Logo BeritaSatu

SBY Terdeteksi Kanker Prostat, Tingkat Risiko Kematian Penyakit Ini di Asia Terendah

Selasa, 2 November 2021 | 14:59 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau biasa disebut SBY terdeteksi mengidap kanker prostat. Risiko kematian atau angka mortalitas penderita kanker prostat di Asia tergolong paling rendah dibandingkan benua lainnya.

Kanker prostat merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam kelenjar prostat dan menyerang segala usia. Penyakit ini kerap menjadi silent killer bagi para pria karena seringkali penderitanya tidak mengalami gejala apa pun. Gejala baru akan dirasakan ketika kanker sudah memasuki stadium akhir.

Dikutip dari Penatalaksanaan Kanker Prostat yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, kanker prostat adalah keganasan tersering dan penyebab kematian karena kanker paling utama pada pria di negara Barat. Pada 2008 menyebabkan 94.000 kematian di Eropa atau lebih dari 28.000 kematian di Amerika pada 2012.

Dalam terbitan tersebut bentuk keganasan prostat yang tersering adalah Adenokarsinoma prostat. Bentuk lain yang jarang adalah sarkoma (0,1-0,2%), karsinoma urotelial (1-4%), limfoma dan leukemia1. Oleh karena itu, terminologi kanker prostat mengacu pada Adenokarsinoma prostat.

Seperti diberitakan sebelumnya, SBY didiagnosis mengidap kanker prostat stadium awal. Informasi itu terungkap dari pernyataan tertulis Ossy Dermawan, staf pribadi SBY yang disebarkan melalui grup Whatsapp yang diterima di Jakarta, Selasa (2/11/2021).

Data di Amerika menunjukkan bahwa lebih dari 90% kanker prostat ditemukan pada stadium awal atau dini dan regional, dengan angka kesintasan (survival rate) lima tahun mendekati 100%. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan dengan 25 tahun lalu, yang hanya mencapai 69%.

Rasio insidensi terhadap mortalitas sebesar 5,3 pada 2000. Angka mortalitas juga berbeda pada tiap negara. Angka tertinggi di Swedia yakni 23 per 100.000 penduduk dan terendah di Asia yakni kurang dari lima per 100.000 penduduk.

Di Asia, insiden kanker prostat rata-rata adalah 7,2 per 100.000 pria per tahun. Di Indonesia, jumlah penderita kanker prostat di tiga RS pusat pendidikan (Jakarta, Surabaya dan Bandung) selama delapan tahun terakhir adalah 1.102 pasien dengan rerata usia 67,18 tahun.

Stadium penyakit tersering saat datang berobat adalah stadium lanjut sebesar 59,3% kasus. Terapi primer yang terbanyak dipilih adalah orkhiektomi sebesar 31,1 %, obat hormonal 182 (18%), prostatektomi radikal 89 (9%), dan radioterapi 63 (6%). Sisanya adalah pemantauan aktif, kemoterapi dan kombinasi. Modalitas diagnostik yang digunakan terutama biopsi 57,9%.

Menurut dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dr Marto Sugiono SpU, kanker prostat perlu diwaspadai karena prevalensi penderitanya di Indonesia cukup tinggi yakni 11 dari 100.000 dan menjadi salah satu penyebab kematian pada pria.

Gejala penyakit ini bisa baru dirasakan ketika kanker sudah memasuki stadium akhir sehingga seringkali kanker prostat disebut sebagai silent killer. Maka itu, penting bagi siapa pun terutama pria untuk lebih berhati-hati terutama jika memiliki faktor risiko tertentu antara lain riwayat keluarga, ras, dan usia.

Berdasarkan buku Penatalaksanaan Kanker Prostat, kanker prostat lebih sering mempengaruhi orang-orang di Afro-Amerika di Amerika dan laki-laki Karibia.

Di Amerika Serikat, ras Afrika memiliki risiko lebih tinggi dari jenis kanker, dibandingkan orang Asia maupun Hispanik.

Disebutkan pula, riwayat keluarga juga turut diwaspadai. Memiliki anggota keluarga dengan karsinoma prostat meningkatkan risiko penyakit. Seorang laki-laki yang memiliki ayah atau saudara laki laki yang terdiagnosa kanker pada usia 50 memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi terkena karsinoma prostat.

Risiko meningkat menjadi tujuh sampai delapan kali lipat lebih tinggi pada laki laki yang memiliki dua atau lebih keluarga yang menderita kanker prostat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tembakan Salvo Tandai Pemakaman Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan

Polisi korban tragedi Kanjuruhan dimakamkan di Desa Sukosari, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

NEWS | 3 Oktober 2022

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Peretas menjual data rahasia nomor PM Inggris dan para pejabat tinggi lainnya. Situs web AS mencantumkan rincian kontak terbaru hampir semua menteri Inggris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Rabu, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk

Pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka tindak pidana pembunuhan Brigadir J dilaksanakan pada Rabu (5/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Sebanyak tiga mahasiswa tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Kelui, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Musim Dingin di Eropa, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Lebih Dingin

Ilmuwan memperingatkan perubahan cuaca yang lebih dingin dari biasanya saat musim dingin mendatang di Eropa

NEWS | 3 Oktober 2022

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Dukung Kompetisi Sepak Bola Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung agar kompetisi sepak bola dihentikan sementara imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Sahabat Ganjar memperkenalkan sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung melalui turnamen PUBG mobile.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Divisi Propram Polri Akan Dirombak

Mahfud MD mengatakan pemerintah merekomendasikan perombakan secara terbatas Divisi Propam Polri buntut dari kasus Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Waspada, Gas Air Mata Bisa Berdampak Fatal

Dokter spesialis mata Eka Hospital Bekasi, Moh Arief Herdiawan meminta masyarakat agar mewaspadai gas air mata karena bisa berdampak fatal.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Masalah Asuransi Kredit Berpotensi Berdampak Sistemik

Masalah Asuransi Kredit Berpotensi Berdampak Sistemik

EKONOMI | 12 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings