Logo BeritaSatu

Ketua DPR: Tes PCR Tetap Berguna untuk Diagnosis Lebih Lanjut

Selasa, 2 November 2021 | 16:52 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani mengatakan bahwa tes PCR bukan berarti takkan berguna lagi. Namun, tes tersebut akan menjadi sarana diagnosis lebih lanjut apabila ada masyarakat pelaku perjalanan yang diketahui terkena Covid-19 usai menjalani tes antigen.

Hal itu disampaikan Puan menindaklanjuti pengumuman Pemerintah yang tak lagi mewajibkan pelaku perjalanan udara menggunakan hasil tes PCR yang harganya lebih mahal. Pemerintah membolehkan hasil tes antigen sebagai syarat perjalanan. Keputusan ini setelah protes dari berbagai kelompok masyarakat yang keberatan jika disyaratkan harus menjalani tes PCR di aturan sebelumnya.

Puan mengatakan pihaknya sejak awal melihat bahwa tes antigen lebih efektif. Namun begitu, bukan berarti tes PCR otomatis tidak akan berguna. Karena kedalaman hasil tesnya, PCR lebih cocok digunakan untuk sarana diagnosis lebih lanjut. Diagnosis awal cukup dengan tes antigen.

“Tes PCR akan efisien digunakan sebagai sarana diagnosis. Untuk screening sebaiknya tes antigen saja," kata Puan Maharani, Selasa (2/11/2021).

Menurut Puan, walau pemerintah telah menerapkan aturan penurunan biaya tes PCR, namun harganya dinilai masih tergolong cukup mahal. Selain itu, sebaran laboratorium yang bisa melakukan tes PCR dengan cepat belum ada di seluruh penjuru negeri. Sehingga dalam kondisi itu, jauh lebih baik jika masyarakat diberi pilihan apakah menggunakan antigen atau PCR.

“Dengan mempersilakan calon penumpang memilih swab antigen atau tes PCR sebagai syarat perjalanan termasuk naik pesawat, kita memberi alternatif sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing masyarakat,” ungkap Puan.

Puan justru meminta agar Pemerintah juga berkonsentrasi pada pengawasan di perjalanan. Baik lewat jalur udara, laut, dan darat. Jika masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota memang disyaratkan untuk menjalani tes antigen, hal itu harus benar-benar dilaksanakan.

“Kami berharap pemerintah betul-betul menyiapkan mekanisme pengawasan selama tes antigen diterapkan sebagai syarat perjalanan untuk moda transportasi darat jarak jauh. Paling penting, jangan sampai membebani rakyat,” tegas Puan.

Pengawasan lainnya yang perlu dilakukan adalah memastikan fasilitas kesehatan yang melayani tes PCR dan antigen benar-benar tunduk pada aturan soal harga. Dalam aturan terbaru, pemerintah menetapkan biaya tes antigen paling tinggi untuk Jawa-Bali sebesar Rp 99.000, dan luar Jawa-Bali Rp 109.000.

Batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan PCR di Jawa-Bali sebesar Rp 275.000 dan di luar Jawa-Bali Rp 300.000.

“Pastikan biaya tes antigen dan tes PCR di lapangan sesuai dengan aturan dan tidak melebihi batas tertinggi," kata Politikus PDI Perjuangan itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Muhidin Said


# Roy Suryo


# Partai Buruh


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jokowi Pimpin Langsung HUT Bhayangkara Ke-76 di Semarang

Jokowi Pimpin Langsung HUT Bhayangkara Ke-76 di Semarang

NEWS | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings