Indonesia Kembali Dapatkan 2 Juta Dosis Vaksin Sinovac
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia Kembali Dapatkan 2 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Jumat, 24 September 2021 | 21:13 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia kembali menerima kedatangan 2 juta vaksin Covid-19 Sinovac hari ini, Jumat (24/9/2021). Kedatangan vaksin ini terdiri dari 2 tahap yaitu tahap 78 dan 79 dengan masing-masing 1 juta dosis

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi mengatakan, kedatangan tahap ke-78 dari Pemerintah Tiongkok, sedangkan tahap 79 adalah 1 juta dosis vaksin donasi dari Sinovac.

Dengan demikian, secara total jumlah vaksin yang sudah hadir di Indonesia dalam bentuk bahan baku (bulk)dan jadi adalah 273.639.790 dosis.

Retno menyampaikan keprihatinan dunia terkait adanya kesenjangan akses vaksin Covid-19, serta fakta bahwa dari lebih 6 miliar dosis vaksin yang telah disuntikkan di seluruh dunia, 80% diantaranya dilakukan oleh negara berpenghasilan tinggi dan di atas menengah.

“Presiden RI di hadapan SMU (Sidang Majelis Umum, red.) PBB ke-76 juga mengangkat keprihatinan tersebut. Presiden mengatakan pemulihan ekonomi hanya dapat dilakukan jika kita dapat mengatasi pandemi bersama. Dan pandemi hanya akan dapat diatasi jika kita dapat mempersempit ketimpangan akses terhadap vaksin,” ujar Menlu melalui keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (24/9/2021).

Menurut Menteri Retno, pesan disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam KTT Global Summit to End Covid-19 Pandemic pada 22 September lalu ini diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertujuan untuk menggalang dukungan dan melakukan rencana aksi nyata untuk mewujudkan ketersediaan tambahan 7 miliar dosis vaksin pada akhir 2021 serta 7 miliar dosis berikutnya pada pertengahan 2022.

Dalam konferensi tersebut, ujarnya, Jokowi mengatakan ketimpangan vaksin antara negara harus diatasi melalui Covax Facility, kerja sama dose-sharing, dan peningkatan akses yang merata terhadap vaksin.

“Politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri. Solidaritas dan kerjasama merupakan kunci untuk dunia keluar dari pandemi, pulih bersama,” tegas Menlu.

“Mesin diplomasi kita terus bekerja menjalin kerja sama dalam berbagai bentuk agar kebutuhan vaksin kita tercukupi,” tambahnya.

Untuk itu, menyambut donasi vaksin yang diterima Indonesia, Menlu juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Tiongkok, perusahaan Sinovac dan juga Red Cross Society Tiongkok dalam mendukung ketersediaan vaksin di Tanah Air.

Sementara itu, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian menyampaikan bahwa donasi vaksin tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Tiongkok bagi Indonesia dalam memerangi pandemi Covid-19, menyusul bantuan 120 ventilator, 400 oksigen generator dan peralatan kesehatan lainnya pada Agustus lalu.

“Di bawah kepemimpinan kuat Presiden Joko Widodo serta kerja sama seluruh bangsa Indonesia, kami percaya Indonesia akan segera dapat mengalahkan pandemi dan memulihkan perekonomian,” tutur Xiao Qian.

Sejak pandemi bermula, Indonesia dan Tiongkok telah melakukan berbagai kerja sama penanggulangan Covid-19, terutama terkait penyediaan vaksin. Hingga saat ini, Sinovac dan Sinopharm telah mengekspor 215 juta dosis vaksin ke Indonesia.

Ia mengatakan, Tiongkok juga secara aktif mendukung Indonesia dalam pembangunan regional vaccine manufacture hub (pusat pembuatan vaksin regional) dan meyakini bahwa dalam waktu dekat Indonesia tidak hanya akan dapat memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri, melainkan juga mengekspor vaksin ke negara-negara tetangga.

Xiao Qian menegaskan, pihaknya akan terus mendukung Indonesia dalam menanggulangi pandemi. Pasalnya, selain 1 juta dosis, akan ada vaksin tambahan sebanyak 1 juta dosis.

Berikut data kedatangan vaksin Covid-19 di Indonesia:

1. Vaksin Sinovac tahap pertama tiba pada 6 Desember 2020 sebanyak 1,2 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi.

2. Vaksin Sinovac tahap kedua tiba pada 31 Desember 2020 sebanyak 1,8 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi.

3. Vaksin Sinova tahap ketiga tiba pada 12 Januari 2021 sebanyak 1,5 juta dosis bentuk setengah jadi dan 15 juta dosis bahan baku.

4. Vaksin Sinovac tahap keempat tiba pada 2 Februari 2021 sebanyak 1 juta dosis dalam bentuk setengah dan 10 juta dosis bahan baku.

5. Vaksin Sinovac tahap kelima tiba pada 2 Maret 2021 sebanyak 10 juta dalam bentuk bahan baku.

6. Vaksin Astrazeneca tahap keenam tiba pada 8 Maret 2021 sebanyak 1.113.600 dosis dalam bentuk jadi.

7. Vaksin Sinovac tahap ketujuh tiba pada 25 Maret 2021 sebanyak 16 juta dalam bentuk bahan baku.

8. Vaksin Sinovac tahap kedelapan tiba pada 18 April 2021 sebanyak 6 juta dalam bentuk bahan baku.

9. Vaksin Astrazeneca tahap kesembilan tiba pada 26 April 2021 sebanyak 3.852.000 juta dosis dalam bentuk jadi.

10. Vaksin Sinovac tahap ke-10 tiba pada 30 April 2021 sebanyak 6.000.000 dosis dalam bentuk bahan baku dan vaksin Sinopharm sebanyak 482.400 dosis dalam bentuk jadi.

11. Vaksin Sinopharm tahap ke-11 tiba pada 1 Mei 2021 sebanyak 500.000 dosis dalam bentuk jadi.

12. Vaksin Astrazeneca dari Covax Facility pada tahap ke-12 tiba pada 8 Mei 2021 sebanyak 1.389.600 dosis dalam bentuk jadi.

13. Vaksin Sinovac tahap ke-13 tiba pada 25 Mei 2021 sebanyak 8 juta dosis dalam bentuk bahan baku.

14. Vaksin Sinovac tahap ke-14 tiba pada 31 Mei 2021 sebanyak 8 juta dosis dalam bentuk bahan baku.

15. Vaksin Astrazeneca tahap ke-15 tiba pada 5 Juni 2021 sebanyak 313.100 dosis dalam bentuk jadi.

16. Vaksin Astrazeneca tahap ke-16 tiba pada 10 Juni 2021 sebanyak 1.504.800 juta dosis dan vaksin Sinopharm tiba pada 11 Juni sebanyak 1 juta dosis dalam bentuk jadi.

17. Vaksin Sinovac tahap ke-17 tiba pada 20 Juni 2021 sebanyak 10 juta dosis dalam bentuk bahan baku.

18. Vaksin Sinovac tahap ke-18 tiba pada 30 Juni 2021 sebanyak 14 juta dosis dalam bentuk bahan baku.

19. Vaksin Astrazeneca tahap ke-19 tiba pada 1 Juli 2021 sebanyak 998.400 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

20. Vaksin Moderna tahap ke-20 tiba pada 11 Juli 2021 sebanyak 3.000.060 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

21. Vaksin Sinovac tahap ke-21 tiba pada 12 Juli 2021 sebanyak 10.280.000 dalam bentuk bahan baku.

22. Vaksin Sinopharm tahap 22 tiba pada 13 Juli 2021 sebanyak 1.408.000 juta dosis dalam bentuk jadi.

23. Vaksin Astrazeneca tahap ke-23 tiba pada 13 Juli 2021 sebanyak 3.476.400 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

24. Vaksin Moderna tahap ke-24 tiba pada 15 Juli 2021 sebanyak 1.500.100 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi.

25. Vaksin Astrazeneca tahap ke-25 tiba pada 15 Juli 2021 sebanyak 1.162.840 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

26. Vaksin Astrazeneca tahap ke-26 tiba pada 16 Juli 2021 dalam bentuk 1.041.400 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

27. Vaksin Sinopharm tahap ke-27 tiba pada 17 Juli 2021 sebanyak 1,4 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi.

28. Vaksin Sinopharm tahap ke-28 tiba pada 19 Juli 2021 sebanyak 1,184 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi.

29. Vaksin Sinovac tahap ke-29 tiba pada 22 Juli 2021 sebanyak 8 juta dosis dalam bentuk bahan baku.

30. Vaksin Sinovac tahap ke-30 tiba pada 27 Juli 2021 sebanyak 21,2 juta dosis dalam bentuk bahan baku

31. Vaksin Sinopharm tahap ke-31 tiba pada 30 Juli sebanyak 1,5 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi

32. Vaksin Moderna tahap ke-32 tiba pada 1 Agustus sebanyak 3,5 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi

33. Vaksin Astrazeneca tahap ke-33 pada 1 Agustus sebanyak 620.000 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

34. Vaksin Sinopharm tahap ke-34 pada 3 Agustus sebanyak 500.000 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

35. Vaksin Astrazeneca tahap ke-35 pada 6 Agustus sebanyak 594.200 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

36. Vaksin Sinovac tahap ke-36 pada 13 Agustus sebanyak 5.000.000 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

37. Vaksin Sinovac tahap ke-37 pada 16 Agustus 2021 sebanyak 5.000.000 dalam bentuk vaksin jadi

38. Vaksin Pfizer tahap ke-38 pada 19 Agustus 2021 sebanyak 1.560.780 dosis dalam bentuk bahan jadi

39. Vaksin Astrazeneca tahap ke-39 pada 19 Agustus 2021 sebanyak 450.000 dosis dalam bentuk bahan jadi

40. Vaksin Astrazeneca tahap ke-40 pada 20 Agustus 2021 sebanyak 567.500 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

41. Vaksin Sinovac tahap ke-41 pada 20 Agustus 2021 sebanyak 5 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi.

42. Vaksin Sinovac tahap ke-42 pada 23 Agustus 2021 sebanyak 5 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi.

43. Vaksin Sinovac tahap ke-43 pada 27 Agustus 2021 sebanyak 5 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi.

44. Vaksin Astrazeneca tahap ke-44 pada 27 Agustus 2021 sebanyak 1.086.000 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

45. Vaksin Sinovac tahap ke-45 pada 30 Agustus 2021 sebanyak 9,2 juta dosis dalam bentuk bahan baku.

46. Vaksin Astrazeneca tahap ke-46 pada 1 September 2022 sebanyak 583.400 dalam bentuk vaksin jadi.

47. Vaksin Pfizer tahap ke-47 pada 2 September 2021 sebanyak 1.195.740 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

48. Vaksin Astrazeneca tahap ke-48 pada 2 September 2021 sebanyak 500.000 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

49. Vaksin Astrazeneca tahap ke-49 pada 4 September 2021 sebanyak 207.000 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

50. Vaksin Sinovac tahap ke-50 pada 6 September 2021 sebanyak 5.000.000 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

51. Vaksin Astrazeneca tahap ke-51 pada 8 September 2021 sebanyak 500.000 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

52. Vaksin Pfizer tahap ke-52 pada 10 September 2021 sebanyak 639.990 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

53. Vaksin Astrazeneca tahap ke-53 pada 10 September 2021 sebanyak 615.000 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

54. Vaksin Sinovac tahap ke-54 pada 10 September 2021 sebanyak 3.079.000 dalam bentuk vaksin jadi.

55. Vaksin Astrazeneca tahap ke-55 pada 10 September 2021 sebanyak 358.700 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

56. Vaksin Johnson & Johnson pada 11 September 2021 sebanyak 500.000 dosis vaksin jadi

57. Vaksin Sinovac pada 11 September 2021 sebanyak 2.075.000 dosis vaksin jadi

58. Vaksin Sinovac tahap ke--58 pada 12 September 2021 sebanyak 2.296.960 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

58. Vaksin Sinovac tahap ke-59 pada 13 September 2021 sebanyak 5.000.000 dosis dalam bentuk vaksin jadi.

60. Vaksin Sinovac tahap ke-60 pada 13 September 2021 sebanyak 2.295.680 dosis vaksin jadi.

61. Vaksin Sinovac tahap ke-61 pada 14 September 2021 sebanyak 1.808.040 dosis vaksin jadi.

62. Vaksin Pfizer tahap ke-62 pada 15 September 2021 sebanyak 274.950 dosis vaksin jadi.

63. Vaksin Pfizer tahap ke-63 pada 16 September 2021 sebanyak 1.643.850 dosis vaksin jadi.

64. Vaksin Astrazeneca tahap ke-64 pada 16 September 2021 sebanyak 968.360 dosis vaksin jadi.

65. 65. Vaksin Pfizer tahap ke-65 pada 16 September 2021 sebanyak 877.500 dosis vaksin jadi.

66. Vaksin Pfizer tahap ke-66 pada 17 September 2021 sebanyak 1.755.000 dosis vaksin jadi.

67. Vaksin Astrazeneca tahap ke-67 pada 17 September 2021 sebanyak 968.360 dosis vaksin jadi.

68. Vaksin Sinovac tahap ke-68 pada 17 September 2021 sebanyak 5 juta vaksin jadi.

69. Vaksin Pfizer tahap ke-69 pada 19 September 2021 sebanyak 1.140.750 dosis vaksin jadi.

70. Vaksin Sinovac tahap ke-70 pada 20 September 2021 sebanyak 5 juta dosis vaksin jadi.

71. Vaksin Sinovac tahap ke-71 pada 21 September 2021 sebanyak 5 juta dosis vaksin jadi

72. Vaksin Sinopharm tahap ke-72 pada 21 September 2021 sebanyak 200.000 dosis vaksin jadi.

73. Vaksin Astrazeneca tahap ke-73 pada 22 September 2021 sebanyak 684.900 dosis vaksin jadi.

74. Vaksin Pfizer tahap ke-74 pada 23 September 2021 sebanyak 310.050 dosis vaksin jadi.

75. Vaksin Pfizer tahap ke-75 pada 23 September 2021, sebanyak 871.650 dosis vaksin jadi.

76. Vaksin Astrazeneca tahap ke-76, pada 23 September 2021, sebanyak 1.236.480 dosis vaksin jadi.

77. Vaksin Pfizer tahap ke-77 pada 23 September 2021 sebanyak 986.310 dosis vaksin jadi.

78. Vaksin Sinovac tahap ke-78 pada 24 September 2021 sebanyak 1 juta dosis vaksin jadi

79. Vaksin Sinovac tahap ke-79 pada 24 September 2021 sebanyak 1 juta dosis vaksin jadi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Prokes Menuju Endemi: Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi

Memasuki masa transisi Covid-19 dari pandemi menjadi endemi, pemerintah pun menguatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat dari hulu ke hilir.

KESEHATAN | 21 Oktober 2021

Politikus PKB Tolak Aturan Penumpang Pesawat Wajib Tes PCR

Politikus PKB Neng Eem Marhamah Zulfah Hiz menolak aturan penumpang pesawat wajib tes PCR.

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

Rhea Health Tone Diproduksi di Indonesia

Rhea Indonesia memperkenalkan inovasi Rhea Health Tone yang berasal dari ekstrak tanaman herbal alami.

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

Tokocrypto Salurkan Donasi untuk Tenaga Kesehatan Tanggulangi Covid-19

Lelang amal Tokocrypto yang bekerjasama dengan BenihBaik.com ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 76.600.015.

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

Indonesia Terima Bantuan Vaksin Covid-19 dari Australia dan Jepang

Jenis vaksin Covid-19 yang diterima dari Australia dan Jepang adalah Astrazeneca.

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

Update Covid-19: Total Vaksinasi Tembus 175 Juta

Cakupan vaksinasi total (1, 2, dan 3) pada hari ini, Rabu (20/10/2021) telah mencapai 175.503.879 suntikan.

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

Masih Dibahas, Syarat Perjalanan Pesawat Domestik Belum Berubah

Hasil negatif Covid-19 dengan tes antigen tetap diakui untuk perjalanan domestik dengan transportasi udara di antara bandara-bandara di Jawa dan Bali.

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

Epidemiolog Anggap Tes PCR Sebagai Syarat Pelaku Perjalanan Tidak Tepat

Pemerintah saat ini mewajibkan semua calon penumpang pesawat untuk melakukan tes PCR H-2 kendati sudah divaksinasi lengkap.

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

Satgas Covid-19 Imbau Pemda Tingkatkan Pengawasan Protokol Kesehatan

Pemda diminta meningkatkan pengawasan protokol kesehatan guna mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19.

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

Satgas Janji Jelaskan Aturan Mengapa Penumpang Pesawat Wajib PCR dan Angkutan Darat Tidak

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito berjanji bakal memberikan penjelasan detail besok, Kamis (21/10/2021).

KESEHATAN | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Losmen Bu Broto


# Pedang Perang Salib


# Syarat Perjalanan Domestik


# Aipda Ambarita


# Anies Baswedan



TERKINI
Inflasi Inggris Turun, Suku Bunga Diperkirakan Naik

Inflasi Inggris Turun, Suku Bunga Diperkirakan Naik

DUNIA | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings