Logo BeritaSatu

Stunting Bisa Mengakibatkan Lost Generation

Selasa, 30 November 2021 | 13:25 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Relawan HaloPuan, Poppy Astari, mengatakan stunting bukan sekadar masalah anak gagal tumbuh, sehingga pendek dan sangat pendek. Lebih daripada itu, stunting bisa membuat bangsa Indonesia kehilangan generasi (lost generation) di masa depan. Sebab, anak-anak stunting akan mengalami kesulitan dalam belajar dan bekerja saat dewasa.

Hal itu disampaikan Poppy di hadapan sekitar 200-an warga terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui bersama balita, dan kader-kader posyandu yang mengikuti kegiatan penyuluhan gizi dan bahaya stunting di Graha Pawestri, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin (29/11/2021).

Mereka mendapatkan informasi tentang stunting dan bagaimana mengatasinya dari BKKBN Kota Tasikmalaya, dan informasi tentang manfaat super bubuk daun kelor sebagai alternatif makanan tambahan bagi para ibu dan balita.

Poppy meyebutkan, Puan Maharani menyadari bahwa stunting tak bisa diatasi oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan peran masyarakat. Kita harus menyadari bahwa stunting merupakan masalah kronis, yang berarti berlangsung dalam periode waktu yang panjang.

Menurutnya, stunting bisa datang dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak-anak jika kita tak serius memperhatikan keseimbangan asupan gizi dan nutrisi mereka dalam jangka waktu itu.

“Jika dalam dua tahun, kita tak melakukan apa-apa dalam memperbaiki asupan gizi, maka kondisi stunting bisa tak tertangani,” kata dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (30/11/2021).

Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi penting karena memberi informasi betapa penting asupan gizi seimbang bagi kaum ibu dan balita dalam periode 1.000 hari tersebut. Informasi ini penting diketahui, bukan hanya oleh kaum ibu tapi juga kaum bapak.

Lurah Tawangsari Rohman sangat mendukung kegiatan ini. Dia mengatakan gizi buruk tidak hanya bisa terjadi di golongan bawah, tetapi juga menengah ke atas karena ini bergantung kepada pengetahuan dan kesadaran.

“Apalagi ini dikaitkan dengan mengolah daun kelor yang lebih kita kenal untuk mengobati orang kesurupan,” katanya.

Camat Tawang, yang diwakili Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat, Asep Sakti Nugraha, menyatakan melawan stunting sudah menjadi program kecamatan. Tapi, masalah ini tak akan tuntas tanpa partisipasi masyarakat.

Disebutkan, pola asuh dan pola makan yang baik menjadi faktor penting yang diharapkan dari masyarakat. Jadi, menurutnya, gerakan HaloPuan ini menjadi penting, terlebih karena melibatkan kader-kader posyandu di Kecamatan Tawang.

Perwakilan perempuan dari DPRD Kota Tasikmalaya, Eti Guspitawati memaparkan bahwa selama pandemi, angka kejadian stunting di Kota Tasikmalaya naik sampai 17,5% atau lebih daripada 7.000 balita. Jika turun ke daerah-daerah pemilihannya, Eti mengatakan banyak menemukan masalah asupan bergizi.

“Ibu-ibu banyak yang belum tahu betul apa itu stunting. Oleh karena itu, saya mengapresiasi inisiasi HaloPuan dengan Gerakan Melawan Stunting. Saya berharap kegiatan sosialisasi ini tidak hanya sekali, tapi bisa berkelanjutan,” ujar Eti.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Muslim, menyampaikan Tasikmalaya adalah salah satu kota termiskin di Jawa Barat. Angka kemiskinan kota ini meningkat dari 11% ke 13% akibat pandemi. “Ini tantangan bagi kita semua, bukan hanya bagi pemerintah,” ujarnya.

Muslim memuji inisiasi Puan Maharani dalam melawan stunting. DPP PDI Perjuangan menginstruksikan setiap anggota DPRD di kabupaten dan kota untuk memonitor perkembangan penurunan angka stunting di satu desa. “Di PDI Perjuangan, kami wajib pegang satu kelurahan untuk memonitor soal stunting ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Tasikmalaya, Nunung, mengatakan Gerakan Melawan Stunting yang dimotori HaloPuan telah mempermudah tugasnya.

“Saya senang Ibu Puan begitu antusias memperhatikan stunting. Angka stunting di Indonesia kini 27%. Bagaimana Indonesia bisa menikmati bonus demografi pada 2045 kalau anak-anak kita tidak bebas stunting,” katanya.

Sejumlah warga menilai Gerakan Melawan Stunting yang dilakukan HaloPuan menambah wawasan. “Terima kasih untuk Ibu Puan Maharani telah mengedukasi masyarakat mengenai manfaat daun kelor dan juga bagaimana menjaga anak,” kata Safira yang tengah mengandung enam bulan.

Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan pemberian paket makanan tambahan plus satu kantong bubuk kelor seberat 450 gram.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kematian Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 26 September 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

NEWS | 5 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings