Pakar Ingatkan Pentingnya Jaga Hidrasi Selama Masa Kehamilan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pakar Ingatkan Pentingnya Jaga Hidrasi Selama Masa Kehamilan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 16:49 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Air memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh, tak terkecuali bagi ibu di masa kehamilan. Namun faktanya, 2 dari 5 ibu hamil di Indonesia tercatat belum tercukupi kebutuhan minum hariannya.

Data ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan hidrasi atau air minum bagi Ibu di masa kehamilan masih seringkali terlupakan. Padahal menjaga asupan nutrisi selama kehamilan merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang dan mencegah berbagai risiko yang dapat terjadi terhadap kehamilannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Guru Besar Fema IPB University, Prof. Dr. Hardinsyah MS pada Webinar Pergizi Pangan Seri 57 dengan tema 'Pentingkah Pemenuhan Asupan Air Selama Kehamilan?' yang diselenggarakan secara virtual hari ini, Rabu (11/8/2021).

“Perhatian nasional dan internasional terhadap kebijakan dan program gizi dan kesehatan ibu hamil semakin hari semakin meningkat dalam rangka meningkatkan kualitas generasi mendatang yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Oleh karena itu, berbagai upaya meningkatkan status gizi dan derajat kesehatan ibu hamil dengan mencegah terjadinya masalah gizi yang dapat terjadi seperti anemia, defisiensi gizi mikro, kurang energi kronik, ataupun kekurangan asupan hidrasi merupakan investasi yang penting," ujar Hardinsyah.

Pada kesempatan yang sama, Ahli Penyakit Ginjal dan Hipertensi Siloam Hospital Tangerang, Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar SpPD KGH menjelaskan pada awal kehamilan terjadi penurunan osmolalitas plasma yang mengakibatkan penurunan rasa haus dan sekresi hormon antidiuretik.

Disisi lain berdasarkan studi mengenai keseimbangan cairan pada kehamilan, menunjukkan bahwa wanita yang sedang hamil membutuhkan cairan ekstra dikarenakan perubahan kondisi fisiologis dan pertumbuhan janin.

"Kebutuhan cairan akan sangat tergantung pada asupan energi, yaitu sebesar 1-1,5 mL cairan untuk setiap kilokalori asupan energi. Pada masa kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan energi rata-rata 300 kkal/hari, oleh karena itu ibu hamil setidaknya memerlukan tambahan asupan air hingga 40% pada trimester kedua dan ketiga masa kehamilan," kata Parlindungan Siregar.

Kurangnya konsumsi air selama masa kehamilan dapat menyebabkan dampak buruk pada kesehatan karena mempengaruhi pencernaan, penyerapan, metabolisme, dan suhu tubuh.

"Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa perbaikan status hidrasi ibu hamil turut mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Status kecukupan hidrasi juga akan berpengaruh pada volume cairan amnion atau ketuban yang akan mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya dan mencegah terjadinya oligohidramnion," tambah Prof Parlindungan.

Terkait hal ini, Ahli Obstetri dan Ginekologi FK UI dan RSCM Jakarta, Prof. Dr. dr. Budi Imam Santoso SpOG (K) menyatakan bahwa oligohidramnion merupakan kondisi berkurangnya cairan amnion atau ketuban.

“Pada kondisi oligohidramnion, secara kuantitatif, volume cairan amnion atau cairan ketuban yang dimiliki oleh ibu tersebut kurang dari 500 mL atau memiliki angka ICA (Indeks Cairan Amnion) kurang dari 5 cm," kata Budi Imam Santoso.

Secara umum, prevalensi oligohidramnion pada ibu hamil berada di angka 3-5% dan umumnya terjadi pada trimester ketiga. Penelitian yang dilakukan di low middle income countries menyebutkan bahwa kejadian oligohidramnion ditemukan pada 1 dari 150 kehamilan ibu. Oligohidramnion dapat disebabkan oleh berbagai etiologi salah satunya yaitu kondisi kurang air pada masa kehamilan.

Prof Budi juga menyimpulkan berdasarkan beberapa publikasi ilmiah bahwa pemberian air minum untuk ibu hamil dengan oligohidramnion tanpa kelainan maternal/fetal pada trimester ketiga (28-37 minggu) dapat meningkatkan ICA atu jumlah cairan ketuban.

Pemberian air minum secara oral memiliki efek yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian cairan secara intravena. Tambahan jumlah air minum per hari yang dibutuhkan ibu hamil dengan oligohidramnion untuk memberi efek peningkatan ICA berkisar antara 1500-2500 mL, tergantung kondisi masing-masing ibu hamil.

"Sedangkan berdasarkan Permenkes RI nomor 28 tahun 2019, dianjurkan bagi seorang ibu hamil di Indonesia mengonsumsi 2450 sampai 2650 mL air atau setara sekitar 10-11 gelas sehari," kata dia.

Sebagai moderator pada webinar ini, Prof. Dr. dr Sudung O Pardede, SpA(K), Ahli ginjal anak mengingatkan perlunya edukasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai jumlah asupan air minum yang diperlukan ibu hamil untuk mencegah terjadinya oligohidramnion.

Sementara itu, Nutrition & Science Director Danone-AQUA, dr. Tria Rosemiarti juga turut menjelaskan selain kuantitas air minum, penting juga memperhatikan kualitas air yang di konsumsi selama masa kehamilan.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan 492/2010, air minum yang baik memiliki kriteria tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Hal yang perlu diingat juga kita harus memastikan sumber air nya berkualitas dan terlindungi," kata Tria Rosemiarti.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dokter Paru: Batuk dan Gatal Tenggorokan Gejala Umum Omicron

Gejala umum yang ditemukan pada pasien Covid-19 varian Omicron berupa batuk dan gatal tenggorokan

KESEHATAN | 27 Januari 2022


BOR DKI Capai 45%, DPR: Perbanyak Tempat Isolasi Terpusat

Charles Honoris meminta pemerintah untuk segera memperbanyak tempat isolasi terpusat untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 varian Omicron di Jakarta.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menteri Kesehatan: Kebijakan PTM Disesuaikan Level PPKM

Menteri Kesehatan menyatakan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) disesuaikan dengan level PPKM yang berlaku pada masing-masing daerah.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Wiku: Perlu Strategi Mitigasi untuk Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak

Perlu kebijakan khusus yakni strategi mitigasi bagi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebagai penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Indonesia

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Tegur Pemda, Satgas Minta Prokes Masyarakat Dipantau

Satgas Covid-19 menegur dan meminta pemerintah daerah (pemda) kembali meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes)

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Pemerintah Diingatkan Berhati-hati Membuat Narasi Covid-19

Erlina Burhan menyarankan pemerintah untuk lebih berhati-hati  membuat sebuah narasi sosialisasi Covid-19 yang akan disampaikan kepada masyarakat.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menkes: Pasien Covid-19 yang Bergejala Sedang dan Berat Bisa Dirawat di RS

Menteri Kesehatan (Menkes) menegaskan, pasien Covid-19 yang direkomendasikan bisa dirawat di RS adalah mereka yang bercirikan gejala sedang dan berat

KESEHATAN | 27 Januari 2022

IDAI: Percepat Vaksinasi Covid-19 karena Anak Dapat Jadi Penular Aktif

IDAI menyatakan, anak dapat menjadi penular yang aktif sehingga pemerintah perlu mempercepat vaksinasi Covid-19 pada kelompok anak-anak

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menkes: Kasus Covid-19 Melonjak Akibat Cepat dan Tingginya Penularan Omicron

Kasus Covid-19 terus meningkat khususnya wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akibat cepat, banyak dan tingginya penularan varian Omicron.

KESEHATAN | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Perluas Pasar, PGN Gandeng 4 Kawasan Industri di Jawa Timur

Perluas Pasar, PGN Gandeng 4 Kawasan Industri di Jawa Timur

EKONOMI | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings