Vaksinasi Lansia Masih Lambat, Ini Salah Satu Penyebabnya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Vaksinasi Lansia Masih Lambat, Ini Salah Satu Penyebabnya

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:28 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Program vaksinasi Covid-19 dosis pertama telah menembus angka 100 juta. Hingga saat ini orang yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama sudah di angka 109.005.627 juta. Sementara itu untuk dosis kedua sudah di angka 64.008.898 juta masyarakat telah mendapatkan dua kali penyuntikan dari 208 juta orang. Total jumlah vaksin yang sudah disuntikkan lebih dari 173 juta.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, meski total jumlah vaksin yang disuntikkan melebihi 173 juta, masih terdapat pekerjaan rumah (PR) pemerintah terutama dari sisi sasaran vaksin, yaitu kelompok lanjut usia (lansia).

"Lansia baru 7,7 juta atau 35,86% yang mendapat vaksin dari 21,5 juta. Artinya masih ada lansia yang belum mau divaksin," kata Siti Nadia dalam diskusi online dengan tema "Masih Ada Hoaks di Antara Kita dan Vaksin Covid-19", Selasa (19/10/2021).

Siti Nadia menambahkan, meski lansia masuk dalam prioritas vaksinasi Covid-19, namun kecepatan penyuntikan pada lansia lambat karena masih banyak lansia yang salah persepsi dan ada pula menolak divaksin.

"Persepsi yang salah ini bisa juga dikarenakan mereka menerima informasi atau pun hoaks yang kemudian membuat mereka tidak yakin untuk divaksin," ujarnya.

Selain pada lansia, tantangan vaksinasi Covid-19 juga pada remaja usia 12 hingga 17 tahun. Orang tua remaja ragu anaknya mendapat vaksinasi karena informasi yang beredar.

Menurut Siti Nadia, sejak Januari tercatat 2.000 hoaks mengenai vaksinasi Covid-19 yang beredar. Sayangnya, sekitar 50 persen masyarakat Indonesia tidak mengecek informasi yang didapat apakah benar atau tidak. Mereka yang membaca informasi itu terkadang menjadi ragu atau bahkan meyakini informasi itu apalagi jika yang mengirimkan informasi adalah orang yang dipercaya.

"Orang Indonesia sangat peduli dengan orang lain. Sehingga begitu menerima berita yang sepertinya akan membahayakan kerabat, teman atau pun, langsung disebar ke kelompok WhatsApp grup, langsung dibagikan. Ini kadang-kadang yang membaca menjadi ragu divaksin atau meyakini. Kalau mau lihat situs Kominfo, itu ada info yang menjelaskan postingan hoaks atau bukan," tutur Nadia.

2.00 Konten Hoaks

Lebih lanjut Direktur Pengelolaan Media, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Nursodik Gunarjo mengakui jika jumlah hoaks yang beredar di masyarakat terkait Covid-19 sudah 2.000. Namun, jumlah itu merupakan anak-anak dari info hoaks.

"Induknya 363 substansi. Tetapi dari substansi itu beranak pinak. Kalau data di kami 1.957, tetapi itu data terakhir pada 19 September pukul 06.00 WIB di trust positif kominfo.co.id. Kalau jam ini mungkin bisa sejumlah itu," kata Nursodik.

Ia memaparkan, info hoaks Covid-19 banyak disebar melalui WA dan Facebook (FB). Dua platform ini sering dipakai masyarakat untuk menyampaikan ke teman-teman mereka. Namun terkait isi, mereka tidak create.

"Mereka dapat dari orang lain. Baca judul langsung disampaikan ke orang lain, share. Kita mengkhawatirkan karena literasi digital masyarakat rendah. Artinya mereka pikir apa yang di medsos, itu adalah hal benar belaka. Oleh karena itu tanpa pikir panjang langsung bagi ke orang lain. Ini konsidis berbahaya, karena kelihatan sepele tapi dampaknya sangat berpengaruh terhadap upaya-upaya kita dalam pemberantasan Covid-19. Apalagi terkait vaksin yang masih banyak terpapar oleh isu-isu tidak benar," ungkapnya.

Terkait info hoaks ini, menurut Nursodik, pemerintah telah bersikap tegas. Arahan dari pimpinan di Kominfo, terkait hoaks vaksin langsung takedown. Langkah takedown adalah upaya upaya hilir. Sedangkan di hulu, Kominfo melakukan edukasi dan literasi khususnya literasi digital mengenai Covid-19.

"Di tengah, Kominfo melakukan tracing dan traking konten hoaks. Hilir ada takedown dan penegakan hukum. Tiga langkah ini sejauh ini berjalan baik. Selama tiga hal ini berjalan efektif dan kontinyu, konten hoaks akan berkurang. Kalau dilihat tren akhir-akhir ini menurun dibanding awal dulu," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tingkatkan Kepedulian, Itama Ranoraya Gelar Aksi Donor Darah

Itama Ranoraya mematok target untuk sekali kegiatan donor darah berkisar antara 200 sampai 300 kantong darah.

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Lansia Jadi Sasaran Penerima Vaksin Booster

Kelompok lansia dan orang mengalami permasalahan kekebalan tubuh menjadi sasaran penerima vaksin booster.

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Luhut: 2022, Vaksinasi Ketiga Paralel di Semua Provinsi

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, vaksinasi Covid-19 dosis ketiga akan berjalan paralel di semua provinsi mulai Januari 2022

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Indonesia Masih Bebas Omicron

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, hingga saat ini Indonesia masih bebas Omicron

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Masyarakat Diingatkan Selalu Waspada Covid-19

Masyarakat diimbau untuk terus waspada terhadap kenaikan kasus Covid-19.

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Tes Covid-19 Indonesia Masih Jauh dari Target

Jumlah tes yang dilakukan masih belum mencapai standar ideal yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Kemenkes: Sulit Diprediksi, Kapan Pandemi Berakhir

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pandemi Covid-19 berakhir sangat sulit diprediksi

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Update Covid-19: Kasus Konfirmasi Tercatat 245

Tercatat kasus konfirmasi pada hari ini, Jumat (3/12/2021) sebanyak 245.

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Nadia: Situasi Pandemi Tanah Air Terkendali

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, situasi penanganan Covid-19 di Indonesia saat ini sudah sangat baik dan terkendali

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Indonesia Kembali Terima Bantuan Vaksin dari Belanda

Indonesia kembali menerima bantuan vaksin produksi Janssen dari pemerintah Belanda, Jumat (3/12/2021).

KESEHATAN | 3 Desember 2021


TAG POPULER

# Lili Pintauli Siregar


# Insentif PPN


# Kekayaan Nurul Ghufron


# Greysia/Apriyani


# Jokowi



TERKINI
Panglima TNI Ungkap Fakta 1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS

Panglima TNI Ungkap Fakta 1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS

NASIONAL | 7 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings