Logo BeritaSatu

Sindrom Stunting Dapat Terjadi Secara Berulang

Sabtu, 27 November 2021 | 17:25 WIB
Oleh : CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Piprim Basarah Yanuarso menekankan sindrom stunting (kekerdilan) dapat terjadi secara berulang-ulang pada anak.

“Sindrom ini bisa berulang, mulai dari neonate, dua tahun, usia sekolah (school age), pubertas, dewasa, terus berulang. Ketika kita tidak punya strategi untuk memutus siklus ini, jadi ibu yang stunting melahirkan lagi anak stunting dan seterusnya,” kata Piprim dalam webinar Cegah Kelahiran Prematur Dalam Upaya Menurunkan Stunting yang diikuti di Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

Piprim menuturkan untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas, perlu adanya perhatian tidak hanya pada saat ibu memasuki masa kehamilan saja, tetapi harus dimulai sejak masa kanak-kanak, remaja hingga memasuki masa dewasa muda.

Adanya potensi sindrom stunting dapat terjadi secara berulang, kata dia, membuat ibu perlu mendapatkan perhatian khusus melalui strategi intervensi yang berbeda-beda dalam setiap siklus kehidupan yang dilalui oleh ibu tersebut.

Ia menjelaskan, seperti sejak ibu memasuki masa remaja kehamilan, peningkatan penggunaan makanan lokal seperti telur dan ikan guna perlu lebih ditingkatkan guna mencegah ibu terkena malnutrisi. Perlu pula melakukan fortifikasi pada makanan yang dikonsumsi ibu termasuk garam beryodium.

Peningkatan asupan nutrisi melalui makanan lokal itu, sangat diperlukan untuk membantu ibu tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Di saat yang bersamaan dengan pada saat memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayinya nanti.

Kemudian setelah bayi dilahirkan, perlu adanya inisiasi dini menyusui dalam satu jam kelahiran termasuk memberikan kolostrum (makanan pertama untuk bayi baru lahir yang keluar dari payudara ibu sebelum ASI).

Piprim menegaskan pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk memastikan bahwa bayi selama enam bulan pertama kehidupannya terpenuhi kebutuhan nutrisinya, sehingga dapat terhindari dari kondisi stunting.

“Makanya saya sering katakan kalau ibu ingin ASI-nya bagus, harus banyak minum air minimal tiga liter sehari dan harus banyak makan protein hewani karena ibu akan memberikan ASI yang menumbuhkan bayinya,” tegas dia.

Dalam kesempatan itu Piprim juga menyoroti masih banyak terdapat kekeliruan yang dilakukan oleh masyarakat pada saat memahami MPASI yang tepat untuk bayi dan anak balita serta konsumsi makanan siap saji yang kaya karbohidrat dan gula tapi minim nutrisi.

Akibatnya, muncul potensi anak stunting menjadi memiliki sindrom metabolik, seperti penyakit dislipidemia. penyakit jantung, diabetes mellitus (kencing manis) dan hipertensi.

Oleh sebab itu, dia meminta semua pihak terutama tenaga kesehatan yang bekerja di lapangan untuk benar-benar memantau kondisi anak semaksimal mungkin mulai dari asupan gizi, tinggi badan hingga panjang badan untuk mencegah terjadinya stunting.

“Ini harus hati-hati di lapangan, tidak semua perawakan pendek itu stunting. Stunting pasti perawakannya pendek, tapi tidak semua perawakan pendek itu stunting,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Perkara Dugaan Pelanggaran PE Minyak Goreng Masih Sulit Dibuktikan

sidang lanjutan perkara dugaan korupsi permohonan Persetujuan Ekspor (PE) Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya belum mampu membuktikan adanya korupsi atau perbuatan melawan hukum

NEWS | 4 Oktober 2022

Ciliwung Meluap, 6 Pintu Air di Jakarta Waspada Banjir

Sebanyak enam pintu air di Jakarta waspada atau siaga 3 banjir dikarenakan hujan yang mengguyur ibu kota sejak sore hari tadi.

NEWS | 4 Oktober 2022

Polisi Periksa CCTV di Rumah Lesti Kejora-Rizky Billar

Polisi akan memeriksa CCTV di rumah Lesti Kejora dan Rizky Billar terkait penanganan dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

NEWS | 4 Oktober 2022

Mahasiwa FHUI Cetak Prestasi pada Kompetisi Peradilan Semu Tingkat Dunia

FHUI yang tergabung dalam ALSA mencetak prestasi pada kompetisi peradilan semu bertaraf internasional di Seoul, 30 September - 3 Oktober 2022.

NEWS | 4 Oktober 2022

Ridwan Kamil Buktikan Dampak Perubahan Iklim, 700 Hektare Ditelan Laut

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuktikan sendiri dampak perubahan iklim di wilayahnya.

NEWS | 4 Oktober 2022

1.252 Rumah di Kota Tangsel Dikepung Banjir

Hasil monitoring BNPB, ada sebanyak 1.252 rumah di enam kelurahanTangerang Selatan yang terkepung banjir.

NEWS | 4 Oktober 2022

Banjir Perumahan Dosen IKIP Bekasi Capai 1 Meter

Banjir di Perumahan Dosen IKIP, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, disebebkan luapan kali yang melintas di perumahan tersebut.

NEWS | 4 Oktober 2022

Megawati Minta Prajurit TNI Paham Pancasila dan Geopolitik

Menurut Megawati Soekarnoputri, memahami Pancasila berarti mengetahui sejarah bangsa dan negara Indonesia.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kasus Hakim Agung Sudrajad, KPK Tahan Debitur Koperasi Intidana

KPK melakukan penahanan terhadap tersangka pemberi suap lainnya dalam kasus hakim agung pada Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati.

NEWS | 4 Oktober 2022

Puan Ajak Anggota DPR Heningkan Cipta untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Ketua DPR Puan Maharani menutup masa persidangan I DPR tahun sidang 2022-2023 dalam rapat paripurna.

NEWS | 4 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ciliwung Meluap, 6 Pintu Air di Jakarta Waspada Banjir

Ciliwung Meluap, 6 Pintu Air di Jakarta Waspada Banjir

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings