Survei: Sebagian Besar Masyarakat Tidak Setuju Perpanjangan PPKM
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Survei: Sebagian Besar Masyarakat Tidak Setuju Perpanjangan PPKM

Minggu, 26 September 2021 | 18:36 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan sebanyak 64,3% masyarakat menyatakan tidak setuju atau kurang setuju jika kebijakan pemberlakuan pembatasan kebijakan masyarakat (PPKM) diperpanjang. Sebaliknya, hanya ada sekitar 26,5% setuju perpanjangan PPKM.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan dari hasil survei yang dilakukan pihaknya, ada sebanyak 91,8% masyarakat mengetahui mengenai kebijakan PPKM Darurat dalam upaya pemerintah menekan penularan Covid-19.

Lalu, ketika ditanyakan apakah setuju PPKM dikeluarkan pemerintah, sebanyak 51,4% masyarakat menyatakan setuju dan 45% menyatakan tidak setuju.

“Jadi ini menunjukkan bahwa masyarakat ketika ditanya soal PPKM, setuju atau tidak setuju, yang mereka pahami itu dimensi ekonominya. Tetapi mereka tidak menolak bahwa PPKM mempunyai efek positif dari dimensi kesehatan,” kata Burhanuddin Muhtadi dalam acara Rilis Temuan Survei Nasional: “Evaluasi Publik terhadap Penanganan Pandemi, Pelaksanaan Demokrasi dan Isu-isu Terkini”, Minggu (26/9/2021).

Hasil positif juga diberikan masyarakat ketika ditanyakan PPKM berhasil mengurangi tingkat penularan Covid-19, sebanyak 60,3% percaya dan 4,6% sangat percaya. Sedangkan yang kurang percaya sebanyak 27,6% dan tidak percaya sama sekali sebanyak 1,6 percaya.

Bahkan ada sebanyak 57,2% masyarakat yang percaya dan 4,4% yang sangat percaya PPKM mampu mengurangi angka kematian. Sedangkan hanya 27,2% yang kurang percaya dan 2,4% yang tidak percaya sama sekali PPKM dapat mengurangi angka kematian Covid-19.

Namun meski mayoritas masyarakat mendukung pelaksanaan PPKM, tetapi sebanyak 64,3% masyarakat dari Sabang sampai Merauke menyatakan tidak setuju sama sekali atau kurang setuju PPKM diperpanjang. Hanya 26% yang menyatakan setuju.

“Bagi masyarakat yang setuju diperpanjang, sebagian besar alasannya kesehatan, memutus mata rantai penularan, mengurangi tingkat kematian. Sementara, bagi masyarakat yang tidak setuju, sebagian besar alasannya ekonomi, mata pencaharian atau pendapatan berkurang.

“Jadi mereka mengapresiasi kinerja pemerintah dalam melakukan PPKM tapi di sisi lain pemerintah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat ketika mereka diminta untuk stay at home. Jadi kalau tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama kelas menengah bawah ya jangan dilarang mereka untuk bekerja di luar rumah,” terang Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin melanjutkan, bila dilihat dari segmen demografi, kelompok yang menyatakan tidak setuju dengan kebijakan PPKM Darurat lebih banyak dari kelompok laki-laki, usia cenderung lebih muda, etnis Betawi, Minang, Bugis dan Melayu, pendidikan dan pendapatan semakin rendah, kalangan kerah biru, warga perkotaan, wilayah Sumatera, DKI, Jateng DIY dan Kalimantan, dan yang cenderung tidak puas atas kinerja Presiden.

“Kebanyakan warga percaya kebijakan PPKM Darurat berhasil mengurangi resiko tertular dan kematian akibat wabah, kecuali kelompok etnis Minang dan Melayu, profesi lainnya, dan terutama di wilayah DKI dan Kalimantan. Sementara dukungan agar PPKM Darurat diperpanjang, mayoritas hampir di tiap kelompok sosio-demografi warga tidak setuju, kecuali warga wilayah Maluku Papua,” jelas Burhanuddin Muhtadi.

Selanjutnya, ada sebanyak 58,2% masyarakat menyatakan pembatasan kegiatan masyarakat sangat merugikan ekonomi rakyat sehingga kondisi perekonomian semakin sulit untuk bangkit kembali. Lalu ada 31,3% yang menyatakan PPKM bertujuan untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19.

Selain itu, sebanyak 67,3% masyarakat menyatakan pembatasan sosial tidak perlu dilakukan lagi, karena sudah saatnya warga harus menjaga kesehatan diri dan keluarga masing-masing. Dan mayoritas warga, 53,1%, menilai ke depan protokol kesehatan 3M tetapi diterapkan secara ketat. Meski angka penularan saat ini sudah menurun dan semakin banyak warga yang sudah divaksinasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

SehatQ Sediakan Layanan Kesehatan untuk Karyawan Perusahaan

Setelah sukses dengan model bisnis B2C, startup di bidang teknologi kesehatan SehatQ memutuskan untuk mengembangkan bisnis ke arah korporasi atau B2B.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

ITAGI Pertimbangkan Booster Berplatform mRNA untuk Peserta Umrah

Sri mengatakan Pemerintah Arab Saudi menggunakan platform vaksin yang sama dengan Indonesia yakni virus utuh yang dimatikan.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021


Mengenal Gejala dan Penyebab Epidermolisis Bulosa

Epidermolysis Bullosa (Epidermolisis Bulosa) dikenal dengan penyakit kulit langka yang ditandai dengan kerapuhan kulit dan mukosa (kulit halus).

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Kemenkes: 58 Juta Orang Gunakan Aplikasi PeduliLindungi untuk Beraktivitas

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga hari ini, Selasa (19/10/2021) telah mencapai 58 juta pengguna aplikasi PeduliLindungi

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Desember, Satgas: Perlu Pengetatan Aktivitas

Pengetatan ini menyusul ancaman gelombang ketiga Covid-19 yang sangat berpotensi terjadi musim libur akhir tahun ini.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Hari Libur Memperingati Maulid Nabi, Satgas Ingatkan Pemda Cegah Kerumunan

Alexander mengimbau masyarakat untuk tidak beruforia karena ancaman penularan Covid-19 masih berada di sekitarnya.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Vaksinasi Lansia Masih Lambat, Ini Salah Satu Penyebabnya

Vaksinasi Covid-19 lansia sampai hari ini, Selasa (19/10/2021) baru 7,7 juta atau 35,86% yang mendapat vaksin dari 21,5 juta.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Pengunjung Mal Terdekteksi Covid-19, Satgas: Penyelenggara Siapkan Tim Respons

Pusat perbelanjaan atau Mal diminta menyiapkan tim respons jika ada pengunjung yang terdeteksi aplikasi PeduliLindungi belum divaksin atau terkonfirmasi positif

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Indonesia Kembali Sambut Dukungan Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Jepang

Sampai saai Indonesia telah menerima sebanyak 285.300.400 dosis vaksin Covid-19 baik dalam bentuk bahan baku (bulk) maupun bentuk jadi.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Liga Champions


# Singapura


# PPKM



TERKINI
Potensi Pasar Tanaman Hias di Dunia Capai Rp 3.000 Triliun

Potensi Pasar Tanaman Hias di Dunia Capai Rp 3.000 Triliun

EKONOMI | 21 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings