Pakar: WHO Sebut Omicron Berkategori Kewaspadaan Tinggi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pakar: WHO Sebut Omicron Berkategori Kewaspadaan Tinggi

Minggu, 28 November 2021 | 17:01 WIB
Oleh : WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar ilmu kesehatan Universitas Indonesia (UI) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengelompokkan varian Omicron ke dalam kategori kewaspadaan tertinggi atau variant of concern (VOC) berdasarkan pengamatan pada perkembangan mutasi yang cepat.

"WHO sudah menggolongkannya dalam VOC berdasar rekomendasi WHO's Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE)," kata Tjandra Yoga Aditama, di Jakarta itu, Minggu (28/11/2021).

Tjandra mengatakan, virus B 1.1.529 itu diberi nama Omicron setelah resmi dikelompokkan dalam kategori VOC bersama Alpha (B 1.1.7), Beta (B 1.351), Gamma (P1) dan Delta (B 1.617.2).

Menurut mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu, varian Omicron memiliki karakteristik lebih mudah menular, menyebabkan penyakit yang lebih parah, secara signifikan mengurangi netralisasi oleh antibodi, dapat mengurangi efektivitas pengobatan, vaksin atau diagnosis medis.

"Pertimbangan utamanya adalah karena banyaknya mutasi yang terjadi, ada yang mengatakan 30 di spike protein dan ada juga yang menyatakan sampai 50 total mutasi," katanya.

Menurut Tjandra, Omicron adalah mutasi terbanyak Covid-19 yang terjadi selama ini dan sebagian mutasi ini berjenis baru.

Tjandra mengatakan, mutasi dalam jumlah banyak dan cepat dikhawatirkan memicu penyebaran yang cepat seperti yang terjadi di Afrika. Selain itu ada pula kemungkinan infeksi ulang hingga serangan pada sistem imun.

"Dalam beberapa minggu ini jumlah kasus naik tajam di hampir semua provinsi Afrika Selatan. Kalau tadinya di Eropa baru hanya di temukan di Belgia, maka sejak kemarin bertambah tiga negara lain, Jerman, Inggris dan Italia, selain di Israel dan Hongkong sehingga sudah lintas benua," katanya.

Tjandra menambahkan, WHO mengelompokkan varian Omicron dalam VOC pada 26 November 2021 sejak kali pertama virus tersebut terkonfirmasi pada 9 November 2021.

"WHO cepat sekali mengelompokkan Omicron dalam VOC. Jadi jarak antara virus ditemukan dengan dinyatakan sebagai VOC adalah hanya 17 hari saja," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sepekan, Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Naik 6,31%

Dalam sepekan pada periode 17-23 Januari 2022 pasin Covid-19 mengalami kenaikan 6,31% atau 160 pasien dari 2.535 menjadi 2.695.

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Indeks Pembangunan Pemuda Turun Akibat Pandemi

Capaian nilai Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Indonesia pada 2020 sebesar 51,00 atau turun sebesar 1,67 poin dari tahun 2019.

KESEHATAN | 23 Januari 2022

Jika Anak Alami Gejala KIPI Setelah Vaksinasi, Tak Perlu Panik

Ketua Komnas KIPI Hinky Hindra Irawan Satari mengatakan, apabila anak mengalami gejala KIPI setelah vaksinasi Covid-19, tidak perlu panik.

KESEHATAN | 22 Januari 2022

Disiplin Prokes, Cara Instan Cegah Covid-19

Komnas KIPI menyatakan, cara instan mencegah Covid-19 adalah dengan disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes).

KESEHATAN | 22 Januari 2022

Persentase Korban Jiwa Akibat Omicron Sangat Kecil

Meskipun rata-rata kasus Omicron bergejala ringan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan agar wabah varian ini tidak diremehkan.

KESEHATAN | 22 Januari 2022

Varian Delta Masih Mendominasi, Faskes Perlu Bersiaga

Kementerian Kesehatan menyatakan, varian Delta masih mendominasi kasus Covid-19 maka fasilitas pelayanan kesehatan perlu bersiaga

KESEHATAN | 22 Januari 2022

KIPI Lebih Banyak Terjadi pada Orang Dewasa daripada Anak

Komnas KIPI menyatakan, berdasarkan golongan umur, usia anak lebih rendah mengalami KIPI dari usia produktif atau dewasa

KESEHATAN | 22 Januari 2022

Dunia Bebas Covid-19, Semua Orang Harus Divaksinasi Termasuk Anak

Sri Rezeki Hadinegoro menuturkan, agar dunia bebas Covid-19, maka setiap orang harus mendapat vaksinasi termasuk anak

KESEHATAN | 22 Januari 2022

Kemenkes: 2 Pasien Kasus Omicron di Indonesia Meninggal

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, 2 pasien kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia

KESEHATAN | 22 Januari 2022

Tren Kasus Covid-19 Anak Selalu Naik Saat Liburan

Kasus Covid-19 pada anak selalu mengalami kenaikan saat liburan. 

KESEHATAN | 22 Januari 2022


TAG POPULER

# Gempa Sulut


# Air Tanah


# Pasien Omicron Meninggal


# OTT KPK


# Kripto



TERKINI
Ikan Jadi Cepat Mati, Vendor Prancis Setop Buat Akuarium Mangkuk

Ikan Jadi Cepat Mati, Vendor Prancis Setop Buat Akuarium Mangkuk

DUNIA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings