Menkes: Manfaat JKN Akan Difokuskan pada Penanganan Promotif dan Preventif
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menkes: Manfaat JKN Akan Difokuskan pada Penanganan Promotif dan Preventif

Kamis, 16 September 2021 | 15:40 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk mengimbangkan belanja kesehatan yang saat ini mencapai Rp 490 triliun per tahun, pihaknya sedang merumuskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tambahan dengan fokus pada aspek promotif dan preventif.

Budi menuturkan, fokus pada tindakan promotif dan preventif karena pembiayaan lebih murah dan memberi kenyamanan pada masyarakat. Sementara saat ini anggaran belanja kesehatan dari Rp 490 triliun, sebanyak Rp 133 triliun fokus untuk perawatan di rumah sakit.

“Saat ini, kami bekerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Keuangan untuk merapikan rencana strategis Kementerian Kesehatan terutama ini disebabkan dengan adanya pandemi memorakporandakan sistem kesehatan dan membuka banyaknya peluang untuk kita melakukan transformasi,” kata Budi pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Kamis (16/9/2021).

Adapun transformasi ini, lanjut Budi, dari sisi pelayanan primer dan dari sistem pembiayaan kesehatan untuk memastikan program JKN ke depannya fokus pada promotif dan preventif.

Selain itu, memastikan perumusan manfaat JKN secara sistematis bisa meningkatkan efektivitas. “Jadi tepat sasaran efisiensi dan juga rasa keadilan dan keberlanjutan dari mekanisme JKN ini,” kata Budi.

Adapun program promotif dan preventif yang dimaksud, yakni fokus peningkatan imunisasi dan proses skrining lebih dini. Misalnya untuk mencegah kanker atau jantung dengan skrining lebih dini tentu akan jauh lebih nyaman dan murah untuk masyarakat.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga mengusulkan agar sistem kapitasi di puskesmas nanti selain berbasis jumlah orang, juga berbasis aktivitas.

"Jadi makin banyak yang divaksin, semakin banyak dapatnya dia. Makin banyak dia mengunjungi ibu dan anak, makin banyak juga dia dapatnya. Makin banyak yang bersangkutan mengawasi pertumbuhan anak untuk stunting, makin banyak juga puskesmas itu akan dapat, sehingga benar-benar nanti arahnya ke aktivitas yang sifatnya promotif dan preventif," papar Budi.

Dengan begitu, lanjut Budi, ada perubahan konsep dasar keperawatan (KDK). Budi menyebutkan, pihaknya sudah melakukan penyusunan naskah akademik dan telah diserahkan kepada BPJS untuk tahap finalisasi.

Selain itu, pihaknya juga berdiskusi dengan organisasi profesi mengenai definisi KDK. Hal ini diharapkan akan tuntas tahun depan.

Adapun kerangka KDK disusun Kementerian Kesehatan memasuki beberapa manfaat tambahan seperti membuat mekanisme urun biaya atau benefit sharing agar bisa melibatkan pihak swasta.

“Jadi misalnya asuransinya di sini bisa di combine benefit-nya dengan asuransi-asuransi swasta supaya nanti secara keseluruhan kita melihat bebannya Rp 490 triliun itu, bisa terintegrasi mana yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan mana yang bisa ditanggung oleh asuransi swasta ya, sehingga bisa seimbang kita juga nanti akan mengatur mengurangi duplikasi,” paparnya.

Penguatan promotif dan preventif yang akan memasukkan KDK yaitu penyuluhan, pencegahan primer, dan pencegahan sekunder. Dalam hal ini, melakukan skrining sehingga mengetahui lebih awal dan biaya jauh lebih murah dan lebih nyaman.

Untuk mendukung promotif dan preventif ini, Budi menyebutkan, saat ini dengan adanya perkembangan teknologi, pihaknya juga memanfaatkan teknologi bidang kesehatan.

Saat ini untuk penanganan Covid-19 telah ada 11 layanan telemedicine serta bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memberi layanan di daerah menggunakan teknologi seperti telepon maupun WhatsApp, sehingga mengurangi pertemuan secara fisik dan untuk memperluas jangkauan meningkatkan pelayanan dan mengurangi biaya layanan kesehatan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi Minta Harga Tes PCR Rp 300.000, Wamenkes: Kami Tindak Lanjuti

Wamenkes, Dante Saksono Harbuwono memastikan Kemenkes akan menindaklanjuti permintaan Presiden Jokowi untuk menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 300.000.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Apresiasi Permintaan Jokowi Turunkan Harga PCR, PAN: Tetapi Belum Selesaikan Masalah

PAN mengapresiasi permintaan Presiden Jokowi untuk menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 300.000, namun penurunan harga itu dinilai tidak menyelesaikan masalah.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Menkes Akui Ada Wacana Vaksin Booster untuk Masyarakat

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui adanya wacana vaksinasi dosis ketiga (vaksin booster) Covid-19 untuk masyarakat

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Menkes: Tak Ada Subsidi Harga Tes PCR

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemerintah tidak akan memberikan subsidi harga tes PCR

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Kasus Covid-19 Melandai, Menkes: Masyarakat Jangan Euforia

Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat Indonesia tidak euforia di tengah penurunan kasus Covid-19

KESEHATAN | 26 Oktober 2021


Jokowi Minta Daerah Waspadai Lonjakan Kasus Sekecil Apa pun dan Kebut Vaksinasi

Presiden Jokowi meminta para kepala daerah mewaspadai kenaikan kasus Covid-19 sekecil apa pun di daerahnya dan mengebut vaksinasi.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Cegah Coronasomnia, Ini Cara Mendapatkan Kualitas Tidur yang Baik

Coronasomnia merupakan istilah baru untuk menggambarkan gangguan sulit tidur seseorang atau insomnia di masa pandemi covid-19.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Cara Mudah Mengatur Pola Makan Sehat untuk Lansia

Penambahan monosodium glutamat (MSG) pada makanan yang dikonsumsi lansia, membuat nafsu makan meningkat.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021

Menkeu: Indonesia Masih Perlu Berjuang Kejar Target Herd Immunity

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah masih berupaya untuk mempercepat target vaksinasi untuk mengejar target herd immunity 70%.

KESEHATAN | 26 Oktober 2021


TAG POPULER

# Fahri Hamzah


# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Mendagri Minta Plt Dirjen Bina Bangda Tuntaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Mendagri Minta Plt Dirjen Bina Bangda Tuntaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

NASIONAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings