Logo BeritaSatu

Epidemiolog: Efikasi Vaksin Covid-19 Menurun dalam 6 Bulan

Minggu, 28 November 2021 | 23:05 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman membenarkan bahwa semua jenis vaksin Covid-19 akan menurun level proteksi imunitasnya seiring berjalannya waktu selama 6-7 bulan.

"Bahkan pada kelompok tertentu pada lanjut usia (lansia) penurunan antibodi dari vaksinasi Covid-19 bisa lebih cepat lagi, yakni 4 bulan setelah divaksin. Hal ini harus disadari kita semua. Ini pun terjadi pada penyintas Covid-19, dimana antibodi imunitasnya menurun kurang lebih 6-7 bulan," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com, Minggu (28/11/2021).

Kedua, bukan berarti tak ampuh lagi, ada level, bukan berarti menjadi 0, tapi menurun 30 hingga 40 %, tetap ada proteksi. orang yang vaksinasi lengkap, tetap punya levelling imunitas ketika sakit tetap ada fungsi perlindungan.

Oleh karena itu, cara mengantisipasi penurunan antibodi ini harus disiapkan program vaksinasi dosis ketiga (booster). Ia menjelaskan, program vaksinasi di Indonesia yang sudah dimulai sejak Januari 2021 dan memasuki Juli 2021, bukan berarti hilang keampuhannya sama sekali.

Menurutnya, efikasi vaksin yang disuntikkan kepada jutaan warga Indonesia hanya menurun kualitasnya sekitar 30-40 %, bukan tidak ampuh lagi menghadapi berbagai varian Covid-19.

"Dalam Imunitas ini ada sel memori, begitu juga dengan tingkat proteksi yang sifatnya ada yang akut dan lama (long time). Efikasi vaksin juga tergantung beberapa faktor dan jenis vaksin yang diterima serta kekuatan imun orang tersebut," ungkap ahli panel WHO (Badan Kesehatan Dunia) tersebut.

Ia menjelaskan, masyarakat memang harus menghadapi ancaman gelombang ketiga Covid-19, ditambah lagi dengan tren kasus Covid-19 yang juga mulai naik lagi di luar negeri, termasuk adanya varian baru Omicron dari Afrika Selatan. Sementara program booster vaksin sendiri baru diizinkan pemerintah pada tahun depan.

"Melihat hal ini hal yang dilakukan adalah kombinasikan program 3T (testing, tracing, treatment), 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas), pengetatan pintu masuk, dan PPKM," urai Dicky.

Kombinasi ini sebaiknya dilakukan secara bersamaan dan setara. Nantinya untuk program booster dipercepat dan diutamakan untuk kelompok rawan yakni lansia maupun pelayanan publik seperti tenaga kesehatan, meski harus melihat juga stok vaksin yang dimiliki negara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

P2G Desak Pemerintah Beri Afirmasi kepada 1,6 Juta Guru

P2G mendesak Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memberikan afirmasi kepada 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru.

NEWS | 27 September 2022

Ternyata, Ini Isi Koper Mencurigakan di Depan Polda Metro Jaya

Polisi memastikan koper mencurigakan di kawasan depan Polda Metro Jaya bukan berisi benda berbahaya. Ternyata, koper itu milik anggota polisi berisi pakaian.

NEWS | 27 September 2022

Anies Capres, Ini Cawapres dari PKS, Demokrat, dan Nasdem

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal diusung sebagai capres di Pilpres 2024 oleh koalisi Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS

NEWS | 27 September 2022

Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa KPK menuntut Hakim Itong Isnaeni Hidayat, hakim nonaktif PN Surabaya dihukum 7 tahun penjara atas perkara dugaan suap penanganan perkara.. 

NEWS | 27 September 2022

Mantan Panglima OPM Minta Lukas Enembe Penuhi Pemeriksaan KPK

Mantan Panglima OPM Lambert Pekikir menyorot mangkirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dari pemeriksaan KPK.

NEWS | 27 September 2022

Puan Minta Ahmadi Noor Supit Buat Gebrakan Tingkatkan Kinerja BPK

Ketua DPR, Puan Maharani berharap anggota BPK terpilih, Ahmadi Noor Supit membuat gebrakan untuk meningkatkan kinerja BPK dalam mencegah kerugian negara.

NEWS | 27 September 2022

KLHK Proses 1.308 Kasus Pencemaran Lingkungan Hidup ke Pengadilan

KLHK telah memproses 1.308 kasus pencemaran lingkungan hidup baik pidana dan perdata hingga ke pengadilan dalam beberapa tahun terakhir.

NEWS | 27 September 2022

KPU Tak Perpanjang Masa Perbaikan Dokumen Parpol

KPU memastikan tidak akan memperpanjang waktu perbaikan dokumen pendaftaran partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024

NEWS | 27 September 2022

Keluarga Yakin Mahsa Amini Disiksa Polisi Susila Iran sebelum Tewas

Keluarga Mahsa Amini yang meninggal dalam tahanan Iran meyakini, wanita berusia 22 tahun itu meninggal setelah mendapat penyiksaan dari polisi susila.

NEWS | 27 September 2022

1,6 Juta Guru Belum Terima Tunjangan karena Terkendala Aturan Kemendikbudristek

Sebanyak 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru karena terkendala persyaratan yang dibuat Kemendikbudristek.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Babak I, Gol Cepat Dimas Drajad Bawa Timnas Indonesia Unggul

Babak I, Gol Cepat Dimas Drajad Bawa Timnas Indonesia Unggul

BOLA | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings