Survei John Hopkins Sebut 34% Masyarakat Menolak Divaksin, Ini Respons Kemenkes
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Survei John Hopkins Sebut 34% Masyarakat Menolak Divaksin, Ini Respons Kemenkes

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 09:09 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Survei terbaru John Hopkins menyebutkan 34% orang Indonesia menolak divaksinasi Covid-19. Beberapa alasan karena cemas tentang efek samping serta menunggu apakah vaksin aman untuk tubuh seseorang. Merespons hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hasil survei tersebut menjadi masukan bagi pihaknya untuk perbaikan kebijakan.

Pasalnya, Kemenkes juga telah menerima banyak survei yang terkait dengan vaksinasi yang dilakukan lembaga lain.

“Pada prinsipnya, kita melihat secara umum survei ini mengatakan masih ada masyarakat yang ragu-ragu dan tidak mau divaksin. Nanti ini tentunya menjadi tugas kita adalah mengejar dulu percepatan vaksinasi,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (16/10/2021).

Nadia menuturkan, masyarakat masih menolak atau belum siap vaksin Covid-19 ini akan diberi edukasi dengan contoh nyata. Dalam hal ini, Kemenkes fokus mempercepat vaksinasi terhadap masyarakat yang mau divaksin, dengan begitu ada contoh bagi orang lain didekatnya. Saat ini, kata Nadia, animo masyarakat yang bersedia divaksin lebih tinggi daripada kelompok yang menolak.

Nadia menuturkan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes juga melakukan survei serupa dan mendapatkan masih ada sekitar 7% masyarakat menolak dan ragu-ragu untuk divaksin Covid-19.

“Ada survei dilakukan oleh Badan Litbangkes Kemenkes kurang lebih angka sama, tetapi tidak sebesar hasil survei lembaga lain. Angka sudah lebih menurun bagi menolak atau ragu-ragu di bawah 10%, yakni pada kisaran 7%,” paparnya.

Dikatakan Nadia, segala upaya dilakukan Kemenkes. Sebab, sejak ada program vaksinasi Covid-19 telah muncul gerakan anti vaksin atau penolakan dari masyarakat yang ragu-ragu.

Selanjutnya, Nadia mengatakan, cakupan vaksinasi kelompok rentan seperti lansia masih rendah. Untuk itu, Kemenkes saat ini telah mengajak berbagai pihak seperti tokoh agama dan pihak swasta untuk mendorong percepatan vaksinasi kelompok lansia. Salah satunya dengan mendorong kepala desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan kelompok lansia di wilayahnya masing-masing melakukan vaksinasi dengan pengaturan.

“Dipastikan semua di data, kemudian dilakukan vaksinasi door to door atau kami mengajak pihak swasta dalam pelaksanaan vaksinasi terhadap lansia. Biasa saja swasta memberikan sesuatu kepada para lansia untuk memotivasi mereka bisa divaksin,” ucapnya.

Selain itu, Nadia mengatakan, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah (pemda). Pasalnya, pada penurunan level penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 dan 2 selain mempertimbangkan indikator PPKM yang sudah ada juga harus dibarengi dengan indikator capaian vaksinasi termasukan untuk kelompok rentan seperti lansia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Vaksinolog: Jangan Panik Hadapi Omicron

Dalam menyikapi adanya varian baru Covid-19 seperti Delta dan Omicron butuh kewaspadaan, bukan kepanikan.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Kemenkes Gencarkan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19

Kemenkes bersama berbagai pihak melakukan sosialisasi untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum selesai.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Cegah Omicron, Masa Karantina WNA dan WNI Jadi 10 Hari

Demi mencegah masuknya varian omicron, masa karantina bagi WNA dan WNI ditambah menjadi 10 hari dari sebelumnya 7 hari.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Omicron Akan Cepat Salip Delta Jadi Varian Dominan

Data terbaru Afsel memperlihatkan, Omicron tampaknya mampu mengatasi beberapa kekebalan. Varian ini dengan cepat akan menyalip Delta menjadi varian dominan.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Pakar: Vaksinasi Nasional Dulu Baru Booster

Cakupan vaksinasi nasional masih perlu ditingkatkan sebelum melakukan vaksinasi booster.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Cegah Omicron, Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

Luhut Binsar Pandjaitan melarang pejabat negara untuk melakukan perjalanan ke luar negeri guna mencegah penularan varian Omicron.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Menkes: Lansia Perlu Dipaksa Divaksin Secepatnya

Menkes Budi Gunadi mengatakan upaya meningkatkan cakupan vaksinasi pada lansia perlu ada pemaksaan.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Ini Arahan Jokowi Hadapi Varian Omicron

Mensesneg Pratikno mengatakan, Presiden Jokowi telah memberi arahan kepada jajaran menteri untuk menghadapi varian baru Covid-19, Omicron

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Akses Pengobatan Diabetes Diperluas

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia masih tinggi di tengah tantangan akses layanan kesehatan.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Vaksinolog: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Efektif

Vaksinolog Dirga Sakti Rambe menyebutkan semua jenis vaksin yang beredar di Indonesia aman dan efektif untuk digunakan.

KESEHATAN | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Vaksin Sinovac


# Reuni 212


# BWF World Tour


# Sri Mulyani



TERKINI
CrediBook Dorong Digitalisasi Usaha Grosir Konvensional

CrediBook Dorong Digitalisasi Usaha Grosir Konvensional

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings