Kemkes Dorong Pemda Percepat Distribusi Vaksin di Daerah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemkes Dorong Pemda Percepat Distribusi Vaksin di Daerah

Sabtu, 4 September 2021 | 11:05 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta mengatakan, herd immunity sulit terwujud apabila kecepatan pendistribusian dan pemberian vaksin di setiap daerah berbeda terlalu jauh.

Merespons hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, hingga saat ini distribusi vaksin dari pusat ke daerah selalu dimonitor. Pasalnya, Kemkes mendorong pemerintah daerah (pemda) baik itu provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan percepatan proses distribusi.

Selain itu, Kemkes juga meminta pemda untuk melakukan monitoring penyuntikan per hari.

“Tentunya kita mendorong pemda provinsi dan kabupaten/ kota untuk percepatan distribusi termasuk monitor penyuntikan dosis per hari, sehingga tidak ada kabupaten/kota yang memiliki stok vaksin lebih dari 30 hari,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (4/9/2021).

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, terkait dengan stok vaksin Covid-19, saat ini ada dua isu yang terjadi di masing-masing daerah. Pasalnya, ada kabupaten/kota yang merasa kekurangan vaksin dan benar-benar kekurangan.

Budi menuturkan, bagi daerah yang merasa kekurangan vaksin ini, umumnya setelah terima vaksin, misalnya 1.000 dosis, mereka melakukan penyuntikan hanya 500.000 dosis. Sedangkan 500.000 sisanya ditahan untuk stok penyuntikan dosis kedua.

“Atas arahan Bapak Presiden, kita ingin menegaskan sekali lagi daerah tidak perlu memegang stok karena nanti akan diatur suntikan keduanya dari pusat dari kita (Kemkes). Jadi pakai saja semuanya disuntik sesuai dengan aturan,” ucapnya pada konferensi pers daring tentang "Update Ketersediaan Vaksin di Indonesia”, Selasa (24/8/2021).

Dalam hal ini, lanjut Budi, apabila vaksin tersebut diarahkan untuk suntik dosis pertama, maka daerah tidak boleh menahan atau menyimpan vaksin tersebut untuk suntikan kedua.

Sebaliknya, apabila vaksin didistribusikan untuk suntikan kedua, maka daerah harus melakukan sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan (Kemkes). Pasalnya, manajemen stok vaksin tersebut dilakukan di pusat yakni oleh Kemkes sehingga tidak dilakukan di daerah.

“Memang di sini masih ada beberapa hal yang perlu kita perbaiki. Karena kita bilang suntik kedua, kadang-kadang ada sebagian daerah gunakan sebagai suntikan dosis pertama. Atau kita bilang suntikan satu, ada sebagian daerah tahan sebagai suntikan kedua, sehingga menyebabkan ada stok yang cukup banyak sekitar 25 juta dosis yang ada di daerah,” terangnya.

Selanjutnya, Budi juga mengatakan, bagi daerah yang stok vaksin benar-benar kosong, hal ini terjadi karena skema distribusi vaksin dari pemerintah pusat dikirim ke provinsi. Lalu, membutuhkan 1 atau 2 hari dari provinsi untuk dikirim kepada kabupaten/kota. Namun, ada juga yang membutuhkan waktu hingga satu minggu.

“Bapak Presiden juga meminta tolong didorong supaya vaksin cepat sampai ke kabupaten/kota karena banyak bupati/ wali kota yang mengeluh,” ucapnya.

Oleh karena itu, Kemkes membuat transparansi dengan membuka stok nasional sampai ke level kabupaten/kota. Publik dapat melihat pada laman http://vaskin.kemkes.go.id/#/alokasi_vaskin.

“Kita melihat jumlah sudah dikirim berapa, sudah dipakai berapa, sisanya berapa dan kita ada data rata-rata penyuntikan per hari minggu lalu. Jadi stok itu kita bisa transkip menjadi jumlah hari. Sehingga kita bisa tahu ada memang kabupaten/kota yang stoknya masih sangat banyak dan ada kota-kota yang stoknya tinggal beberapa hari lagi,” ucapnya.

Budi menyebutkan, data pada laman vaksin Kemkes juga ada kemungkinan 100% tidak online karena menginput data tersebut membutuhkan disiplin dari seluruh aparat di daerah untuk meng-update datanya di sistem Kemkes. Dengan begitu, sistem distribusi vaksin akan lebih transparan dan saling kontrol.

“Dengan demikian, kalau ada yang merasa kekurangan, teman-teman tidak bisa suntik di salah satu kabupaten/kota, tapi stoknya tinggi bisa ditanyakan ke dinas kesehatan setempat. Kalau stok kurang, maka kami bisa kirim lebih banyak lagi ke kabupaten/kota tersebut,” ucapnya.

Budi berharap, data tersebut dapat digunakan oleh seluruh masyarakat untuk mengetahui stok vaksin di daerahnya masing-masing seperti apa. Selain itu, Kemkes juga menggunakan data tersebut sebagai antisipasi rencana pengiriman stok berikutnya.

Selanjutnya, Budi mengimbau daerah untuk tidak perlu khawatir terkait stok vaksin, karena pada Agustus dan September 2021 ini, Indonesia akan kedatangan cukup banyak stok vaksin. Agustus ini ada 67,6 juta dosis, sementara itu, untuk September akan kedatangan vaksin sebanyak 80,7 juta dosis.

“September kita mendapat vaksin lebih banyak. Oleh karena itu, rakyat dan pemerintah daerah tidak perlu khawatir. Kita pasti akan kirimkan cukup banyak ke daerah-daerah minggu ini dan minggu depan. Kami minta tolong distribusi dari pemerintah daerah ke kabupaten/kota dipastikan lancar,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menteri Kesehatan: Kebijakan PTM Disesuaikan Level PPKM

Menteri Kesehatan menyatakan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) disesuaikan dengan level PPKM yang berlaku pada masing-masing daerah.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Wiku: Perlu Strategi Mitigasi untuk Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak

Perlu kebijakan khusus yakni strategi mitigasi bagi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebagai penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Indonesia

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Tegur Pemda, Satgas Minta Prokes Masyarakat Dipantau

Satgas Covid-19 menegur dan meminta pemerintah daerah (pemda) kembali meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes)

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Pemerintah Diingatkan Berhati-hati Membuat Narasi Covid-19

Erlina Burhan menyarankan pemerintah untuk lebih berhati-hati  membuat sebuah narasi sosialisasi Covid-19 yang akan disampaikan kepada masyarakat.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menkes: Pasien Covid-19 yang Bergejala Sedang dan Berat Bisa Dirawat di RS

Menteri Kesehatan (Menkes) menegaskan, pasien Covid-19 yang direkomendasikan bisa dirawat di RS adalah mereka yang bercirikan gejala sedang dan berat

KESEHATAN | 27 Januari 2022

IDAI: Percepat Vaksinasi Covid-19 karena Anak Dapat Jadi Penular Aktif

IDAI menyatakan, anak dapat menjadi penular yang aktif sehingga pemerintah perlu mempercepat vaksinasi Covid-19 pada kelompok anak-anak

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menkes: Kasus Covid-19 Melonjak Akibat Cepat dan Tingginya Penularan Omicron

Kasus Covid-19 terus meningkat khususnya wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akibat cepat, banyak dan tingginya penularan varian Omicron.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Kasus Harian Covid-19 Indonesia 8.077, DKI Jakarta 4.149

Kemenkes kasus harian Covid-19 di Indonesia, Kamis (27/1/2022), mencapai 8.077 dan DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak dengan 4.149.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Bertambah 222, Kasus Omicron di Indonesia Capai 1.988 Pasien

Kasus positif Covid-19 varian Omicron kembali meningkat menjadi 1.988 pasien.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

126,4 Juta Masyarakat Indonesia Telah Jalani Vaksinasi Lengkap

Kemenkes melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 lengkap pada Kamis (27/1/2022) sebanyak 126,4 juta atau tepatnya 126.413.464.

KESEHATAN | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Lebanon Sepakati Impor Listrik dari Yordania

Lebanon Sepakati Impor Listrik dari Yordania

DUNIA | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings