Soal Obat Covid-19, DPR Minta BPOM Lebih Progresif
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Soal Obat Covid-19, DPR Minta BPOM Lebih Progresif

Senin, 30 Agustus 2021 | 15:49 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lebih progresif dan memberikan ruang pada penggunaan obat-obatan yang ditengarai juga bisa dipakai untuk Covid-19.

Menurut Melki, pandemi Covid-19 saat ini adalah situasi darurat, yang berbeda dengan situasi normal, sehingga perlu adanya langkah progresif.

"Pola penanganan penggunaan obat-obatan yang dilakukan BPOM sekarang ini harus progresif. Kaidah keilmuan dan ketentuan tetap bisa dipakai namun pada saat yang sama juga harus diberikan ruang bagi penggunaan obat-obatan seperti Ivermectin dan lainnya yang lebih terbuka," kata Melki, Senin (30/8/2021).

Mengenai hubungan BPOM dengan perusahaan farmasi dalam negeri baik BUMN ataupun swasta, Melki mengatakan DPR tentu mendorong agar BPOM juga menjadi bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2016.

"Inpres ini oleh Pak Joko Widodo dimaksudkan untuk mempercepat produksi obat dan alkes dalam negeri. Dan dalam kaitan dengan obat, kita mendorong BPOM agar betul-betul membantu, mendampingi, memfasilitasi agar obat-obatan dalam negeri bisa dihasilkan terutama dalam masa pandemi saat ini," ujar Melki yang merupakan anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Nusa Tenggara Timur ini.

Menurutnya, hal ini sangat penting agar produk-produk obat dalam negeri yang bermutu, berkasiat, aman, dapat didampingi oleh BPOM sehingga bisa segera dihasilkan, dan dipakai agar industri farmasi dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Industri obat dalam negeri harus kita dorong kuat sehingga kita tidak selalu bergantung pada obat-obatan impor. Ini tentu membantu kita dalam kemandirian di sektor kesehatan terutama di sektor farmasi," tuturnya.

Sementara itu dari berbagai sumber, beragam obat-obatan telah dipakai untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang telah menelan korban jutaan orang di seluruh dunia.

Dari berbagai obat yang ada, tiga obat yakni Ivermectin, Favipiravir, dam Remdesivir paling banyak dipakai karena dianggap paling ampuh melawan virus corona.

Meski ampuh melawan virus corona, bukan berarti penggunaan obat ini tanpa efek samping. Namun dari obat yang ada, diketahui bahwa efek samping Ivermectin masih masuk dalam kategori ringan.

Seperti diulas dalam makalah berjudul "Ivermectin, 'Obat Ajaib' dari Jepang: Perspektif Penggunaan Manusia" yang ditulis oleh Andy Crump dan Satoshi Mura dan diterbitkan oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health atau Perpustakaan Kedokteran Nasional AS Institut Kesehatan Nasional.

Makalah ini membahas secara mendalam seputar peralihan Ivermectin dari kesuksesan besar di kesehatan hewan menjadi penggunaannya secara luas pada manusia, sebuah perkembangan yang membuat banyak orang menggambarkannya sebagai obat "ajaib”.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sentra Vaksinasi Prudential Dukung Percepatan Vaksinasi Nasional

Setelah enam bulan beroperasi, sentra vaksinasi Prudential Indonesia telah memberikan lebih dari 41.000 dosis vaksin kepada lebih dari 22.000 warga.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

220 Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

Data per hari ini, Sabtu (16/10/2021) pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran bertambah 8 orang dari hari sebelumnya sehingga menjadi 220.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Ini Satu-satunya Merek Masker Lokal dengan Teknologi Nano Silver dan Stopper

Kosmemask memecahkan rekor MURI dengan kategori “Masker Pertama yang Dilengkapi dengan Pengunci” dan juga kategori “Masker Pertama yang mengandung Nano Silver”.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021


Satgas IDI: Karantina bagi Pelaku Perjalanan Internasional Bersifat Wajib

Karantina kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional bersifat wajib dan berlaku baik untuk WNI dan WNA

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Satgas: Hari Cuci Tangan Sedunia Jadi Momentum Kendalikan Covid-19

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia dapat menjadi momentum untuk mengendalikan Covid-19 dengan cara mudah secara bersama-sama.

KESEHATAN | 15 Oktober 2021

2024, Sejumlah Kepala Daerah Sepakat Hentikan Total BABS

Sejumlah kepala daerah sepakat bahwa pada tahun 2024 mendatang kegiatan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tidak akan terjadi lagi.

KESEHATAN | 15 Oktober 2021

Aksi Nyata Pemerintah dan Swasta Dukung Program Cuci Tangan Pakai Sabun

Kemenkes menyatakan cuci tangan pakai sabun merupakan pintu masuk sebagai pelaksanaan pilar-pilar lain dari sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

KESEHATAN | 15 Oktober 2021

Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan di Sektor Sanitasi

Hingga akhir tahun 2024 pemerintah Indonesia menetapkan target 0% buang air sembarangan, 90% akses sanitasi dan 15% sanitasi aman hingga akhir tahun 2024.

KESEHATAN | 15 Oktober 2021

Legislator Minta Pelanggar Karantina Kesehatan Dikenakan Sanksi Tegas

Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo mendorong pemerintah memberi sanksi tegas terhadap pelaku pelanggar karantina kesehatan.

KESEHATAN | 15 Oktober 2021


TAG POPULER

# Hoegeng Iman Santoso


# Dodi Reza Alex Noerdin


# Direktur TV Penyebar Hoax


# Pinjol Ilegal


# Anthony Ginting



TERKINI
Puan Maharani: Jerat Sindikat Pinjol Ilegal Sampai ke Bosnya

Puan Maharani: Jerat Sindikat Pinjol Ilegal Sampai ke Bosnya

NASIONAL | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings