BPOM Susun Policy Brief Terkait Risiko Bisphenol A pada Air Minum Kemasan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BPOM Susun Policy Brief Terkait Risiko Bisphenol A pada Air Minum Kemasan

Jumat, 8 Oktober 2021 | 10:32 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyusun kebijakan terkait ancaman bahaya senyawa Bisphenol A (BPA) pada kemasan makanan dan minuman, khususnya air minum dalam kemasan (AMDK).

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Rita Endang mengatakan, saat ini BPOM sedang menyusun policy brief tentang pengkajian risiko BPA dalam air minum dalam kemasan yang disusun sesuai dengan standar yang dimulai dari pembahasan review persyaratan produk dalam label AMDK.

Pengkajian dilakukan dengan menguji kandungan BPA dalam AMDK dan menghitung paparannya untuk mengetahui apakah kandungan tersebut masih dalam batas aman atau tidak bagi konsumen, terutama yang termasuk dalam kelompok rentan.

“Nantinya akan tersusun policy brief pengkajian risiko BPA dalam AMDK dan penilaian kembali batas maksimal migrasi BPA pada kemasan galon plastik,” kata Rita Endang dalam diskusi virtual bertajuk ‘Keamanan Kemasan Bahan Pangan Berbahan Baku Plastik yang Mengandung Unsur BPA, Kamis (7/10/202).

Rencana BPOM ini disambut baik oleh sejumlah kalangan stakeholder. Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendorong adanya kemasan pangan berbahan baku plastik yang makin ramah terhadap lingkungan, dan mempunyai standar keamanan bagi kesehatan yang makin tinggi serta zero impact terhadap kesehatan manusia.

Oleh karena itu, YLKI memberikan beberapa catatan penting terkait hal itu. Pertama, bagi pemerintah, sebaiknya agar dapat mengontrol dan mengawasi keamanan kemasan AMDK dan memberikan sanksi yang tegas jika ada produsen yang tidak melengkapi label keterangan keamanan kemasan.

Kedua, bagi konsumen, sebaiknya konsumen dapat mencari tahu lebih dalam mengenai label tara pangan dan kode plastik.

“Sebaiknya konsumen bisa lebih kritis dan bijak memilih produk yang memiliki kelengkapan label keterangan keamanan kemasan AMDK,” ujarnya.

Ketiga, bagi produsen, sebaiknya produsen maupun distributor AMDK dapat mencantumkan label tara pangan dan keterangan kode plastik sebagai transparansi informasi keterjaminan mutu kepada konsumen.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kanker Indonesia Aru Wicaksono Sudoyo mengemukakan, BPA sangat dicurigai berpotensi memberikan kontribusi pada perkembangan kanker dalam tubuh manusia. Dengan demikian, menjadi penting untuk memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh.

Aru Wicaksono pun mengajak berbagai pihak untuk menyadarkan masyarakat melek informasi mengenai bahaya kesehatannya.

“Tugas kita adalah menyadarkan dan mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, Komnas PA sangat konsern terhadap perlindungan anak-anak dari bahaya penggunaan bahan kimia BPA bagi kesehatan anak-anak.

“Saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham terkait dengan produk-produk plastik dan dampaknya bagi kesehatan," Arist.

Pihaknya meminta agar pemerintah selaku regulator segera membuat aturan yang tegas untuk pelabelan produk free BPA. Di mana, pihaknya meminta agar BPOM dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuat aturan yang jelas, terkait informasi BPA ini dalam sebuah produk.

"Urgensi pelarangan BPA di Indonesia sudah sangat mendesak. Hasil eksekusi kami terhadap berbagai penelitian di lapangan, regulator diperlukan kehadirannya dalam mengontrol produk plastik berbahan kimia berbahaya," terangnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, anggota Komisi IX DPR, Arzeti Bilbina lantang menyuarakan perlindungan kesehatan anak dari bahaya Bisphenol-A (BPA) dalam makanan dan minuman kemasan plastik.

Menurut Arzeti, BPA berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

"Kita sering lupa apakah barang yang ada di rumah kita terbebas dari kode plastik dengan lingkaran segitiga ada tulisan 7-nya atau tidak. Di sini kan kita perempuan, termasuk saya sering lupa," kata Arzetti.

"Pemerintah harus ikut campur tangan untuk menjaga masa depan anak-anak kita menjadi anak-anak yang sehat, anak-anak yang cerdas,” ucap Arzeti.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Epidemiolog: Efikasi Vaksin Covid-19 Menurun dalam 6 Bulan

Dicky Budiman membenarkan bahwa semua jenis vaksin Covid-19 akan menurun level proteksi imunitasnya seiring berjalannya waktu selama 6-7 bulan

KESEHATAN | 28 November 2021

Danone Indonesia Salurkan Bantuan untuk Pandemi Rp 56 Miliar

Danone Indonesia melalui program-program kolaborasi dengan berbagai pihak sejak awal pandemi Covid-19 telah menyalurkan bantuan senilai Rp 56 miliar.

KESEHATAN | 28 November 2021

Terbaru, Indonesia Larang WNA dari 11 Negara Ini

Peraturan terbaru pemerintah Indonesia melarang WNA dari 11 negara masuk ke Indonesia mencegah penularan variamn Umicron.

KESEHATAN | 28 November 2021

Banggai Raih Penghargaan atas Inovasi Pencegahan Stunting

Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah menerima penghargaan atas inovasi pencegahan stunting (kekerdilan) dari BKKBN.

KESEHATAN | 28 November 2021

Para Epidemiolog Pantau Perkembangan Omicron

Para epidemiolog dari berbagai universitas diajak untuk memantau perkembangan varian Omicron (B.1.1.525) asal Afrika

KESEHATAN | 28 November 2021

Cegah Omicron, WNA Khusus Tidak Perlu Karantina

Satgas Covid-19 memberikan pengecualian untuk WNA khusus yang diperbolehkan masuk ke Indonesia di tengah antisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

KESEHATAN | 28 November 2021

334.620 Vaksin Pfizer Langsung Dikirim ke 7 Dinkes Provinsi

Indonesia kembali kedatangan vaksin tahap ke-136 dan ke-137 guna memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 nasional.

KESEHATAN | 28 November 2021

Cegah Omicron, Karantina 14 Hari bagi WNI dari 10 Negara Ini

Pemerintah Indonesia memberlakukan karantina 14 hari kepada warga negara asing (WNA) yang berasal dari negara yang terkonfirmasi varian Umicron.

KESEHATAN | 28 November 2021

Menkes: Omicron Miliki 50 Mutasi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian Omicron (B.1.1.529) memiliki 50 mutasi

KESEHATAN | 28 November 2021

Menkes Pastikan Omicron Belum Terdeteksi di Indonesia

Budi Gunadi Sadikin memastikan, sampai saat ini pemerintah belum mendeteksi adanya kasus varian Omicron di Tanah Air

KESEHATAN | 28 November 2021


TAG POPULER

# Indonesia Terbuka


# Penghinaan Etnis


# Sembunyi di Roda Pesawat


# Razia Vaksinasi Covid-19


# Omicron



TERKINI
Akhir Pekan, Jumlah Pengunjung Ancol Naik Lima Kali Lipat

Akhir Pekan, Jumlah Pengunjung Ancol Naik Lima Kali Lipat

MEGAPOLITAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings