Studi: 50 Juta Derita Gangguan Depresi Berat Akibat Pandemi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Studi: 50 Juta Derita Gangguan Depresi Berat Akibat Pandemi Covid-19

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:08 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

London, Beritasatu.com- Lebih dari 50 juta orang menderita gangguan depresi berat pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19. Seperti dilaporkan RT, Sabtu (9/10/2021), hal itu terungkap dalam studi penelitian global yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet.

Studi baru ini menunjukkan pandemi virus corona menambah beban gangguan depresi dan kecemasan di lebih dari 200 negara pada tahun 2020. Dampak Covid-19 telah meningkatkan jumlah orang yang depresi hampir sepertiga.

“Saat gangguan mental adalah penyebab utama beban terkait kesehatan global bahkan sebelum pandemi, penyebaran virus yang ditakuti dan tindakan pembatasan berikutnya untuk memerangi penyakit telah menambah beban,” bunyi hasil penelitian.

Menurut para peneliti, ada tambahan 53,2 juta kasus atau peningkatan 27,6%, gangguan depresi mayor dan 76,2 juta kasus gangguan kecemasan telah menambah jumlah orang yang menderita masalah kesehatan mental.

Untuk mengukur dampak pandemi pada area tertentu, tim menganalisis tingkat infeksi SARS-CoV-2 harian, pembatasan mobilitas manusia, dan tingkat kematian berlebih setiap hari.

Ternyata lokasi yang paling parah terkena dampak berdasarkan dua kriteria pertama berhubungan dengan mereka yang memiliki lonjakan gangguan depresi dan kecemasan yang terdokumentasi. Penelitian menyimpulkan ada peningkatan infeksi dan penurunan mobilitas "berhubungan secara signifikan" dengan memburuknya kesehatan mental.

Tim menemukan bahwa tingkat kematian yang berlebihan tidak terkait dengan perubahan prevalensi baik untuk gangguan depresi mayor atau gangguan kecemasan.

Studi ini juga menemukan bahwa kesehatan mental wanita lebih terpengaruh oleh pandemi daripada pria. Orang yang lebih muda terkena dampak lebih dari kelompok usia yang lebih tua, karena mereka menderita kurangnya interaksi teman sebaya setelah sekolah ditutup dan pembatasan sosial lainnya diberlakukan.

“Selain itu, kaum muda lebih cenderung menjadi pengangguran selama dan setelah krisis ekonomi daripada orang yang lebih tua,” catat para peneliti.

Peringatan bahwa gangguan kesehatan mental menambah risiko penyakit lain dan bunuh diri, studi tersebut meminta pemerintah di seluruh dunia untuk memperkuat sistem kesehatan mental.

“Mereka harus mempertimbangkan pesan kesehatan masyarakat tentang dampak kesehatan mental dari Covid-19, bagaimana individu dapat mengelola kesehatan mental mereka dengan baik, dan jalur yang jelas untuk penilaian dan akses layanan,” kata surat kabar itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Reisa: Kenaikan Kasus Covid-19 Jadi Alarm Tingkatkan Kewaspadaan

Kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 yang terjadi dalam sepekan telah menjadi alarm Indonesia untuk lebih meningkatkan kewaspadaan

KESEHATAN | 24 Januari 2022

Update Vaksinasi Covid-19: Cakupan Dosis Pertama Capai 87%

Cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama hari ini telah mencapai 181.377.519 dosis suntikan atau 87%.

KESEHATAN | 24 Januari 2022

Update Covid-19: Kasus Aktif Tembus 20.000

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia hari ini tembus ke angka 20.000.

KESEHATAN | 24 Januari 2022

Kepala BRIN Ungkap Faktor Penghambat Vaksin Merah Putih

Terdapat 3 faktor penghambat vaksin Merah Putih dengan masalah utama yakni minimnya pengalaman peneliti.

KESEHATAN | 24 Januari 2022

2 dari 5 Kasus Omicron di Kota Tangerang Sudah Sembuh

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni menyampaikan dua dari lima kasus Omicron di wilayahnya sudah sembuh.

KESEHATAN | 24 Januari 2022

Angka Kesembuhan Covid-19 Naik, Bukti Efektivitas Vaksin

Angka kesembuhan Covid-19 menunjukkan tren peningkatan yang baik

KESEHATAN | 24 Januari 2022

John Riady Dukung Gagasan Jokowi Wujudkan Ketahanan Kesehatan Global

Komisaris Utama RS Siloam International Hospitals (SILO) John Riady mendukung gagasan Presiden Jokowi meningkatkan ketahanan sistem kesehatan dunia.

KESEHATAN | 24 Januari 2022

Kemenkes: 631 Pasien Omicron Jalani Isolasi

Terdapat 631 pasien varian Omicron yang sedang menjalani isolasi.

KESEHATAN | 24 Januari 2022

Satu Pasien Omicron Meninggal 12 Januari, Begini Penjelasan Kemenkes

Kemenkes memberikan penjelasan pasien Omicron yang meninggal dunia pada 12 Januari 2022, namun laporannya baru 10 hari kemudian.

KESEHATAN | 24 Januari 2022

Waspada, Pasien Omicron Mulai Butuh Oksigen

Menkes mengatakan, dari 1.626 pasien Omicron, yang membutuhkan tabung oksigen hanya 20 pasien dan ada 2 pasien yang meninggal.

KESEHATAN | 24 Januari 2022


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
Bikin Koruptor Gentar, Indonesia-Singapura Siap Teken Perjanjian Ekstradisi

Bikin Koruptor Gentar, Indonesia-Singapura Siap Teken Perjanjian Ekstradisi

NASIONAL | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings