Pemberian ASI Optimal Mampu Cegah 823.000 Kematian Anak
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemberian ASI Optimal Mampu Cegah 823.000 Kematian Anak

Rabu, 25 Agustus 2021 | 14:30 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy memaparkan, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, angka bayi yang berusia 0 - 6 bulan yang mendapat air susu ibu (ASI) ekslusif turun dari angka 68,7 persen pada 2018 menjadi 65,8 persen pada 2019. Lalu pada 2020 turun ke angka 53,9 persen.

"Kondisi ini menjadi perhatian bagi kita semua untuk kampanye pentingnya ASI eksklusif dan terus mendorong semua pihak untuk memberi dukungan kepada para Ibu untuk memberi ASI Eksklusif. Karena praktik menyusui secara optimal sesuai rekomendasi dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian anak dan 20.000 kematian ibu setiap tahun," ujar Muhadjir dalam webinar Hari Puncak Pekan Menyusui Sedunia 2021 dengan tema Perlindungan Menyusui: Tanggung Jawab Bersama, Rabu (25/8/2021).

Muhadjir mengingatkan perlindungan menyusui merupakan tanggung jawab bersama. Dikatakannya kesuksesan menyusui adalah bukan tanggung jawab seorang Ibu semata, namun juga dukungan semua pihak mulai dari suami, tenaga kesehatan, tempat bekerja, dan pemerintah.

"ASI nutrisi paling baik untuk bayi usia 0 sampai 6 bulan. ASI dapat melindungi anak dari berbagai macam penyakit seperti diare dan pneumeonia. Selain itu anak yang mendapat ASI kecerdasana lebih baik, jauh dari obesitas dan tidak rentan terkena penyakit," kata Muhadjir.

Menurut Muhadjir jika pemberian ASI eksklusif dan dilanjutkan sampai balita berusia dua tahun akan mencegah stunting. Untuk diketahui terkait stunting, Indonesia berada diurutan 115 dari 151 negara di dunia. Angka stunting nasional masih berada di 27,7 persen.

Kurang Gizi

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan masalah kurang gizi pada anak diawali dengan penurunan berat badan. Studi menunjukkan penurunan berat badan umumnya terjadi saat bayi berusia pada 3 sampai 4 bulan di mana dalam kondisi ibu bekerja kembali bekerja dan tidak optimal saat memberi air susu Ibu (ASI).

"Menyusui salah satu investasi terbaik untuk kelangsungan hidup dan meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial serta ekonomi individu dan bangsa. Menyusui secara optimal dapat mencegah lebih dari 823 ribu kematian anak dan 20 ribu kematian Ibu setiap tahun," ujar Budi.

Ia menambahkan, ibu yang tidak menyusui eksklusif akan memiliki risiko 2,6 kali lebih tinggi untuk anaknya mengalami stunting pada usia 0 sampai 6 bulan dan dua kali lebih pada usia 6 sampai 23 bulan. Untuk itu, Budi menyarankan Ibu menyusui yang terpapar Covid-19 tetap menyusui bayinya karena virus Covid-19 tidak dapat menular melalui ASI.

"Ibu menyusui diimbau tidak takut divaksin karena antibodi dapat terdeteksi di ASI dan berpotensi meningkatkan kekebalan bayi terhadap Covid-19," kata dia.

Masalah gizi masih menjadi pekerjaan rumah di seluruh dunia. Budi menyebutkan data global nutrition report pada 2018 menyebutkan, sebanyak 22,2 persen balita mengalami stunting, sekitar 7,5 persen balita kurus, dan 5,6 persen balita gemuk di seluruh dunia.

"Di Indonesia berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan angka balita stunting 30,8 persen, balita kurus 10,2 persen, dan balita gemuk 8 persen. Gambaran data ini menunjukkan masalah gizi pada balita di Indonesia cukup tinggi," jelas Budi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 Menurun, Ma’ruf Amin: Tetap Waspada

Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta masyarakat tetap mewaspadai peningkatan kasus Covid-19.

KESEHATAN | 4 Desember 2021

Solusi Perawatan Mata Terjangkau untuk Segala Usia di Bogor

Kasoem Vision Care melebarkan "sayap" dengan membuka cabang di Botani Square Mall Lantai 1 Kota Bogor, Sabtu (4/12/2021).

KESEHATAN | 4 Desember 2021


Layanan TanyaGendis Bantu Masyarakat Pahami Risiko Diabetes

TanyaGendis menyediakan informasi mengenai diabetes dan memahami berbagai risikonya.

KESEHATAN | 4 Desember 2021

Prima Protect Plus Bagikan Paket Sanitasi untuk Mitra Grab

Prima Protect Plus, produk sanitasi dari OT Group membagikan 5.000 paket sanitasi berupa fabric mist kepada mitra driver Grab.

KESEHATAN | 4 Desember 2021

Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

Melihat fakta bahwa infeksi Omicron sudah ditemukan di tiga negara tetangga, tak berlebihan bila menyebut varian baru ini sudah mengintip Indonesia.

KESEHATAN | 4 Desember 2021

Tingkatkan Kepedulian, Itama Ranoraya Gelar Aksi Donor Darah

Itama Ranoraya mematok target untuk sekali kegiatan donor darah berkisar antara 200 sampai 300 kantong darah.

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Lansia Jadi Sasaran Penerima Vaksin Booster

Kelompok lansia dan orang mengalami permasalahan kekebalan tubuh menjadi sasaran penerima vaksin booster.

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Luhut: 2022, Vaksinasi Ketiga Paralel di Semua Provinsi

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, vaksinasi Covid-19 dosis ketiga akan berjalan paralel di semua provinsi mulai Januari 2022

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Indonesia Masih Bebas Omicron

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, hingga saat ini Indonesia masih bebas Omicron

KESEHATAN | 3 Desember 2021


TAG POPULER

# Lili Pintauli Siregar


# Insentif PPN


# Kekayaan Nurul Ghufron


# Greysia/Apriyani


# Jokowi



TERKINI
Bekuk Salernitana, AC Milan Kuasai Puncak Klasemen

Bekuk Salernitana, AC Milan Kuasai Puncak Klasemen

BOLA | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings