Tren Kasus Covid-19 Global Tak Memberi Dampak Signifikan pada Perkembangan di Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tren Kasus Covid-19 Global Tak Memberi Dampak Signifikan pada Perkembangan di Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 22:10 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 global tidak memberi dampak signifikan terhadap perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Hal ini disampaikan Wiku, berdasarkan pola perkembangan kasus Covid-19 Indonesia dan dunia sejak awal pandemi. Dikatakannya, pada lonjakan kasus pertama Indonesia maupun dunia sama-sama mengalami pada periode Natal dan Tahun Baru yakni Januari 2021 lalu.

Namun, dunia mengalami gelombang kedua lebih cepat dibandingkan Indonesia, yaitu April 2021 lalu, sedangkan Indonesia baru menyusul gelombang kedua pada Juli 2021.

“Selang 3 bulan dari second wave dunia. Saat dunia sedang mengalami second wave, Indonesia justru sedang mengalami titik terendah kasus mingguan. Pada saat Indonesia kasusnya mulai meningkat, justru dunia sedang mengalami penurunan sebelum akhirnya kembali meningkat dan mencapai third wave (gelombang ketiga, red),” kata Wiku pada konferensi pers virtual tentang “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia”, Selasa (21/9/2021).

Ia menyebutkan, dari perbandingan pola kasus antara dunia dan Indonesia dapat diambil pelajaran bahwa adanya lonjakan kasus di Indonesia pada Juli 2021 lalu tidak berkontribusi signifikan terhadap kasus dunia. Mengingat pada waktu yang sama, dunia tengah mengalami penurunan kasus.

Hal sebaliknya juga, ketika lonjakan kasus terjadi di tingkat global dan beberapa negara tidak memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kasus di Indonesia.

“Terbukti dengan kasus Covid-19 yang melandai saat kasus di negara lain melonjak. Hal ini dapat terjadi karena upaya penjagaan batas negara yang ketat, sehingga importasi kasus dari negara-negara yang sedang mengalami lonjakan kasus dapat ditekan seminimal mungkin,” ucapnya.

Selanjutnya, Wiku menjelaskan, lonjakan kasus di Indonesia pada Juli 2021 lalu, tidak disebabkan oleh naiknya kasus global atau datang dari negara lain, melainkan dari dalam Indonesia sendiri.

Dalam hal ini, ada beberapa faktor internal penyebab kenaikan kasus dan penyebaran virus adalah meningkatnya mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat yang terjadi bersamaan pada periode mudik Idulfitri serta sikap mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Selain itu, lanjut Wiku, dengan pola kenaikan kasus di Indonesia yang relatif lebih lambat dari kenaikan kasus dunia tentunya Indonesia perlu mewaspadai kondisi dunia yang saat ini tengah mengalami gelombanga ketiga.

“Pada pola second wave di mana terdapat jeda 3 bulan, perlu kita antisipasi mengingat dalam 3 bulan ke depan kita akan memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru 2022, yang artinya potensi kenaikan kasus semakin meningkat,” ucapnya.

Untuk itu, belajar dari peningkatan kasus pada gelombang pertama dan kedua yang telah berhasil Indonesia lewati, maka harus semakin tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Perlu dipahami bahwa mobilitas penduduk dan aktivitas masyarakat dengan mengabaikan protokol kesehatan menjadi penyumbang terbesar terjadinya lonjakan kasu. Apa pun varian mutasi virus yang ada,” paparnya.

Wiku juga menyebutkan, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah cara mempertahankan kondisi ideal saat ini hingga Indonesia dan dunia terbebas dari pandemi dan memasuki endemi Covid-19.

“Seperti kita alami bersama, lonjakan kasus kedua pada bulan Juli lalu, telah memberikan banyak pelajaran. Salah satunya adalah penanganan Covid-19 pada saat lonjakan kasus tentunya lebih mahal, lebih lama dan lebih memakan korban,” ucapnya.

Ia menegaskan, upaya perlu dilakukan dengan melanggengkan tren penurunan kasus selama mungkin dengan cara tetap mematuhi prokes, tidak lengah dan tidak menyepelekan Covid-19 meskipun kasus telah turun drastis.

“Ingat lonjakan kasus terjadi ketika mulai lengah dan menganggap kondisi sudah aman, sehingga di situlah peluang virus Covid-19 menyebar kembali dan meningkat,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Puan Dukung Cuti Cuti Bersama Natal Dihapus untuk Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Puan mengatakan, gelombang kedua Covid-19 pascalibur Lebaran 2021 yang lalu harus menjadi pelajaran penting buat semua.

KESEHATAN | 27 Oktober 2021


Menkominfo: Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19

Menteri Komunikasi dan Informatika(Menkominfo) Johnny G Plate mengingatkan kepala daerah supaya waspada kenaikan kasus Covid-19

KESEHATAN | 27 Oktober 2021

Peningkatan Penumpang Pesawat Jadi Pertimbangan Kebijakan Tes PCR

Peningkatan jumlah penumpang penerbangan menjadi dasar pertimbangan pemerintah menetapkan tes PCR sebagai syarat perjalanan

KESEHATAN | 27 Oktober 2021

Kemenkes: Laboratorium Langgar Harga Tes PCR, Dicabut Izin Operasionalnya

Apabila laboratorium masih tidak mengikuti aturan yang ditetapkan maka sanksi terakhir adalah penutupan laboratorium dan pencabutan izin operasional

KESEHATAN | 27 Oktober 2021

Kebut Vaksinasi Luar Jawa-Bali, Peran Swasta Dibutuhkan

Percepatan vaksinasi Covid-19 di luar Jawa dan Bali membutuhkan dukungan pelaku usaha.

KESEHATAN | 27 Oktober 2021

Update Covid-19: Hari Ini 29 Pasien Meninggal

Data yang dilansir Kemenkes, Rabu (27/10/2021) pukul 12.00 WIB, ada 29 pasien yang meninggal karena Covid-19

KESEHATAN | 27 Oktober 2021

Kemenkes Tetapkan Harga Tes PCR Rp 275.000-Rp 300.000

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menetapkan harga swab tes PCR Rp 275.000 untuk Jawa-Bali dan Rp 300.000 untuk luar Jawa-Bali.

KESEHATAN | 27 Oktober 2021

Bappenas Dorong Keterlibatan Kaum Muda dalam Upaya Perbaikan Gizi

Bappenas mengingatkan pentingnya keterlibatan kaum muda dalam upaya perbaikan gizi untuk mempercepat progam penurunan stunting.

KESEHATAN | 27 Oktober 2021

Sulit Tidur Nyenyak di Masa Pandemi? Ini Solusinya

Tidur berkualitas menjadi sarana paling tepat untuk menjaga imun tubuh di masa pandemi covid-19.

KESEHATAN | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Upah Minimum


# Anies Baswedan


# Timnas U-23


# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta



TERKINI
Menaker: ADD Keempat Hasilkan Lima Rekomendasi Terkait Pekerja Migran

Menaker: ADD Keempat Hasilkan Lima Rekomendasi Terkait Pekerja Migran

EKONOMI | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings