Swab PCR Bagi Penumpang Pesawat, Begini Penjelasan Kemenkes
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Swab PCR Bagi Penumpang Pesawat, Begini Penjelasan Kemenkes

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:26 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, aturan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 bagi penumpang pesawat mempertimbangkan situasi kasus Covid-19 saat ini.

Menurutnya, dengan situasi kasus Covid-19 yang terkendali, bahkan hampir sama seperti awal pandemi Juni dan Juli 2020, tentu kondisi ini harus dipertahankan. Bahkan, pemerintah berusaha terus menekan penurunan kasus hingga bisa serendah mungkin, sehingga virus tidak bisa berkembang dan bertambah.

“Tentunya ini yang harus dipahami. Selain itu, varian delta merupakan varian dengan CT (cycle threshold) valuenya rendah, sehingga tentunya dengan positivity rate yang kurang dari 1%,” kata Nadia melalui pesan singkat saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (24/10/2021).

Nadia menyebutkan, untuk mendeteksi varian delta, maka perlu alat deteksi yang lebih sensitif. Ia menegaskan, rapid antigen pada kondisi varian delta menyebar menyebabkan angka negatif palsu.

“Jadi penting pertama untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat selama perjalanan. Kedua kita cepat mengidentifikasi kasus positif, sehingga potensi penyebarluasan dalam masyarakat dapat dicegah sehingga potensi gelombang ketiga bisa dicegah,” pungkasnya.

Secara terpisah, epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengatakan, wajib swab tes PCR Covid-19 bagi penumpang pesawat tidak urgensi. Pasalnya, penularan di moda transportasi udara paling kecil yaitu di bawah 1% dibanding moda transportasi lainnya.

“Kalau tujuannya untuk keamanan apalagi darat-laut jauh lebih banyak penumpangnya dan jauh lebih besar risikonya daripada pesawat terbang. Artinya, kalau mau semuanya dan harus prinsipnya testing harus memenuhi efektivitas dan berkelanjutan subsidi meringankan masyarakat,” kata Dicky saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (24/10/2021).

Untuk itu, Dicky menyebutkan, dari sisi urgensi sangat tidak kuat, karena moda transportasi udara jauh lebih aman. "Pesawat secara global saja tercatat sebagai klaster paling banyak dua kasus di jurnal internasional," ungkapnya.

Bahkan, kata Dicky, sebelum ada vaksinasi dan alat testing Covid-19 ditemukan, penerbangan dari Wuhan ke Kanada membutuhkan waktu lebih dari 12 jam tidak ada penumpang yang terinfeksi meski diketahui ada 2 penumpang yang ketahuan positif Covid-19.

Menurutnya, dengan adanya vaksinasi, aturan PCR untuk penerbangan tentu tidak relevan dan tidak urgen. “Saya melihat urgensinya dan ini saya mengkhawatirkan jadi kontraproduktif,” ucapnya.

Dicky juga mengingatkan pemerintah, bahwa adanya aturan tersebut di tengah kebutuhan yang tinggi tentu akan menimbulkan penyalahgunaan atau pemalsuan. Pemerintah harus mempertimbangkan hal tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Vaksinolog: Jangan Panik Hadapi Omicron

Dalam menyikapi adanya varian baru Covid-19 seperti Delta dan Omicron butuh kewaspadaan, bukan kepanikan.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Kemenkes Gencarkan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19

Kemenkes bersama berbagai pihak melakukan sosialisasi untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum selesai.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Cegah Omicron, Masa Karantina WNA dan WNI Jadi 10 Hari

Demi mencegah masuknya varian omicron, masa karantina bagi WNA dan WNI ditambah menjadi 10 hari dari sebelumnya 7 hari.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Omicron Akan Cepat Salip Delta Jadi Varian Dominan

Data terbaru Afsel memperlihatkan, Omicron tampaknya mampu mengatasi beberapa kekebalan. Varian ini dengan cepat akan menyalip Delta menjadi varian dominan.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Pakar: Vaksinasi Nasional Dulu Baru Booster

Cakupan vaksinasi nasional masih perlu ditingkatkan sebelum melakukan vaksinasi booster.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Cegah Omicron, Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

Luhut Binsar Pandjaitan melarang pejabat negara untuk melakukan perjalanan ke luar negeri guna mencegah penularan varian Omicron.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Menkes: Lansia Perlu Dipaksa Divaksin Secepatnya

Menkes Budi Gunadi mengatakan upaya meningkatkan cakupan vaksinasi pada lansia perlu ada pemaksaan.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Ini Arahan Jokowi Hadapi Varian Omicron

Mensesneg Pratikno mengatakan, Presiden Jokowi telah memberi arahan kepada jajaran menteri untuk menghadapi varian baru Covid-19, Omicron

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Akses Pengobatan Diabetes Diperluas

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia masih tinggi di tengah tantangan akses layanan kesehatan.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Vaksinolog: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Efektif

Vaksinolog Dirga Sakti Rambe menyebutkan semua jenis vaksin yang beredar di Indonesia aman dan efektif untuk digunakan.

KESEHATAN | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Vaksin Sinovac


# Reuni 212


# BWF World Tour


# Sri Mulyani



TERKINI
Dikalahkan Duet Korsel, Greysia/Apriyani: Lawan Lebih Baik

Dikalahkan Duet Korsel, Greysia/Apriyani: Lawan Lebih Baik

OLAHRAGA | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings