Logo BeritaSatu

Aplikasi PeduliLindungi Bermasalah, Kemenkes: Penumpang Bisa Gunakan Kartu Fisik Vaksinasi

Kamis, 4 November 2021 | 16:58 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyarankan kartu fisik vaksinasi Covid-19 dosis kedua (lengkap) dan tes antigen bisa digunakan sebagai syarat perjalanan untuk moda transportasi udara, apabila nama penumpang belum terekam di aplikasi PeduliLindungi atau hanya sekali.

Hal ini menjawab bagi calon penumpang pesawat terbang yang sudah lengkap vaksinasi, namun terjadi kesalahan input data, sehingga yang terekam pada aplikasi PeduliLindungi hanya sekali vaksin.

"Kalau ada hard copy vaksinasi dosis kedua (lengkap), penumpang diperbolehkan melakukan tes antigen dan memakainya sebagai syarat perjalanan di masa PPKM ini. Jadi tidak perlu harus swab test PCR Covid-19. Tapi mungkin terkait yang masih kesalahan input, sebaiknya segera diperbaiki untuk mempermudah di kemudian hari," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com, Kamis (4/11/2021).

Diakui, saat vaksinasi massal memang terjadi beberapa kasus kesalahan input data peserta, sehingga sertifikatnya tidak terbit di aplikasi, meskipun mereka menerima kartu vaksinasi lengkap (kartu fisik). Pengelola aplikasi PeduliLindungi tidak bisa menerbitkan sertifikat karena data peserta vaksinasi belum diinput ke database oleh faskes penyelenggara vaksinasi.

Nadia menjelaskan, kasus tidak terbitnya sertifikat vaksinasi di aplikasi PeduliLindungi bisa disebabkan dua hal. Yakni terjadi kesalahan penginputan data oleh petugas dan data yang diberikan peserta tidak akurat.

"Jadi sebaiknya peserta vaksinasi yang masih bermasalah segera kontak situs PeduliLindungi untuk perbaikan data dan memastikan sertifikat keluar di aplikasi PeduliLindungi, karena saat ini sudah menjadi berbagai persyaratan," jelas dia.

Sebelumnya, pada awal Oktober kemarin terdapat 3.000 warga yang belum menerima sertifikat vaksin pada aplikasi PeduliLindungi meski sudah menjalankan vaksinasi Covid-19.

"Pada November ini sudah tidak sampai ribuan ya. Saat ini kan per hari terdapat jutaan vaksinasi yang dilakukan dan kasus tidak terbitnya di aplikasi bisa berbagai penyebab yang harus diteliti satu per satu," ungkap dr Nadia.

Ia menyarankan, peserta vaksinasi yang masih bermasalah bisa langsung email sertifikat@pedulilindungi.id sesuai format yang diminta. Ia menegaskan saat ini sudah tidak ada pending email.

"Atau bisa juga hubungi call center 119 dengan extension 9 untuk mendapatkan bantuan. Saat ini cakupan yang dijawab lebih dari 90%. Kemudian akan diluncurkan chatbox WA untuk perbaikan kesalahan dalam sertifikat," kata Nadia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, DPR: Aparat Harus Tahu Larangan Penggunaan Gas Air Mata

Pengunaan gas air mata menjadi salah satu hal yang disorot publik dalam tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

DPR: Tragedi Kanjuruhan Akan Sangat Berpengaruh terhadap Olahraga Nasional

Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian menyampaikan keprihatinannya atas tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, GMPI Jawa Timur: "Aremania vs Gas Air Mata"

Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Jawa Timur (Jatim) menyayangkan terjadinya tragedi Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kirim Tim Usut Tragedi Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 174 Orang

Komnas HAM turunkan tim penyelidikan terkait tragedi Kanjuruhan di Stadion Kanjuruhan, Malang yang dilaporkan telah tewaskan 174 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Minta Polisi Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Nilai Sepak Bola Kerap Pancing Suporter Emosi

Mahfud MD menyampaikan penyesalan pemerintah atas terjadinya tragedi Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Ahmad Sahroni Kecam Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam pengunaan gas air mata dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kantongi Berbagai Video Terkait Kerusuhan Kanjuruhan

Komnas HAM mengantongi berbagai video terkait kerusuhan Kanjuruhan seusai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya di Malang.

NEWS | 2 Oktober 2022

174 Tewas di Tragedi Kanjuruhan, Salah Satu Bencana Stadion Terburuk di Dunia

174 orang tewas terinjak-injak pada pertandingan sepak bola Indonesia yang dikenal dengan tragedi Kanjuruhan dan menjadi salah satu bencana stadion terburuk di dunia.

NEWS | 2 Oktober 2022

Segera ke Malang, Mantan CEO Arema: Saya Ingin Bersama Aremania

Mantan CEO Arema, Agoes Soerjanto segera bergegas ke Malang, karena ingin bersama-sama dengan Aremania, usai tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kapolri dan Menpora Datangi Stadion Kanjuruhan

Kapolri dan Menpora Datangi Stadion Kanjuruhan

BOLA | 13 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings