Sindrom Stunting Dapat Terjadi Secara Berulang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sindrom Stunting Dapat Terjadi Secara Berulang

Sabtu, 27 November 2021 | 17:25 WIB
Oleh : CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Piprim Basarah Yanuarso menekankan sindrom stunting (kekerdilan) dapat terjadi secara berulang-ulang pada anak.

“Sindrom ini bisa berulang, mulai dari neonate, dua tahun, usia sekolah (school age), pubertas, dewasa, terus berulang. Ketika kita tidak punya strategi untuk memutus siklus ini, jadi ibu yang stunting melahirkan lagi anak stunting dan seterusnya,” kata Piprim dalam webinar Cegah Kelahiran Prematur Dalam Upaya Menurunkan Stunting yang diikuti di Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

Piprim menuturkan untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas, perlu adanya perhatian tidak hanya pada saat ibu memasuki masa kehamilan saja, tetapi harus dimulai sejak masa kanak-kanak, remaja hingga memasuki masa dewasa muda.

Adanya potensi sindrom stunting dapat terjadi secara berulang, kata dia, membuat ibu perlu mendapatkan perhatian khusus melalui strategi intervensi yang berbeda-beda dalam setiap siklus kehidupan yang dilalui oleh ibu tersebut.

Ia menjelaskan, seperti sejak ibu memasuki masa remaja kehamilan, peningkatan penggunaan makanan lokal seperti telur dan ikan guna perlu lebih ditingkatkan guna mencegah ibu terkena malnutrisi. Perlu pula melakukan fortifikasi pada makanan yang dikonsumsi ibu termasuk garam beryodium.

Peningkatan asupan nutrisi melalui makanan lokal itu, sangat diperlukan untuk membantu ibu tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Di saat yang bersamaan dengan pada saat memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayinya nanti.

Kemudian setelah bayi dilahirkan, perlu adanya inisiasi dini menyusui dalam satu jam kelahiran termasuk memberikan kolostrum (makanan pertama untuk bayi baru lahir yang keluar dari payudara ibu sebelum ASI).

Piprim menegaskan pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk memastikan bahwa bayi selama enam bulan pertama kehidupannya terpenuhi kebutuhan nutrisinya, sehingga dapat terhindari dari kondisi stunting.

“Makanya saya sering katakan kalau ibu ingin ASI-nya bagus, harus banyak minum air minimal tiga liter sehari dan harus banyak makan protein hewani karena ibu akan memberikan ASI yang menumbuhkan bayinya,” tegas dia.

Dalam kesempatan itu Piprim juga menyoroti masih banyak terdapat kekeliruan yang dilakukan oleh masyarakat pada saat memahami MPASI yang tepat untuk bayi dan anak balita serta konsumsi makanan siap saji yang kaya karbohidrat dan gula tapi minim nutrisi.

Akibatnya, muncul potensi anak stunting menjadi memiliki sindrom metabolik, seperti penyakit dislipidemia. penyakit jantung, diabetes mellitus (kencing manis) dan hipertensi.

Oleh sebab itu, dia meminta semua pihak terutama tenaga kesehatan yang bekerja di lapangan untuk benar-benar memantau kondisi anak semaksimal mungkin mulai dari asupan gizi, tinggi badan hingga panjang badan untuk mencegah terjadinya stunting.

“Ini harus hati-hati di lapangan, tidak semua perawakan pendek itu stunting. Stunting pasti perawakannya pendek, tapi tidak semua perawakan pendek itu stunting,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Antisipasi Gelombang Ketiga, Epidemiolog Minta PTM Dievaluasi

Pemerintah diminta untuk mengevaluasi kembali proses pembelajaran tatap muka (PTM) mengantisipasi prediksi gelombang ketiga Covid-19 pada Februari-Maret.

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Legislator PKB Minta Kemenkes Sediakan Vaksin Halal

Anggota DPR dari Fraksi PKB, Nur Nadlifah mendukung adanya desakan masyarakat agar Kemenkes menyediakan vaksin Covid-19 yang halal dan aman bagi umat Islam.

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Tjandra Yoga: Tak Semua Infeksi Omicron Ringan

Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Aditama menegaskan, tidak semua infeksi Omicron adalah ringan

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Megawati Minta Menteri PPPA Sediakan Informasi Gizi Ibu Hamil dengan Komorbid

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyediakan informasi gizi bagi ibu hamil yang memiliki komorbid.

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Satgas Covid-19: Tingkatkan Tracing di Jakarta, Jabar, dan Banten

Alexander Kaliaga Ginting menyatakan, kontak tracing dan testing di wilayah Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten harus ditingkatkan

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Kapolri Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah untuk Kemaslahatan Umat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi PP Muhammadiyah yang terus berkontribusi untuk kemaslahatan umat, salah satunya di bidang kesehatan.

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Update Covid-19: Jakarta Masih Sumbangkan Kasus Terbanyak

Tercatat sebanyak 1.546 kasus Covid-19 transmisi lokal atau sebanyak 58,33% dari kasus nasional pada hari ini.

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Kasus Covid-19 Naik, Kemenkes Lakukan Intervensi Bersama Pemda

Kemenkes melakukan intervensi bersama pemda seiring kasus positif Covid-19 yang mengalami tren kenaikan

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Vaksinasi Dosis Lengkap Covid-19 Sebanyak 124.080.794

Dosis lengkap cakupan vaksinasi Covid-19 mencapai 59,57% atau sebanyak 124.080.794 dari target sasaran vaksinasi nasional.

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Update Covid-19: Kasus Harian Tercatat 2.925

Kasus harian Covid-19 di Indonesia, hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 2.925 kasus.

KESEHATAN | 23 Januari 2022


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
Chelsea Bungkam Spurs, Rudiger Jadi Korban Lemparan Benda

Chelsea Bungkam Spurs, Rudiger Jadi Korban Lemparan Benda

BOLA | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings