Mengenal Gejala dan Penyebab Epidermolisis Bulosa
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mengenal Gejala dan Penyebab Epidermolisis Bulosa

Selasa, 19 Oktober 2021 | 22:08 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kulit adalah bagian dari tubuh yang paling luas, dan memiliki banyak sekali peran penting bagi tubuh. Kulit berperan sebagai pelindung seluruh anggota tubuh manusia bagian dalam, dan melindungi dari berbagai benda asing di luar tubuh.

Meski begitu, terdapat beberapa jenis penyakit yang menyerang kulit, yang beberapa diantaranya bersifat berat hingga sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya.

Epidermolisis Bulosa (epidermolysis bullosa atau EB), adalah suatu kelainan kulit langka, dengan angka kejadian dilaporkan terjadi pada satu tiap 17.000 bayi lahir hidup, dan diperkirakan terdapat 500.000 kasus di seluruh dunia.

Pada webinar yang digelar Debra Indonesia dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Epidermolisis Bulosa, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Dr dr Niken Trisnowati, MSc, SpKK(K), FINSDV, FAADV menyebutkan, kelainan ini diturunkan secara genetik, yang disebabkan oleh mutasi gen yang menyebabkan kulit menjadi rapuh dan mudah sekali timbul luka.

"Kelainan ini ditandai adanya lepuh serta kerapuhan pada kulit yang dapat terjadi akibat cedera ringan, cuaca panas, gesekan, garukan atau terjadi secara spontan," jelas dr Niken dalam keterangannya, Selasa (19/10/2021).

Niken menjelaskan, butterfly children adalah sebutan untuk anak-anak yang menderita epidermolysis bullosa (EB), karena kondisi kulit sangat rapuh ibarat sayap kupu-kupu.

Terdapat beberapa tipe EB tergantung lokasi terjadinya mutasi gen. Pasien EB sangat rentan terhadap infeksi akibat luka yang berlangsung seumur hidup.

"Pada beberapa kondisi, terjadi kelainan bentuk organ tubuh, bahkan mutilasi atau hilangnya jari-jari tangan dan kaki serta pada keadaan tertentu dapat terjadi kanker kulit," jelasnya.

Adapun tujuan dari pengobatan EB adalah untuk mengurangi gejala, mencegah kerusakan kulit dan organ lain, mencegah terjadinya berbagai komplikasi seperti infeksi dan lain-lain.

Perawatan kulit mencakup edukasi agar tidak terbentuk lepuh, menghindari gesekan pada kulit, menghindari penggunaan pakaian serta sepatu yang sempit atau bahan yang kasar, suhu lingkungan diusahakan agar cukup sejuk, anak ditidurkan di tempat tidur dengan alas yang lembut.

Bila terjadi lepuh, tatalaksana mencakup kebersihan kulit agar terhindar dari infeksi, perawatan luka dengan menggunakan dressing, obat-obatan oles serta pelembab yang sesuai dengan kondisi kulit.

Sebagian besar pasien EB memiliki permasalahan gizi atau nutrisi, yang sangat berperan penting dalam keberhasilan penyembuhan luka.

Sehingga, diperlukan penanganan secara komprehensif dari ahli gizi, termasuk juga tatalaksana bedah dan fisioterapi yang mungkin diperlukan setelah penyembuhan akibat kelainan bentuk organ tubuh yang akan menyebabkan terjadi gangguan gerak.

Pada umumnya, berbagai gejala akan menyebabkan pasien mengalami kesulitan melakukan aktivitas dan bersosialisasi dengan lingkungan sehingga terapi psikologis dan dukungan dari keluarga serta orang sekitar sangat penting.

Niken menambahkan, jenis EB dikategorikan menjadi 4 tipe, yaitu EB simpleks, EB junctional, EB distrofik dan sindroma Kindler.

"Penatalaksanaan EB bersifat suportif, dengan tujuan pengobatan luka, pencegahan terjadinya trauma mekanik, pencegahan infeksi dan mengatasi komplikasi yang terjadi," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemenkes: Sesuai Peta Jalan, Vaksin Sinovac Jadi Dosis Kedua

Siti Nadia Tarmizi menyatakan, rencana pasokan vaksin Sinovac oleh pemerintah adalah sebagian besar diutamakan untuk dosis kedua.

KESEHATAN | 4 Desember 2021

Kasus Covid-19 Menurun, Ma’ruf Amin: Tetap Waspada

Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta masyarakat tetap mewaspadai peningkatan kasus Covid-19.

KESEHATAN | 4 Desember 2021

Solusi Perawatan Mata Terjangkau untuk Segala Usia di Bogor

Kasoem Vision Care melebarkan "sayap" dengan membuka cabang di Botani Square Mall Lantai 1 Kota Bogor, Sabtu (4/12/2021).

KESEHATAN | 4 Desember 2021


Layanan TanyaGendis Bantu Masyarakat Pahami Risiko Diabetes

TanyaGendis menyediakan informasi mengenai diabetes dan memahami berbagai risikonya.

KESEHATAN | 4 Desember 2021

Prima Protect Plus Bagikan Paket Sanitasi untuk Mitra Grab

Prima Protect Plus, produk sanitasi dari OT Group membagikan 5.000 paket sanitasi berupa fabric mist kepada mitra driver Grab.

KESEHATAN | 4 Desember 2021

Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

Melihat fakta bahwa infeksi Omicron sudah ditemukan di tiga negara tetangga, tak berlebihan bila menyebut varian baru ini sudah mengintip Indonesia.

KESEHATAN | 4 Desember 2021

Tingkatkan Kepedulian, Itama Ranoraya Gelar Aksi Donor Darah

Itama Ranoraya mematok target untuk sekali kegiatan donor darah berkisar antara 200 sampai 300 kantong darah.

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Lansia Jadi Sasaran Penerima Vaksin Booster

Kelompok lansia dan orang mengalami permasalahan kekebalan tubuh menjadi sasaran penerima vaksin booster.

KESEHATAN | 3 Desember 2021

Luhut: 2022, Vaksinasi Ketiga Paralel di Semua Provinsi

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, vaksinasi Covid-19 dosis ketiga akan berjalan paralel di semua provinsi mulai Januari 2022

KESEHATAN | 3 Desember 2021


TAG POPULER

# Lili Pintauli Siregar


# Insentif PPN


# Kekayaan Nurul Ghufron


# Greysia/Apriyani


# Jokowi



TERKINI
Rencana Pelabelan BPA Free Galon Guna Ulang Diprotes

Rencana Pelabelan BPA Free Galon Guna Ulang Diprotes

EKONOMI | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings