Kemenkes Diminta Buka Akses Imunoterapi Penyintas Kanker Paru
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemenkes Diminta Buka Akses Imunoterapi Penyintas Kanker Paru

Rabu, 3 November 2021 | 20:45 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Kanker paru masih menjadi kanker yang paling mematikan di Indonesia. Penanganan yang terlambat dan tingginya biaya pengobatan kian mempersingkat harapan hidup penderitanya. Atas dasar itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta untuk membukakan akses imunoterapi bagi penyintas kanker paru.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Gerindra, Putih Sari mengimbau Kementerian Kesehatan RI untuk menyediakan layanan Kesehatan inovatif lewat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi penderita kanker paru type EGFR Negatif yang merupakan salah satu tipe kanker paru paling banyak dapat mengakses pengobatan imunoterapi yang pada dasarnya sudah tersedia di banyak rumah sakit di Indonesia melalui Jaminan Kesehatan Nasional.

“Dari hasil diskusi dengan pasien serta penyintas kanker paru diketahui bahwa dengan imunoterapi, pasien akan mendapatkan harapan ketahanan hidup 5 tahun lebih tinggi dibandingkan hanya dengan metode kemoterapi saja. Ironisnya pasien kanker paru yang mayoritas dengan type EGFR Negatif dengan persentase sekitar 60-65% dari total pasien kanker paru di Indonesia belum mendapatkan pelayanan Kesehatan inovatif tersebut lewat program JKN,” imbuhnya dalam siaran pers yang diterima Rabu (3/11/2021).

Data GLOBOCAN 2020 menunjukkan bahwa kematian karena kanker paru di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 18% selama dua tahun terakhir menjadi 30.843 orang dengan kasus baru mencapai 34.783 kasus. Artinya saat ini di Indonesia ada empat orang meninggal akibat kanker paru setiap jam dan berpotensi untuk meningkat setiap harinya jika tidak dijadikan prioritas nasional.

Demi meningkatkan angka harapan hidup tersebut, para peneliti di dunia menemukan cara terbaru dalam pengobatan terbaru kanker paru yakni Imunoterapi. Terapi ini menggunakan sistem kekebalan tubuh sendiri untuk melawan sel-sel kanker.

Putih Sari menilai, layanan Kesehatan inovatif lewat program JKN untuk kanker paru tipe EGFR Negatif pantas untuk segera diterapkan mengingat pasien kanker paru lainnya yaitu EGFR positif sudah dapat mengakses layanan kesehatan inovatif. Untuk itu, diharapkan Kementerian Kesehatan dapat melakukan inovasi pembiayaan dan skema harga untuk program JKN, agar tidak terus mengurangi manfaat layanan kesehatan dengan bersembunyi di balik alasan kurangnya dana.

“Saya berharap, penjelasan serta latar belakang dan alasan yang saya sampaikan mengenai layanan Kesehatan inovatif untuk pasien kanker paru tipe EGFR Negatif dapat menjadi bagian didalam addendum Formularium Nasional (Fornas) 2021 yang sementara digodok oleh Kementerian Kesehatan RI,” tegasnya.

Ahli Hematologi Onkologi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ikhwan Rinaldi menjelaskan Imunoterapi merupakan terobosan terbaru dalam pengobatan kanker. Terapi ini menggunakan sistem kekebalan tubuh sendiri untuk melawan sel-sel kanker.

“Pada kanker paru ini, pengobatan dengan imunoterapi ini cukup bagus karena pengobatan ini jadi lini pertama atau ketika PD-L1 positif. Menurut saya pengobatan imunoterapi tidak diragukan lagi karena dunia sudah mengakui imunoterapi bisa dikatakan efektif dibandingkan pengobatan yang lain,” jelasnya.

Ikhwan menambahkan pengobatan imunoterapi ini memiliki perbedaan dengan kemoterapi pada umumnya. Prinsip kemoterapi yakni mematikan sel kanker pada melalui hambatan siklus hidup sel. Sementara prinsip imunoterapi dapat memanfaatkan mekanisme kekebalan sel-sel tubuh kita sendiri untuk melawan kankernya.

“Imunoterapi bisa diberikan pada yang penderita kanker yang PD-L1 diatas 50%. Namun ketika nilai PD1 diantara 1% sampai 50% baiknya diberikan pengobatan Bersama-sama dengan kemoterapi,” ujar dr. Ikhwan.

Sementara itu, Megawati Tanto selaku Koordinator Kanker Paru untuk CISC saat peluncuran buku Bersahabat Dengan Kanker Paru menyampaikan harapan penyintas kanker paru.

Menurut dia, pemerintah mesti memprioritaskan ketersediaan akses terhadap pengobatan inovatif untuk kanker seperti terapi target dan imunoterapi, sebagai bagian dari jaminan akses pasien terhadap pengobatan kanker paru yang terbaik. Akses itu termasuk menambahkan pengobatan personalisasi bagi penyintas kanker paru sub-tipe ALK dan EGFR negatif ke dalam BPJS.

“Dengan mengurangi beban yang artinya meningkatkan kualitas hidup pasien kanker paru, pasien, kami berharap laju pertambahan kasus kanker paru di Indonesia semakin terkendalikan. Dengan demikian, untuk mewujudkan pengobatan kanker yang tepat serta berkualitas dan bisa dijangkau oleh semua penyintas kanker, dibutuhkan kolaborasi yang kuat dari semua pemangku kepentingan baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat,” tutup Megawati.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menteri Kesehatan: Kebijakan PTM Disesuaikan Level PPKM

Menteri Kesehatan menyatakan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) disesuaikan dengan level PPKM yang berlaku pada masing-masing daerah.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Wiku: Perlu Strategi Mitigasi untuk Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak

Perlu kebijakan khusus yakni strategi mitigasi bagi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebagai penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Indonesia

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Tegur Pemda, Satgas Minta Prokes Masyarakat Dipantau

Satgas Covid-19 menegur dan meminta pemerintah daerah (pemda) kembali meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes)

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Pemerintah Diingatkan Berhati-hati Membuat Narasi Covid-19

Erlina Burhan menyarankan pemerintah untuk lebih berhati-hati  membuat sebuah narasi sosialisasi Covid-19 yang akan disampaikan kepada masyarakat.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menkes: Pasien Covid-19 yang Bergejala Sedang dan Berat Bisa Dirawat di RS

Menteri Kesehatan (Menkes) menegaskan, pasien Covid-19 yang direkomendasikan bisa dirawat di RS adalah mereka yang bercirikan gejala sedang dan berat

KESEHATAN | 27 Januari 2022

IDAI: Percepat Vaksinasi Covid-19 karena Anak Dapat Jadi Penular Aktif

IDAI menyatakan, anak dapat menjadi penular yang aktif sehingga pemerintah perlu mempercepat vaksinasi Covid-19 pada kelompok anak-anak

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menkes: Kasus Covid-19 Melonjak Akibat Cepat dan Tingginya Penularan Omicron

Kasus Covid-19 terus meningkat khususnya wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akibat cepat, banyak dan tingginya penularan varian Omicron.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Kasus Harian Covid-19 Indonesia 8.077, DKI Jakarta 4.149

Kemenkes kasus harian Covid-19 di Indonesia, Kamis (27/1/2022), mencapai 8.077 dan DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak dengan 4.149.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Bertambah 222, Kasus Omicron di Indonesia Capai 1.988 Pasien

Kasus positif Covid-19 varian Omicron kembali meningkat menjadi 1.988 pasien.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

126,4 Juta Masyarakat Indonesia Telah Jalani Vaksinasi Lengkap

Kemenkes melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 lengkap pada Kamis (27/1/2022) sebanyak 126,4 juta atau tepatnya 126.413.464.

KESEHATAN | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Mahfud MD: Pemerintah Berkomitmen Lindungi Pembela HAM

Mahfud MD: Pemerintah Berkomitmen Lindungi Pembela HAM

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings