Logo BeritaSatu

Distribusi Vaksin Tak Merata, Herd Immunity Sulit Terealisasi

Kamis, 2 September 2021 | 17:14 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM

Jakarta, Beritasatu.comDistribusi vaksin antardaerah yang belum merata dan pasokannya yang sering terhenti di dinas kesehatan (dinkes) provinsi bahkan menumpuk, menjadi tantangan pencapaian target kekebalan kelompok (herd immunity).

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta mengatakan, herd immunity sulit terwujud apabila kecepatan pendistribusian dan pemberian vaksin di setiap daerah berbeda terlalu jauh.

Ia mengakui, akselerasi vaksinasi masih terbentur oleh dua risiko. Pertama, disrupsi pasokan yang masih bergantung pada internasional sehingga baru bisa memenuhi kebutuhan di Indonesia pada 2021.

Kedua, risiko lainnya adalah jalur distribusi yang mana selama ini jalur impor dan kapasitas rantai dingin di setiap daerah yang belum merata, sehingga kecepatan vaksinasi antardaerah berbeda.

Dia menjelaskan, di Jakarta vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 115,97% dan untuk yang dosis kedua di angka 68,87%. Sedangkan, Lampung menjadi kota dengan distribusi yang paling lambat dengan penetrasi vaksinasi dosis pertama di 12,63% dan vaksinasi dosis kedua yang mencapai 7,8%.

“Ini ada gap yang cukup besar antardaerah dan ini berisiko memperpanjang pandemi Covid-19 karena kita masih harus berhadapan dengan varian yang lebih ganas dan fakta bahwa kekebalan imun masih bisa memudar,” katanya dalam webinar bertema "Bagaimana Sektor Swasta Dapat Mendukung Pemerintah Dalam Meningkatkan Akses Vaksin Covid-19 kepada Masyarakat?", Kamis (2/9/2021).

Berdasarkan riset Oxford, ambang batas ketahanan vaksin pada 90 hari setelah selesai 2 dosis efikasi Pfizer turun dari 85% ke 75% dan Astrazeneca turun dari 68% ke 61%.

“Jika ingin mencapai herd immunity seharusnya ambang batas kekebalan populasi harus merata. Sehingga perlu ada strategi yang tepat, bukan hanya cepat,” tuturnya.

Anggota Komisi IX DPR Nabil Haroen mengatakan, pasokan vaksin di beberapa daerah yang tidak merata disebabkan oleh pendistribusian yang sering kali mandek atau terhenti di dinkes provinsi.

"Distribusi yang tidak lancar itu memang betul ada, antara lain, di dinkes provinsi. Jadi ketika vaksin datang ke provinsi, parkir dulu di situ. Lalu selanjutnya didistribusikan lagi ke dinas kabupaten/kota dan ini tentunya butuh proses lagi," kata Nabil.

Ia mengatakan, banyak tenaga kesehatan (nakes) di dinkes kabupaten/kota mengeluhkan suplai vaksin yang tidak bisa langsung segera diterima oleh pihak mereka, karena pendistribusian memakan waktu yang cukup lama yakni sekitar tiga hari sampai satu minggu.

"Ini kami juga mendengar sebenarnya permohonan dari teman-teman dinkes kabupaten/kota, bagaimana suplai vaksin bisa langsung ke mereka. Jadi tidak melalui provinsinya, ini yang perlu kita pikirkan bersama-sama," ucap dia.

Ia mengungkapkan, dinkes di beberapa daerah seperti Dinkes Surakarta dan Boyolali mengalami kesulitan karena tanggal penerimaan vaksin berbeda dengan tanggal yang tertera di dalam surat tugas.

"Jangan sampai lama. Saya sudah menemukan contohnya di Dinkes Surakarta dan Boyolali itu mereka kesulitan. Padahal suratnya ada, penerimaannya tanggal sekian tapi sampai sekarang belum diterima. Meskipun vaksinasi rutinnya tetap dijalankan ya," kata Nabil.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Italia dan AS Desak Warga Negaranya Tinggalkan Rusia

Italia dan Amerika Serikat (AS) mendesak warga negaranya untuk mempertimbangkan meninggalkan Rusia.

NEWS | 30 September 2022

Hadiah Kursi Roda dari Puan Bahagiakan Ibu dari Anak Penderita Polio

Petani bunga di Badung, Bali, Ni Ketut Ratko sangat gembira menerima bantuan kursi roda untuk anaknya yang menderita polio.

NEWS | 30 September 2022

DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

Pemprov DKI Jakarta mengatakan, pembangunan rusun (rumah susun) di Pulau G kemungkinan akan dilakukan oleh pihak swasta.

NEWS | 30 September 2022

Ali Ibrahim Undang Presiden Jokowi Buka Sail Tidore 2022

Ali Ibrahim mengundang dan meminta secara khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir dan membuka acara Puncak Sail Tidore pada November 2022.

NEWS | 29 September 2022

DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi

DPR siap menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G-20 Parliamentary Speaker Summit (P-20) yang akan diselenggarakan pekan depan.

NEWS | 29 September 2022

UBK Kerja Sama dengan Persatuan Alumni GMNI

UBK melakukan kerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

NEWS | 29 September 2022

Moeldoko Dorong Swasta Terlibat Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendorong keterlibatan pihak swasta dalam percepatan vaksinasi Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Komnas HAM Harap Jaksa Maksimal Dakwa Ferdy Sambo Cs

Komnas HAM berharap jaksa bisa menyusun dakwaan terhadap para tersangka secara maksimal.

NEWS | 29 September 2022

Peraturan Menkumham, Masa Berlaku Paspor Menjadi 10 Tahun

Masa berlaku paspor dari semula lima tahun diubah menjadi 10 tahun. Hal ini diatur dalam Peraturan Menkumham Nomor 18 Tahun 2022.

NEWS | 29 September 2022

Polri Kirim Surat Pemecatan Ferdy Sambo ke Sekmil Presiden

Polri telah mengirim berkas putusan pemecatan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ke Sekretariat Militer (Sekmil) Presiden.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Gandeng Sinergy Networks, Surge Bidik Pendapatan Rp 821 M

Gandeng Sinergy Networks, Surge Bidik Pendapatan Rp 821 M

EKONOMI | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings