Peneliti Peringatkan Kimia Beracun di Rokok Elektrik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Peneliti Peringatkan Kimia Beracun di Rokok Elektrik

Selasa, 12 Oktober 2021 | 13:17 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Sydney, Beritasatu.com- Para peneliti dari Universitas Curtin, Australia telah menemukan banyak cairan yang dijual bebas di Australia. Seperti dilaporkan Xinhua, Senin (11//10/2021), bahan kimia beracun dalam rokok elektronik itu mengandung zat yang dapat menyebabkan kerusakan organ permanen.

Penelitian yang diterbitkan dalam Medical Journal of Australia (MJA) dan dirilis ke publik pada Senin (11/10), menampilkan penelitian terhadap 60 cairan rokok elektrik paling populer di Australia.

Ditemukan sebagian besar mengandung bahan kimia yang diketahui menyebabkan masalah pernapasan dan kerusakan paru-paru saat dihirup.

"Jumlah bahan kimia jahat yang ditemukan dalam e-liquid ini mengkhawatirkan. Banyak bahan penyedap yang kami temukan dikenal sebagai racun dan iritasi, yang bila dihirup dapat merusak saluran udara dan paru-paru kita," kata rekan Profesor Alexander Larcombe dari Curtin University.

Mulai 1 Oktober, Australia melarang penjualan domestik dan impor semua produk vaping berbasis nikotin. Namun, cairan dan perangkat vaping bebas nikotin tetap tersedia dan terus dijual di setiap negara bagian Australia.

Rokok elektrik, atau "vaping" telah meledak popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir di Australia, terutama di kalangan anak muda.

Seperti dilansir Australian Institute of Health and Welfare (AIHW), pada 2019, 26 % orang berusia 18-24 tahun telah menggunakan rokok elektrik setidaknya sekali, atau naik dari 19,2% pada 2016.

Industri tembakau di Australia telah dikritik karena memasarkan rokok elektrik kepada anak muda Australia. Produsen menggunakan tagline yang menarik, citra media sosial yang glamor, rasa manis, dan menyinggung bahwa produk tersebut lebih aman daripada alternatifnya.

CEO dari Minderoo Foundation's Collaborate Against Cancer Initiative, salah satu organisasi pendanaan studi, Steve Burnell mengatakan, meskipun cairan tersebut tidak mengandung nikotin, bahan kimia lain yang ditemukan dalam zat tersebut dapat menyebabkan pengguna menjadi kecanduan.

Larcombe mengatakan di antara zat berbahaya ini adalah benzaldehida. Zzat tersebut ditemukan pada tingkat tinggi yang berbahaya di hampir semua cairan yang dianalisis.

"Benzaldehida dapat meningkatkan paparan nikotin dan konsentrasi nikotin dalam darah [itu] diketahui mengiritasi saluran udara manusia, dan juga mengurangi kemampuan tubuh untuk menghilangkan patogen yang dihirup," katanya.

CEO Lung Foundation Australia, organisasi pendanaan lainnya, Mark Brooke mengatakan penelitian menunjukkan bahwa larangan nasional penggunaan rokok elektrik sangat penting untuk melindungi warga Australia, terutama kaum muda, dari risiko vaping yang diketahui maupun yang tidak diketahui.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Orang tua harus memantau pertumbuhan anak dengan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Gandeng Pertamina Retail, Antis Edukasi Pengendara Jaga Protokol Kesehatan

Hand sanitizer, Antis menggandeng PT Pertamina Retail mengedukasi pengendara agar menjaga protokol kesehatan.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Update Covid-19: Hari ini 47 Meninggal

Tren penanganan Covid-19 terus membaik dengan indikator, antara lain, positivity rate tetap bertahan di bawah 1%

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Sentra Vaksinasi Prudential Dukung Percepatan Vaksinasi Nasional

Setelah enam bulan beroperasi, sentra vaksinasi Prudential Indonesia telah memberikan lebih dari 41.000 dosis vaksin kepada lebih dari 22.000 warga.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

220 Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

Data per hari ini, Sabtu (16/10/2021) pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran bertambah 8 orang dari hari sebelumnya sehingga menjadi 220.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Ini Satu-satunya Merek Masker Lokal dengan Teknologi Nano Silver dan Stopper

Kosmemask memecahkan rekor MURI dengan kategori “Masker Pertama yang Dilengkapi dengan Pengunci” dan juga kategori “Masker Pertama yang mengandung Nano Silver”.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021


Satgas IDI: Karantina bagi Pelaku Perjalanan Internasional Bersifat Wajib

Karantina kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional bersifat wajib dan berlaku baik untuk WNI dan WNA

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Satgas: Hari Cuci Tangan Sedunia Jadi Momentum Kendalikan Covid-19

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia dapat menjadi momentum untuk mengendalikan Covid-19 dengan cara mudah secara bersama-sama.

KESEHATAN | 15 Oktober 2021

2024, Sejumlah Kepala Daerah Sepakat Hentikan Total BABS

Sejumlah kepala daerah sepakat bahwa pada tahun 2024 mendatang kegiatan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tidak akan terjadi lagi.

KESEHATAN | 15 Oktober 2021


TAG POPULER

# Dodi Reza Alex Noerdin


# OJK


# Piala Thomas


# Pinjol Ilegal


# Kasus Covid-19



TERKINI
47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

DUNIA | 40 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings