Logo BeritaSatu

Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Epidemiolog: Bisa Merusak Kesehatan Negara

Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:36 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman menyatakan orang yang kabur dari karantina pelaku perjalanan internasional di masa pandemi Covid-19 ini, bisa merusak situasi kesehatan satu negara.

Pernyataan Dicky tersebut menanggapi kasus selebgram Rachel Vennya yang atas bantuan dari oknum TNI, kabur dari karantina kesehatan sepulang dari Amerika Serikat (AS). Fakta ini menjadi pembenaran kekhawatiran banyak orang mengenai rapuhnya karantina sebagai pencegah imported cases.

"Hal ini sangat memprihatinkan dan harapannya aparat pemerintah seharusnya bisa menjadi palang pintu penerapan dari undang-undang atau aturan karantina kesehatan ini bisa lebih tegas lagi. Dampaknya dari satu orang saja yang lolos, akan bisa merusak situasi kesehatan negara," kata Dicky ketika dihubungi Beritasatu.com, Kamis (14/10/2021).

Perlu dipahami, lanjut dia, bahwa pandemi Covid-19 ini karena ada satu orang yang disebut zero case atau satu orang dari negara-negara yang menjadi sumber disebut index case, sehingga situasinya menjadi buruk pada suatu negara.

Misalnya saja pandemi Covid-19 di Eropa menjadi buruk situasinya karena ulah satu orang karena ada yang datang atau berasal dari Tiongkok lalu ke Italia tanpa ada pemeriksaan yang ketat. Tentu ini menjadi peringatan keras. Ingat, pandemi itu dari satu orang saja sangat berarti untuk menjadi perburukan.

Pidana 1 Tahun
"Oleh karena itu, masalah pelanggaran karantina sebenarnya ancaman pidananya ada, yakni Pasal 93 juncto Pasal 9 UU Nomor 6 Tahun 2018 terkait karantina kesehatan. Pelaku yang melaggar terkait karantina kesehatan itu sanksinya bisa pidana sampai 1 tahun dan denda Rp 100 juta, karena kebetulan saya termasuk orang yang terlibat dalam proses penyusunan UU Kesehatan Karantina ini," ungkap Dicky.

Namun, katanya, bukan berarti semua yang melanggar (aturan krantina kesehatan) harus langsung dipidanakan. Menurut Dicky, pihaknya termasuk yang mengacu atau menerapkan prinsip literasi dahulu baru ada sanksi. Literasi ini bisa dalam bentuk memberikan pemahaman, kemudian tetap ada sanksi-sanksi.

"Apa itu jangan pidana dahulu, tetapi sanksi hukuman sosial atau menjadi pelayan atau pekerja sosial seperti memberikan layanan di fasilitas karantina/isolasi. Tapi pada gilirannya nanti tetap harus diterapkan sanksi yang tegas," ujar dia.

Dengan demikian, akan membuat para pelanggar jera, karena negara-negara lain bisa berhasil menurunkan kondisi Covid-19 sebab sanksinya diterapkan tanpa pandang bulu.

"Sementara di sini (Indonesia) kalau tanpa sanksi, bisa kacau balau negara ini. Sama halnya seperti karakter manusia. Jadi antara literasi, kemudian sanksi dan konsistensi itu menjadi sangat penting," tutup Dicky.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 6 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 6 Oktober 2022 sesuai data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Mayoritas Masyarakat Respons Positif Program Pelataran Menteri Hadi

Masyarakat menyambut positif program Pelataran yang baru diluncurkan Menteri ATR/BPN Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto

NEWS | 6 Oktober 2022

Soal Capres-Cawapres, Ini Pandangan Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ditanyakan mengenai pandangannya soal capres dan cawapres.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 6 Oktober 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 6 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 6 Oktober 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 6 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Polri Tetapkan 8 Tersangka Kasus Robot Trading Net89

Bareskrim Polri menetapkan delapan tersangka kasus kasus dugaan tindak pidana  melalui investasi robot trading Net89

NEWS | 6 Oktober 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 6 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 6 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Pimpin Sidang P-20, Puan Maharani Soroti Krisis Pangan

Ketua DPR Puan Maharani memimpin sidang The 8th G-20 Parliamentary Speakers’ Summit (P-20). Puan menyoroti soal krisis pangan dan energi global.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kemenag Carikan Lokasi Belajar untuk Siswa MTsN 19 Jakarta

Kemenag menyiapkan lokasi belajar baru untuk sementara waktu bagi siswa MTsN 19 Jakarta yang baru saja mengalami musibah.

NEWS | 6 Oktober 2022

Akademisi Uncen Papua Sarankan Lukas Enembe Ikuti Jejak Nelson Mandela

Gubernur Papua, Lukas Enembe disarankan dapat mengikuti jejak Nelson Mandela yang menjadi contoh bagi negara-negara demokrasi.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 6 Oktober 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 6 Oktober 2022

NEWS | 2 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings