juga harus mulai ditanggapi dengan baik. Dengan adanya penelitian ini bisa membantu masalah ini tidak dipandang sebelah mata oleh negara. Sulitnya akses langsung untuk para ibu dan nakes mengenai pelatihan laktasi ini membuat upaya mempertahankan pemberian ASI Eksklusif terganggu,” kata Dr Ray.

Analisis kedua, lanjut dia, merupakan hal yang sangat mengejutkan karena para nakes tidak mendapat pelatihan manajemen laktasi untuk pandemi. Sebanyak 42% kurang adanya ketersedian informasi tentang menyusui, padahal ini merupakan indikasi kehidupan awal untuk bayi. Karena 1.000 hari pertama di kehidupan awal bisa menetukan kehiduan anak di kemudian hari.

Untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi para nakes, Dr Ray memberikan empat rekomendasi:

1. Praktiknya tetap harus dilakukan. Harus ada kesediaan waktu untuk WA dan telpon. Dokter melihat bahwa hanya dengan telpon dan sms bisa mempertahankan attitude ibu untuk tetap melakukan laktasi, jadi mereka tetap bisa mendapatkan info pelatihan tanpa perlu keluar.

2. Saran yang paling efektif (harus tetap ada konseling). Sering sekali ibu-ibu mengeluh pada nakes karena berita yang dia peroleh merupakan berita hoax dan mengatakan untuk tidak memberikan ASI saat ini. Padahal pemberian ASI malah bisa membantu keduanya untuk pulih dari gejala Covid-19 dengan cepat.

3. Kebijakan ketat dalam pengendalian hoax. Nakes perlu mendapatkan pelatihan infodemik untuk menangani hal ini. Penting sekali adanya modul pelatihan laktasi di masa pandemi, dan juga modul pelatihan infodemik.

“Perlu ada inovasi fasilitas pelayanan dan konseling yang harusnya lebih bersahabat untuk ibu dan bayi. Dengan memperluas pelayanan ibu menyusui, jika memungkinkan dibuatkan posyandu daring. Mungkin juga bisa menggunakan Aplikasi khusus karena sudah banyak instrumen online yang bisa diupayakan. Perangi hoax dengan pelayanan secara online juga. Kita harus bantu ibu dan anak menyusui selain aspek Covid, karena nakes mulai kewalahan terlebih adanya hoax,” ungkap Dr Ray.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Satgas Ingatkan Disiplin Prokes

Melihat pola kasus di Indonesia yang berselang 3 bulan dari negara lain seperti India, Malaysia dan Jepang, maka disiplin prokes sangat penting.

KESEHATAN | 21 September 2021

Wiku: Kasus Aktif Covid-19 Turun hingga 1%

Wiku Adisasmito mengatakan, perkembangan Covid-19 di Indonesia minggu ini kembali mengalami penurunan yang cukup drastis hingga menyentuh 1%

KESEHATAN | 21 September 2021

Nadia Sebut Vaksinasi Lansia Rendah karena Pengaruh Persepsi yang Salah dalam Masyarakat

Banyak lansia yang masih menolak divaksin karena takut akan efek samping yang ditimbulkan dari suntikan vaksin.

KESEHATAN | 21 September 2021

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Wiku: Jika Tak Mendesak Lebih Baik di Rumah

Wiku juga mengimbau agar satuan tugas (satgas) yang ada di fasilitas publik untuk melakukan upaya penegakan dengan baik.

KESEHATAN | 21 September 2021

Update Covid-19: Positivity Rate di Bawah 2%, Tak Perlu Euforia

Situasi Covid-19 kian menunjukkan perbaikan, antara lain, dengan penurunan positivity rate yang berada di bawah 2%

KESEHATAN | 21 September 2021

Jokowi Apresiasi Kecepatan Vaksinasi di Provinsi Banten

Presiden Jokowi menilai persentase jumlah masyarakat yang telah mendapatkan suntikan vaksin sangat baik.

KESEHATAN | 21 September 2021

Indonesia Kembali Terima 5,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19

"Pemerintah berupaya keras agar tidak terjadi kekosongan stok vaksin," kata Johnny.

KESEHATAN | 21 September 2021

Dukung Kesehatan, Aplikasi OkeKlinik Berikan Perawatan Penderita Covid-19

OkeKlinik untuk memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia secara keseluruhan selama dan pasca-pandemi.

KESEHATAN | 21 September 2021

Tahap 70, Indonesia Datangkan 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Sehingga secara total, vaksin yang sudah hadir di tanah air dalam bentuk bahan baku dan vaksin siap pakai adalah sebanyak 262.350.400 dosis.

KESEHATAN | 21 September 2021

DKI Catat Rekor Penambahan Kasus Baru Positif Covid-19 Terendah Sejak Juni 2020

Dinkes DKI mencatat sebanyak 91 kasus baru positif Covid-19 di Jakarta pada hari ini. Jumlah ini menjadi rekor penambahan kasus harian terendah sejak Juli 2020.

KESEHATAN | 20 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Tren Kasus Covid-19 Global Tak Memberi Dampak Signifikan pada Perkembangan di Indonesia

Tren Kasus Covid-19 Global Tak Memberi Dampak Signifikan pada Perkembangan di Indonesia

KESEHATAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings