Menkes: Presiden Minta Implementasi PTM Terbatas Dikaji Kembali
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menkes: Presiden Minta Implementasi PTM Terbatas Dikaji Kembali

Senin, 27 September 2021 | 22:55 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan kepadanya dan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim agar mengkaji kembali implementasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di berbagai sekolah.

Menkes Budi menjelaskan, pihaknya akan memfokuskan pada strategi surveilans atau deteksi dalam evaluasi pelaksanaan aktivitas pembelajaran tatap muka terbatas untuk menghindari munculnya klaster Covid-19 di sekolah.

“Karena kebetulan ini mulai secara masif dan kita sadar harus melakukan PTM ini karena banyak term disbenefit kalau kita tunda, makanya kita fokus sekali melakukan advance surveillance untuk aktivitas PTM,” jelas Menkes Budi saat rapat terbatas evaluasi PPKM secara virtual, Senin (27/9/2021).

Menkes pun membantah kabar terkait banyaknya klaster sekolah yang muncul saat dilaksanakan kembali PTM terbatas. Menurutnya, dari data sampel yang diambil justru menunjukan jumlah klaster sekolah yang lebih sedikit.

Ia menjelaskan, pihaknya melakukan sampling di sejumlah sekolah di Jakarta dan Semarang. Dari beberapa sekolah di Jakarta, terdapat sekitar 80-90 subjek dites Covid-19 dan di Semarang sebanyak 258 subjek yang dites. Dari sampling tersebut menunjukan hasil yang beragam.

Menurut dia, ditemukan kasus di sekolah dalam survei tersebut angkanya terhitung kecil. Artinya, kata dia, tidak terjadi klaster atau penyebaran di sekolah.

“Karena klaster itu kita definisikan kalau penyebaran terjadi di sekolah. Misalnya SDN Rawasari 30 orang di-swab yang positif cuma 1 ya pasti itu bukan klaster. Kemungkinan besar itu misalnya SMP PGRI 20 Duren sawit dari 266, 21 positif nah itu kemungkinan besar klaster. Tapi kalau cuma satu orang itu tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkes Budi pun menegaskan bahwa PTM terbatas ini tak bisa ditunda lagi. Masyarakat harus bisa belajar untuk hidup berdampingan dengan Covid-19. Menurut dia, munculnya kasus di sekolah tak berarti masyarakat harus menghindari kegiatan PTM terbatas. Karena itu, saat ini pihaknya tengah fokus untuk melakukan surveillance dari yang sebelumnya passive finding menjadi active case finding.

“Karena (kasus) sudah sedikit, kita yang keluar kita yang mengejar bola, kita yang aktif mencari. Kita tidak nunggu kalau ada yang panas atau bergejala, kita yang aktif keluar mengejar bolanya,” jelas Budi.

Upaya surveillance active case finding ini akan dilakukan dengan menentukan sekolah di tingkat kabupaten kota yang menggelar PTM lalu diambil sebesar 10 persen untuk sampling. Dari jumlah tersebut, pihaknya akan membagi alokasi berdasarkan kecamatan yang sekolahnya lebih banyak menggelar PTM.

“Kenapa di level kecamatan, karena para epidemiologi itu bilang penularan itu kan terjadinya enggak antar kota. Kejadiannya terjadi di antar kecamatan dulu. Jadi kejadian di wilayah epidemiologis per kecamatan harus dimonitor dengan ketat dari sisi surveillance,” jelasnya.

Selanjutnya, sebanyak 30 siswa dan 30 pengajar per sekolah akan dites PCR dengan metode pool testing. Dari hasil tes ini akan terlihat persentase kasus positifnya. Jika positivity rate-nya di bawah 1%, maka kegiatan PTM di sekolah akan tetap berjalan dan yang positif dan kontak erat akan diisolasi.

Sedangkan jika positivity rate-nya sekitar 1-5%, maka seluruh rombongan belajar akan dites dan dikarantina. Kendati demikian, kegiatan pembelajaran di sekolah tetap berjalan. Dan jika positivity rate-nya di atas 5%, maka seluruh sekolah akan dites Covid-19 karena ada potensi untuk menyebar. Kegiatan pembelajaran di sekolah pun akan diubah menjadi online selama 14 hari dan penerapan prokes akan ditinjau kembali.

“Jadi dengan demikian, kita memastikan surveillance itu kita lakukan di level yang paling kecil. Kalau ada kemungkinan out break meledak di sana yang kita kuncinya satu sekolah saja. Sekolah yang lain yang kebetulan bagus ya tetap jalan. Dan ini hanya sementara 14 hari,” tutup Menkes.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

ITAGI Pertimbangkan Booster Berplatform mRNA untuk Peserta Umrah

Sri mengatakan Pemerintah Arab Saudi menggunakan platform vaksin yang sama dengan Indonesia yakni virus utuh yang dimatikan.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021


Mengenal Gejala dan Penyebab Epidermolisis Bulosa

Epidermolysis Bullosa (Epidermolisis Bulosa) dikenal dengan penyakit kulit langka yang ditandai dengan kerapuhan kulit dan mukosa (kulit halus).

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Kemenkes: 58 Juta Orang Gunakan Aplikasi PeduliLindungi untuk Beraktivitas

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga hari ini, Selasa (19/10/2021) telah mencapai 58 juta pengguna aplikasi PeduliLindungi

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Desember, Satgas: Perlu Pengetatan Aktivitas

Pengetatan ini menyusul ancaman gelombang ketiga Covid-19 yang sangat berpotensi terjadi musim libur akhir tahun ini.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Hari Libur Memperingati Maulid Nabi, Satgas Ingatkan Pemda Cegah Kerumunan

Alexander mengimbau masyarakat untuk tidak beruforia karena ancaman penularan Covid-19 masih berada di sekitarnya.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Vaksinasi Lansia Masih Lambat, Ini Salah Satu Penyebabnya

Vaksinasi Covid-19 lansia sampai hari ini, Selasa (19/10/2021) baru 7,7 juta atau 35,86% yang mendapat vaksin dari 21,5 juta.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Pengunjung Mal Terdekteksi Covid-19, Satgas: Penyelenggara Siapkan Tim Respons

Pusat perbelanjaan atau Mal diminta menyiapkan tim respons jika ada pengunjung yang terdeteksi aplikasi PeduliLindungi belum divaksin atau terkonfirmasi positif

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Indonesia Kembali Sambut Dukungan Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Jepang

Sampai saai Indonesia telah menerima sebanyak 285.300.400 dosis vaksin Covid-19 baik dalam bentuk bahan baku (bulk) maupun bentuk jadi.

KESEHATAN | 19 Oktober 2021

Update Covid-19: Hari Ini Total Pasien Sembuh 4.076.541

Penanganan pandemi Covid-19 makin menunjukkan tren positif dengan mencatat total kesembuhan pasien mencapai 4.076.541

KESEHATAN | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Liga Champions


# Singapura


# PPKM



TERKINI
Masuk PKPU, Perusahaan Pengembang Apartemen Gayanti

Masuk PKPU, Perusahaan Pengembang Apartemen Gayanti

NASIONAL | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings