Kemenkes Ungkap Penyebab Cakupan Imunisasi Rutin Rendah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemenkes Ungkap Penyebab Cakupan Imunisasi Rutin Rendah

Senin, 22 November 2021 | 16:02 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Penyebab rendahnya cakupan imunisasi rutin pada anak terjadi karena sejumlah kendala seperti masalah administrasi pengadaan vaksin, biaya distribusi dan penyimpanan vaksin serta sejumlah kendala lainnya.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugs (Plt) Dirjen Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/11/2021).

Maxi Rein Rondonuwu mengatakan rendahnya cakupan imunisasi rutin ini karena beberapa kendala di lapangan seperti kendala administrasi pengadaannya.

“Tentu harus ada solusi perencanaan metode pengadaan yang tepat,” kata Maxi.

Adapun imunisasi dimaksud yakni imunisasi mulai anak dari usia 12-23 bulan yang pada bulan Oktober target 78,0% hingga Oktober 2021 ini baru mencapai 56,5%. Selain itu, untuk campak rubela di bawah 2 tahun untuk bayi pada Januari hingga Oktober masih sangat jauh dari target 67,5%, saat ini baru mencapai 40,9%.

Maxi mengatakan, selain terkendala masalah administrasi pengadaan vaksin, kendala lainnya adalah terkait dengan distribusi dan penyimpanan. Dalam hal ini, distribusi ke kabupaten/kota terkendala dengan pembiayaan karena ada daerah yang tidak mengalokasikan anggarannya serta kendala gudang penyimpanan vaksin penuh karena bersamaan dengan vaksin Covid-19.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata Maxi, ke depannya pengambilan vaksin rutin dilakukan bersamaan dengan vaksin Covid-19 serta imunisasi rutin ditingkatkan sehingga vaksin tidak menumpuk di gudang.

“Kalau sekarang ini memang prioritas (vaksin Covid-19), maka lebih terkonsentrasi ke vaksinasi Covid-19,” ucapnya.

Kendala lainnya, lanjut Maxi, karena tenaga kesehatan (nakes) banyak menangani pandemi Covid-19 serta posyandu pada masa PPKM darurat banyak ditutup. Sementara, Indonesia memiliki banyak daerah sulit dijangkau.

Sebagai solusinya, Maxi mengatakan, imunisasi rutin ke depannya akan kembali dilakukan oleh nakes di puskesmas sedangkan vaksinasi untuk Covid-19 akan dibantu oleh nakes dari swasta serta TNI dan Polri.

Selain itu, dengan dibukanya posyandu akan kembali digiatkan imunisasi rutin serta puskesmas melakukan pemantauan pencatatan laporan kesehatan.

“Kami tahu bahwa memang belum ada laporan yang real time. Ini sementara disiapkan oleh Kementerian Kesehatan untuk ada laporan real time seperti pelaksanaan vaksinasi Covid-19” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satgas: Peningkatan Kasus Covid-19 Dipicu Penularan Omicron yang Sangat Cepat

Menurut Alexander Ginting, penularan Omicron yang sangat cepat inilah yang menjadi penyebab utama kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Dokter Paru: Batuk dan Gatal Tenggorokan Gejala Umum Omicron

Gejala umum yang ditemukan pada pasien Covid-19 varian Omicron berupa batuk dan gatal tenggorokan

KESEHATAN | 27 Januari 2022


BOR DKI Capai 45%, DPR: Perbanyak Tempat Isolasi Terpusat

Charles Honoris meminta pemerintah untuk segera memperbanyak tempat isolasi terpusat untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 varian Omicron di Jakarta.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menteri Kesehatan: Kebijakan PTM Disesuaikan Level PPKM

Menteri Kesehatan menyatakan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) disesuaikan dengan level PPKM yang berlaku pada masing-masing daerah.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Wiku: Perlu Strategi Mitigasi untuk Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak

Perlu kebijakan khusus yakni strategi mitigasi bagi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebagai penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Indonesia

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Tegur Pemda, Satgas Minta Prokes Masyarakat Dipantau

Satgas Covid-19 menegur dan meminta pemerintah daerah (pemda) kembali meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes)

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Pemerintah Diingatkan Berhati-hati Membuat Narasi Covid-19

Erlina Burhan menyarankan pemerintah untuk lebih berhati-hati  membuat sebuah narasi sosialisasi Covid-19 yang akan disampaikan kepada masyarakat.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menkes: Pasien Covid-19 yang Bergejala Sedang dan Berat Bisa Dirawat di RS

Menteri Kesehatan (Menkes) menegaskan, pasien Covid-19 yang direkomendasikan bisa dirawat di RS adalah mereka yang bercirikan gejala sedang dan berat

KESEHATAN | 27 Januari 2022

IDAI: Percepat Vaksinasi Covid-19 karena Anak Dapat Jadi Penular Aktif

IDAI menyatakan, anak dapat menjadi penular yang aktif sehingga pemerintah perlu mempercepat vaksinasi Covid-19 pada kelompok anak-anak

KESEHATAN | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Kalah oleh Filipina, Indonesia Tersingkir dari Piala Asia Wanita

Kalah oleh Filipina, Indonesia Tersingkir dari Piala Asia Wanita

BOLA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings