Logo BeritaSatu

Klaster PTM Buktikan Transmisi Covid-19 Masih Ada

Selasa, 30 November 2021 | 15:40 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting menyatakan, terjadinya klaster saat pembelajaran tatap muka (PTM) SD, SMP, SMA/SMK yang muncul di Yogyakarta dan Medan, membuktikan bahwa transmisi Covid-19 masih ada.

"Satgas Covid-19 menyatakan dengan adanya klaster PTM, hal ini membuktikan bahwa transmisi virus itu masih ada di komunitas sekolah, meskipun rendah," katanya Alexander saat menjawab pertanyaan Beritasatu.com, Selasa (30/11/2021).

Alexander juga menyinggung vaksinasi untuk dosis dua (lengkap) itu belum mencapai 70 % apalagi 80 %, sehingga hal ini seharusnya memberikan respons kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan yang lebih tinggi lagi agar terhindar dari paparan virus.

Dengan temuan kasus positif pada para pelajar saat melakukan PTM di sekolah meski gejalanya ringan menandakan ada sumber infeksi yang masih ada di lingkungan para pelajar tersebut, lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah.

"Oleh karena itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan bersama Satgas Covid-19 akan melakukan pelacakan penemuan kasus aktif. Jadi nantinya akan ditemukan berapa kasus harian, berapa yang sakit dan yang tidak bergejala," ungkap dia.

Dikatakan, untuk sementara sekolahnya diliburkan hingga situasi terkendali. Alexander juga berpesan kepada orang tua siswa harus tetap lakukan edukasi pada anaknya terkait memakai masker yang benar dan ketat menerapkan protokol kesehatan. Selain itu menghimbau bagi orangtua yang belum divaksin segera divaksin secepatnya.

"Untuk mereka yang jatuh sakit tentu akan dirawat di rumah sakit dan pemerintah tetap siap untuk melayani COvid-19 di rumah sakit," jelasnya.

Namun yang terpenting adalah bagi mereka yang positif bisa melakukan isolasi diisolasi terpusat (isoter) agar mudah terkendali. Ditegaskan isoter yang telah dibangun pemerintah baik pusat maupun daerah, tidak boleh ditutup. Isoter harus tetap sedia (stand by) kendati pun kosong tetap perlu sebagai langkah siap siaga.

"Manakala ada klaster keluarga, kasus positif meningkat, maka isoter adalah tempatnya. Hal ini agar mudah dikontrol dan dikendalikan dan juga rumah sakit tidak terlalu penuh dan kasus rendah dan tetap bisa kita kendalikan,"kata Alexander Ginting.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Demo 21 Mei, La Nyalla Minta Masyarakat Waspadai Provokator

Demo 21 Mei, La Nyalla Minta Masyarakat Waspadai Provokator

NEWS | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings