Logo BeritaSatu

Tekan Harga PCR, Pemerintah Dorong Peningkatan Produksi Reagen Lokal

Selasa, 16 November 2021 | 20:22 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Abdul Kadir menyatakan pemerintah mendorong peningkatan produksi reagen di dalam negeri demi menekan harga swab test polymerase chain reaction (PCR) Covid-19.

"Ini bisa terjadi pada negara India yang dapat mematok harga swab test PCR Covid-19 sebesar Rp 100.000 karena mereka memproduksi reagen di dalam negeri," katanya dalam diskusi virtual bertajuk Menakar Kualitas PCR dengan Kebijakan Pemerintah Dalam Penetapan Harga PCR Test, Selasa (16/8/2021).

Namun hal ini berbeda dengan Indonesia yang masih mengimpor reagen dari negeri Tiongkok hingga Jepang. Hal tersebut membuat harga tes PCR di Indonesia masih mahal.

Penurunan harga tes PCR, sudah mengikuti penurunan harga reagen di pasaran. Menurutnya, harga tersebut juga sudah memperhitungkan seluruh biaya operasional dan jasa yang dilakukan oleh seorang profesional.

"Kita mengacu harga pasar, di pasar pun terjadi penurunan harga reagen yang luar biasa. Jasa pelayanan, dokter atau perawat tetap dihargai jasanya," jelas Kadir.

Ia menjelaskan, bahwa dengan harga Rp 100.000 sudah bisa mendapatkan reagen yang telah divalidasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), sehingga harga tes PCR yang saat ini Rp 275.000 masih ada keuntungan.

Kadir berpendapat, pengusaha yang saat ini mengeluh dengan harga tes PCR yang dianjurkan pemerintah, dianggap karena telah membeli reagen dengan harga yang lebih mahal.

"Kalau pengusaha banyak yang berkeluh kalau harga PCR saat ini dibilang terlalu murah, mungkin karena dia sudah terlanjur mengambil reagen yang mahal," kata Kadir.

Setelah lewati beberapa fase penurunan harga tes PCR , pemerintah dinilai terlalu mementingkan harga dan melupakan mutu dari PCR tersebut.

Untuk itu Kemenkes tengah mengajukan pembebasan pajak kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk bahan habis pakai (BHP) pada tes PCR termasuk reagen yang impor dari luar betul-betul diberi kebebasan pajak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

P2G Desak Pemerintah Beri Afirmasi kepada 1,6 Juta Guru

P2G mendesak Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memberikan afirmasi kepada 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru.

NEWS | 27 September 2022

Ternyata, Ini Isi Koper Mencurigakan di Depan Polda Metro Jaya

Polisi memastikan koper mencurigakan di kawasan depan Polda Metro Jaya bukan berisi benda berbahaya. Ternyata, koper itu milik anggota polisi berisi pakaian.

NEWS | 27 September 2022

Anies Capres, Ini Cawapres dari PKS, Demokrat, dan Nasdem

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal diusung sebagai capres di Pilpres 2024 oleh koalisi Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS

NEWS | 27 September 2022

Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa KPK menuntut Hakim Itong Isnaeni Hidayat, hakim nonaktif PN Surabaya dihukum 7 tahun penjara atas perkara dugaan suap penanganan perkara.. 

NEWS | 27 September 2022

Mantan Panglima OPM Minta Lukas Enembe Penuhi Pemeriksaan KPK

Mantan Panglima OPM Lambert Pekikir menyorot mangkirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dari pemeriksaan KPK.

NEWS | 27 September 2022

Puan Minta Ahmadi Noor Supit Buat Gebrakan Tingkatkan Kinerja BPK

Ketua DPR, Puan Maharani berharap anggota BPK terpilih, Ahmadi Noor Supit membuat gebrakan untuk meningkatkan kinerja BPK dalam mencegah kerugian negara.

NEWS | 27 September 2022

KLHK Proses 1.308 Kasus Pencemaran Lingkungan Hidup ke Pengadilan

KLHK telah memproses 1.308 kasus pencemaran lingkungan hidup baik pidana dan perdata hingga ke pengadilan dalam beberapa tahun terakhir.

NEWS | 27 September 2022

KPU Tak Perpanjang Masa Perbaikan Dokumen Parpol

KPU memastikan tidak akan memperpanjang waktu perbaikan dokumen pendaftaran partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024

NEWS | 27 September 2022

Keluarga Yakin Mahsa Amini Disiksa Polisi Susila Iran sebelum Tewas

Keluarga Mahsa Amini yang meninggal dalam tahanan Iran meyakini, wanita berusia 22 tahun itu meninggal setelah mendapat penyiksaan dari polisi susila.

NEWS | 27 September 2022

1,6 Juta Guru Belum Terima Tunjangan karena Terkendala Aturan Kemendikbudristek

Sebanyak 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru karena terkendala persyaratan yang dibuat Kemendikbudristek.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Babak I, Gol Cepat Dimas Drajad Bawa Timnas Indonesia Unggul

Babak I, Gol Cepat Dimas Drajad Bawa Timnas Indonesia Unggul

BOLA | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings