Soal Labelisasi Bahaya BPA, Ketua JPKL: Tindakan BPOM Sudah Tepat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Soal Labelisasi Bahaya BPA, Ketua JPKL: Tindakan BPOM Sudah Tepat

Sabtu, 18 September 2021 | 12:28 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasastu.com - Ketua perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) Roso Daras menyayangkan pernyataan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemperin) yang menyebutkan tindakan pelabelan tergesa-gesa, dan seakan menyalahkan pihak BPOM.

Menurut Roso Daras, keputusan BPOM untuk melabeli kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang polikarbonat, dan kemasan makanan dan minuman lainnya, yang mengandung zat BPA untuk tidak dikonsumsi oleh usia rentan yaitu bayi, balita, dan ibu hamil sudah tepat.

Disebutkan Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, pemberian label bertujuan untuk memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat tentang setiap produk pangan olahan yang dikemas sebelum membeli dan/atau mengonsumsi pangan olahan.

Sedangkan menurut SNI 3553 - 2015 Air Mineral yang merupakan revisi SNI 01-3553-2006 Air Minum dalam Kemasan Standar ini dirumuskan dengan tujuan salah satunya melindungi kesehatan dan kepentingan konsumen, dan menjamin perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab.

“Jadi upaya BPOM untuk memberi label pada kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang polikarbonat dan kemasan makanan dan minuman lainnya yang mengandung zat BPA sudah sesuai aturan,” tegas Roso Daras.

Menurutnya adanya rencana labelisasi pada kemasan plastik No.7 yang mengandung zat BPA bukannya tergesa-gesa, akan tetapi cenderung lambat. Sebab segala hal yang menyangkut kesehatan konsumen apalagi buat bayi, balita dan janin harus disegerakan karena demi melindungi bayi dan anak- anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.

Apalagi menyangkut usulan pelabelan pada galon guna ulang agar tidak dikonsumsi bayi, balita dan ibu hamil juga sudah disampaikan kepada Kemperin.

" JPKL sudah berkirim surat ke Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemperin. Akan tetapi jangankan dibalas, dikabari surat itu sampai saja tidak. Mereka seakan tidak mengikuti perkembangan di masyarakat dan dunia kesehatan yang berkaitan dengan bahan baku untuk keperluan industri, yang mana saat ini sedang dikaji peraturan pelabelan terhadap kemasan plastik yang mengandung zat BPA. Apalagi di beberapa negara maju Eropa, Amerika dan Asia telah mengatur ketat zat BPA ini. Selain itu berbagai pihak mendesak BPOM segera melabeli galon guna ulang sehingga tidak dikonsumsi oleh bayi, balita dan ibu hamil, karena dapat mengganggu kesehatan di kemudian hari" ungkap Roso Daras.

Menurut Roso Daras, pemberian label pada kemasan plastik dengan kode No.7 yang mengandung zat BPA, hampir sama seperti yang sudah dilakukan pada produk susu kental manis dan produk rokok.

"Jadi jangan menyikapi terlalu berlebihan seolah JPKL meminta menarik atau melarang peredaran kemasan plastik dengan kode No.7 yang mengandung zat BPA dari peredaran. Konsumen hanya menginginkan adanya label peringatan konsumen yang informatif," tandas Roso Daras.

Selain itu, masing-masing pihak bekerja sesuai tupoksinya, BPOM memang sebagai regulator. Tidak ada yang salah apa yang akan diputuskan BPOM. BPOM terdiri orang - orang yang kapabel untuk mengurus peredaran obat-obatan, makanan dan minuman, tentu sudah dipertimbangkan secara matang.

Selama ini BPOM juga melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait dan ilmuwan peneliti terbaik untuk langkah - langkah yang harus dilakukan.

" Jadi saya melihat Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemperin yang tidak mengikuti dengan seksama, proses usulan pelabelan sudah lama, dan bukan oleh JPKL saja yang menyuarakan," tutup Roso Daras.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Vaksin HPV Domestik Tiongkok Dapat Prakualifikasi WHO

Cecolin, vaksin HPV pertama yang dikembangkan Tiongkok telah mendapat prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

KESEHATAN | 18 Oktober 2021


Terinspirasi Umur Panjang Penduduk Okinawa, Biogreen Gandeng API Ciptakan Kiseki

Kiseki diformulasikan untuk mempertahankan keremajaan tubuh secara keseluruhan agar bisa terus bekerja optimal tanpa terpengaruh usia.

KESEHATAN | 18 Oktober 2021

Pemerintah Siapkan 5 Langkah Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Pemerintah telah menyiapkan lima langkah untuk menghadapi potensi gelombang ketiga Covid-19 di Tanah Air yang diprediksi terjadi di akhir tahun 2021

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Satgas: Waspadai Potensi Penularan Covid-19

Wiku Adisasmito meminta kewaspadaan terhadap potensi penularan Covid-19 harus selalu dijaga

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Ingatkan Pandemi Covid-19, Zubairi Djoerban: Kita Mudah Lupa

Prof Zubairi Djoerban mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa dengan situasi dan kondisi di awal pandemi Covid-19

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Update Covid-19: Menurun Drastis, Kematian Hari Ini 19 Jiwa

Kasus kematian pada hari ini menurun drastis sebanyak 19 jiwa dibandingkan kemarin sejumlah 44 pasien.

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Preskom Siloam John Riady: Setelah Pandemi Banyak Pasien Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri

Preskom Siloam John Riady menyatakan setelah pandemi Covid-19 banyak pasien Indonesia tak lagi berobat ke luar negeri.

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Orang tua harus memantau pertumbuhan anak dengan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Gandeng Pertamina Retail, Antis Edukasi Pengendara Jaga Protokol Kesehatan

Hand sanitizer, Antis menggandeng PT Pertamina Retail mengedukasi pengendara agar menjaga protokol kesehatan.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
Ketua Komisi X Sayangkan Sanksi WADA Tak Diseriusi Kemenpora

Ketua Komisi X Sayangkan Sanksi WADA Tak Diseriusi Kemenpora

OLAHRAGA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings