Kris Tjantra: Kebijakan Test PCR Memberatkan Penumpang Pesawat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kris Tjantra: Kebijakan Test PCR Memberatkan Penumpang Pesawat

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:00 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Sahabat Indonesia Maju (SIMA) Kris Tjantra mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang aturan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 sebagai salah satu prasyarat yang harus dilakukan oleh calon penumpang perjalanan dengan mempergunakan moda transportasi udara atau penerbangan.

"Kami mengharapkan pemerintah pusat untuk mengkaji ulang kebijakan penerapan PCR sebagai prasyarat bagi masyarakat yang hendak melakukan penerbangan untuk menunjukkan negatif Covid-19 diharuskan dengan hasil swabPCR karena ini sangat memberatkan,” papar Kris Tjantra melalui keterangan, Minggu (24/10/2021).

Menurut Kris pengkajian ulang terhadap syarat itu harus dilakukan mengingat sebaran laboratorium yang mampu melakukan test PCR belum merata diseluruh kota atau kabupaten di Indonesia. Selain itu, pengkajian ulang juga harus dilakukan karena harga yang ditetapkan untuk pelaksanaan tes PCR dinilainya cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Seperti diketahui sebelumnya bagi pelaku perjalanan dalam negeri diatur melalui instruksi Mendagri (Inmendagri) No. 53 tahun 2021 mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, level 2 dan level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Adapun syarat perjalanan dalam Inmendagri tersebut diatur lebih rinci melalui Surat Edaran (SE) No. 21 tahun 2021 yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 dan SE Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No. 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada masa pandemi Covid-19.

Dalam aturan yang berlaku hingga 1 November 2021 mendatang tersebut disebutkan bahwa surat keterangan hasil negatif RT-PCR maksimal 2 X 24 jam sebelum keberangkatan menjadi syarat wajib perjalanan dari dan ke wilayah Jawa-Bali serta di daerah yang masuk kategori PPKM level 3 dan 4.

“Dulu aturan ini sudah mulai tertata khusus Jawa-bali, cukup dengan antigen. Harusnya ini yang diperluas, jangan malah mundur lagi ke belakang dengan mensyaratkan PCR. Apalagi kasus Covid-19 di Indonesia sudah semakin menurun. Masyarakat yang sudah melakukan vaksin sebanyak 2 kali seharusnya cukup memperlihatkan antigen atau sertifikat vaksin yang ada di aplikasi PeduliLindungi. Janganlah pemerintah mempersulit masyarakat,” sesal Kris.

Kris Tjantra berpendapat bahwa prasyarat penerbangan sebenarnya cukup berupa sudah divaksin dan antigen saja dikarenakan beberapa hari ini banyak informasi yang merebak di masyarakat yang bingung dengan aturan baru PCR sebagai syarat semua penerbangan ini.

Sementara disisi lain lanjut Kris masyarakat mempertanyakan mengapa dalam kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin membaik namun justru tes perjalanan semakin ketat.

“Jangan sampai masyarakat berpikir kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah justru untuk mengambil keuntungan pihak-pihak tertentu akibat dari PCR ini. Saya setuju syarat yang dari luar negeri wajib PCR kembali saat tiba di Indonesia dan karantina, namun untuk penerapan PCR kepada masyarakat harus dikaji dengan serius,” tegas Kris.

Bagi Kris dengan diterapkannya PCR ini akan memberatkan dan akan membuat sektor perekonomian khususnya dari dunia pariwisata dan penerbangan akan menjadi lesu kembali.

Kris Tjantra juga menilai kinerja pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 sudah sangat efektif dan sangat baik untuk meredam penyebaran pandemi dimana hal itu terlihat dari lenggangnya rumah sakit yang menampung pasien Covid.

Kris Tjantra berharap masukannya ini dapat menjadi saran dan usulan yang sangat baik bagi pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut karena akan sangat berdampak mengurangi pendapatan (devisa) terutama di sektor pariwisata.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Belum Cukup, Terlalu Dini Sebut Omicron Mematikan

Masih terlalu dini menyebut Covid-19 varian Omicron atau B.11529 ini mematikan atau bergejala ringan, karena datanya belum cukup.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Omicron Menular Lebih Cepat, tetapi Bergejala Ringan

Penularan dari varian Omicron lebih cepat dari varian sebelumnya namun sebagian besar kasus Covid-19 akibat varian tersebut hanya gejala ringan

KESEHATAN | 30 November 2021

Kemenkes: Omicron Hasil Mutasi Varian Sebelumnya

Munculnya varian B.1.1.529 atau varian Omicron merupakan hasil kombinasi mutasi dari varian lainnya seperti Delta, Alpha, Beta, Gamma, AY.23 dan AY.4.

KESEHATAN | 30 November 2021

Sel Memori Ciptakan Antibodi meski Efikasi Vaksin Menurun

Tubuh memiliki sel memori yang tetap bisa menciptakan kembali antibodi terhadap Covid-19 meskipun efikasi vaksin mulai menurun

KESEHATAN | 30 November 2021

6 Negara Ini Alami Tren Kenaikan Kasus Omicron

Wku Adisasmito mengatakan, kasus Covid-19 di 6 dari 7 negara yang dilanda varian Omicron (B.1.1.529) menunjukkan tren kenaikan kasus

KESEHATAN | 30 November 2021

BioNTech Mulai Garap Vaksin untuk Lawan Omicron

Perusahaan biotek Jerman BioNTech menyatakan telah mulai mengerjakan vaksin yang direkayasa untuk melawan varian Omicron dari Covid-19.

KESEHATAN | 30 November 2021

Kemenkes Imbau Masyarakat Patuh Prokes

Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat untuk tidak bereuforia dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes)

KESEHATAN | 30 November 2021

5 Strategi Satgas Cegah Varian Omicron Masuk Indonesia

Lima strategi Satgas Covid-19 cegah varian omicron terdiri dari pengetatan pintu masuk Indonesia hingga disiplin prokes yang ketat.

KESEHATAN | 30 November 2021

Penggunaan Vaksin Non-Sinovac Rendah, Ini Penyebabnya

Masyarakat takut menggunakan vaksin di luar vaksin Sinovac, karena khawatir mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

KESEHATAN | 30 November 2021

Satgas: Masyarakat Diharapkan Tunda Liburan Nataru

Masyarakat diminta menunda liburan menjelang Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru) guna mencegah lonjakan kasus Covid-19

KESEHATAN | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Datang Kapan Saja

Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Datang Kapan Saja

BERITA GRAFIK | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings