Menkes: 29 Juta Orang Gunakan Aplikasi PeduliLindungi, 3.830 Positif Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menkes: 29 Juta Orang Gunakan Aplikasi PeduliLindungi, 3.830 Positif Covid-19

Senin, 13 September 2021 | 16:51 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sejak diluncurkan aplikasi PeduliLindungi telah digunakan oleh 2,9 juta orang yang melakukan check in dengan PeduliLindungi. Dari jumlah tersebut, ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam yakni positif Covid-19 dan masih melakukan aktivitas di 6 sektor publik yang terverifikasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

“Orang-orang ini adalah orang-orang yang teridentifikasi positif Covid-19 yang seharusnya tetap di rumah atau di tempat isolasi terpusat dikarantina,” kata Budi pada saat Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (13/9/2021).

Budi menambahkan, dengan hadirnya aplikasi PeduliLindung bisa melacak dan memastikan yang terinfeksi Covid-19 ini segera ditangani untuk isolasi terpusat (isoter) maupun isolasi mandiri (isoman).

Selanjutnya, Budi menjelaskan, aplikasi PeduliLindungi hadir sebagai sarana digital yang bisa membantu mengimplementasikan protokol kesehatan (prokes). Sebab PeduliLindungi sudah dihubungkan secara online dengan database vaksinasi nasional dan laboratorium polymerase chain reaction (PCR)

Dengan begitu, orang yang sudah divaksin dan di-testing PCR positif bisa langsung masuk database ke PeduliLindungi, sehingga pada saat setiap kali melakukan aktivitas yang 6 sektor telah dihubungkan dengan aplikasi akan ketahuan statusnya seperti apa.

“Statusnya akan menentukan, apakah yang bersangkutan boleh masuk atau tidak (ke dalam 6 sektor) itu fungsi skrining PeduliLindungi dan kemudian juga menentukan layanan apa atau hal-hal apa yang mereka boleh lakukan,” ucapnya.

Budi menambahkan, PeduliLindungi ini hadir sebagai fungsi tracing. Pasalnya, ketika seseorang melakukan check in ketahuan riwayat perjalanan dan apabila positif, maka mempercepat tracing kepada kontak erat berada di lokasi yang sama.

Adapun 6 sektor terverifikasi dengan PeduliLindungi meliputi; Pertama, aktivitas perdagangan seperti mal, pasar modern atau toko tradisional.

Kedua, aktivitas transportasi baik itu darat, laut dan udara. Ketiga, aktivitas pariwisata seperti restoran, pertunjukan dan hotel.

Keempat, aktivitas bekerja seperti di kantor maupun di pabrik, termasuk perbankan. Kelima, aktivitas pendidikan mulai dari SD sampai perguruan tinggi, dan Keenam, aktivitas keagamaan.

Budi menegaskan, aktivitas keagamaan menjadi salah satu sektor sangat penting perlu ditingkatkan prokes. Kata dia, lonjakan kasus yang terjadi selama ini biasanya mulai dari dari aktivitas keagamaan. Dalam hal ini, bukan aktivitas keagamaan yang rutin, tetapi aktivitas keagamaan yang besar seperti Hari Raya Natal dan Tahun Baru dan Lebaran.

“Di India juga terjadi lonjakan karena aktivitas keagamaan besar. Bali kenapa (kasus) tidak turun karena banyak aktivitas keagamaan di Bali yang sampai sekarang masih menimbulkan kerumunan. Jadi aktivitas keagamaan itu perlu sekali kita atur protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster baru,” ucapnya.

Adapun beberapa hal yang diatur dalam aktivitas di rumah publik, yakni ventilasi udara, jarak, durasi, masker dan sentuhan. Hal ini baik secara administrasi maupun secara teknis.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

HUT Ke-71 IDI, Wapres Apresiasi Kerja Keras Para Dokter Kendalikan Covid-19

Wapres Ma’ruf Amin mengapresiasi kerja keras seluruh dokter karena dapat mengendalikan kasus penularan Covid-19 di seluruh daerah Indonesia

KESEHATAN | 28 Oktober 2021

Laboratorium Diingatkan Patuhi Batas Tarif Tertinggi Swab PCR yang Ditetapkan Pemerintah

Jika didapati laboratorium menetapkan tarif tes PCR tidak mengikuti ketetapan pemerintah, maka akan dilakukan pembinaan.

KESEHATAN | 28 Oktober 2021

Baru 13 Provinsi dengan Cakupan Vaksinasi Dosis Lengkap di Atas 30%

Hingga saat ini hanya ada 13 provinsi yang cakupan vaksinasinya mencapai di atas 30%.

KESEHATAN | 28 Oktober 2021

Satgas: Mobilitas Meningkat Jadi Dasar Pertimbangan Susun Strategi Periode Natal dan Tahun Baru

Tren mobilitas meningkat menjadi dasar pertimbangan dalam penyusunan strategi untuk mempertahankan penurunan kasus Covid-19 di Natal dan Tahun Baru

KESEHATAN | 28 Oktober 2021

Wiku: Karakteristik Khusus Varian AY.4.2 Masih Diteliti

Varian AY.4.2 bukan varian baru, namun bagian dari varian Delta yang mengalami perubahan atau mutasi tambahan

KESEHATAN | 28 Oktober 2021


12 Juta Vaksin Tiba dalam 3 Hari, Total Vaksin Diterima Indonesia Tembus 300 Juta Dosis

Menurut Usman, lancarnya kedatangan vaksin, membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal.

KESEHATAN | 28 Oktober 2021

Banyak Penolakan, Kemenkes: Swab PCR Tetap Diberlakukan Bagi Penumpang Pesawat

Hingga hari ini pemerintah tetap memberlakukan tes PCR Covid-19 sebagai syarat perjalanan pesawatc

KESEHATAN | 28 Oktober 2021

Update Covid-19: Tambah 723 Kasus Baru, Waspada Gelombang Ketiga

Pemerintah berupaya keras agar masyarakat dapat terlindungi dari ancaman gelombang ketiga Covid-19.

KESEHATAN | 28 Oktober 2021


TAG POPULER

# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Elon Musk


# Putri Mako


# Kapolres Nunukan



TERKINI
Tim Gubernur Anies Baswedan Dikalahkan DPRD DKI 3-0

Tim Gubernur Anies Baswedan Dikalahkan DPRD DKI 3-0

MEGAPOLITAN | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings