Logo BeritaSatu

Pfizer dan Merck Uji Coba Obat Covid Oral

Kamis, 2 September 2021 | 13:42 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Pfizer dan Merck & Co mengumumkan uji coba baru obat antivirus oral eksperimental untuk Covid-19. Seperti dilaporkan Reuters, pengumumkan disampaikan pada Rabu (1/9/2021) saat kompetisi untuk pengobatan Covid-19 yang lebih mudah mulai memanas.

Pfizer menyatakan uji coba tahap pertengahan hingga akhir terbaru akan mendaftarkan 1.140 orang dewasa yang tidak dirawat di rumah sakit yang didiagnosis dengan infeksi virus corona yang tidak berisiko sakit parah.

Pasien dalam uji coba akan diberikan pil Pfizer, yang dikenal sebagai PF-07321332, dan ritonavir dosis rendah, obat lama yang banyak digunakan dalam pengobatan kombinasi untuk infeksi HIV.

Obat Pfizer dirancang untuk memblokir aktivitas enzim kunci yang diperlukan agar virus corona berkembang biak.

Merck menyatakan uji coba barunya akan mempelajari obat eksperimental molnupiravir untuk pencegahan Covid-19 di antara orang dewasa di rumah yang sama dengan seseorang yang didiagnosis dengan infeksi virus corona bergejala.

Merck dan mitranya Ridgeback Biotherapeutics sudah melakukan uji coba tahap akhir pengobatan pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit untuk melihat apakah obat itu mengurangi risiko rawat inap atau kematian.

Molnupiravir adalah jenis antivirus yang dirancang untuk memasukkan kesalahan ke dalam RNA virus yang pada akhirnya mencegahnya bereplikasi.

Pfizer memulai uji coba berbeda dari PF-07321332 pada bulan Juli pada orang dewasa dengan infeksi Covid-19 yang berisiko tinggi menjadi sakit parah karena kondisi kesehatan yang mendasarinya seperti diabetes.

Perusahaan memperkirakan hasil awal dari studi uji coba pada musim gugur ini. Saingan Pfizer dan Merck, bersama dengan farmasi Swiss Roche Holding AG, telah membuat kemajuan paling besar dalam mengembangkan apa yang akan menjadi pil antivirus pertama untuk mengobati, atau mungkin mencegah, Covid-19.

Hingga saat ini, obat intravena Gilead Sciences, Veklury, yang secara umum dikenal sebagai remdesivir, adalah satu-satunya pengobatan antivirus yang disetujui untuk pasien Covid-19 di Amerika Serikat.

Roche dan mitra Atea Pharmaceuticals pada bulan Juni menyatakan data awal dari uji coba antivirus oral eksperimental AT-527 menunjukkan bahwa obat itu menurunkan muatan virus pada pasien yang dirawat di rumah sakit.

Pada Juni, Merck menyatakan bahwa pemerintah AS setuju untuk membayar sekitar US$ 1,2 miliar (Rp 17,1 triliun) untuk penggunaan 1,7 juta molnupiravir, jika terbukti berhasil dan disahkan oleh regulator. Perusahaan itu menyatakan akan mengajukan otorisasi penggunaan darurat molnupiravir di AS paling cepat pada paruh kedua tahun 2021.

Sementara, pada Juli, Pfizer menyatakan, jika uji coba PF-07321332 berhasil, perusahaan akan mengajukan otorisasi penggunaan darurat potensial pada kuartal keempat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Anggota TNI Tewas


# Medina Zein


# Vaksinasi Covid-19


# Piala Thomas


# Timnas Indonesia


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DPR Minta KPU-Bawaslu Lakukan Simulasi Masa Kampanye 75 Hari

DPR Minta KPU-Bawaslu Lakukan Simulasi Masa Kampanye 75 Hari

NEWS | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings