Logo BeritaSatu

Calon Umrah dengan Vaksin Sinovac Wajib Karantina 3 Hari

Selasa, 30 November 2021 | 16:55 WIB
Oleh : WM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, aturan terbaru dari otoritas Arab Saudi bahwa jemaah calon umrah yang menerima suntikan vaksin Sinovac dosis lengkap wajib menjalani karantina selama 3 hari setibanya di Tanah Suci.

"Bagi jemaah umrah yang telah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui WHO, diberlakukan karantina selama tiga hari," ujar Menag Yaqut saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR, di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Yaqut mengatakan, Arab Saudi hingga saat ini hanya mengakui empat jenis vaksin, yakni Pfizer, Astrazeneca, Moderna, dan Jhonson and Johnson. Mereka yang telah mendapat vaksin tersebut boleh melangsungkan ibadah tanpa harus karantina terlebih dahulu.

Sementara bagi vaksin yang tidak masuk pengakuan Saudi, tetapi sudah diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO), wajib melakukan karantina tiga hari. Jemaah Indonesia sendiri mayoritas mendapat suntikan vaksin Sinovac, maka dari itu mereka wajib untuk menjalani karantina.

"Bagi jemaah umrah yang datang dari luar dengan menggunakan visa umrah dan telah disuntik oleh vaksin yang diakui oleh Kerajaan Arab Saudi dengan dosis lengkap, dibolehkan untuk langsung melaksanakan umrah dan tidak diberlakukan penerapan karantina," kata dia.

Menurut Yaqut, Arab Saudi memperbolehkan jemaah yang mendapat vaksin Sinovac tanpa melewati proses karantina, dengan catatan telah mendapat vaksin penguat dari empat vaksin yang diakui.

"Kecuali di-booster dengan satu di antara empat vaksin yang diakui dan itu 14 hari efikasinya. Jadi selama 14 hari sebelum berangkat harus sudah divaksinasi dengan booster yang satu di antara empat vaksin itu," kata dia.

Sebelumnya, Arab Saudi telah mencabut suspend penerbangan dari Indonesia, terhitung mulai 1 Desember 2021, sehingga warga Tanah Air bisa langsung terbang ke Arab Saudi tanpa harus transit ke negara ketiga, kata pejabat Kementerian Agama RI.

"Edaran yang diterbitkan otoritas penerbangan Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021 ini juga berlaku untuk penerbangan jamaah umrah," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief.

Namun demikian, kata Hilman, bukan berarti keberangkatan jemaah umrah bisa langsung dilakukan pada 1 Desember 2021. Sebab, masih ada proses persiapan yang harus dilakukan, antara lain, terkait pendataan jamaah, paket layanan dan pengurusan visa.

"Menindaklanjuti dicabutnya suspend penerbangan, Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji Saudi akan membahas teknis penyelenggaraan umrah," ujar Hilman.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa KPK menuntut Hakim Itong Isnaeni Hidayat, hakim nonaktif PN Surabaya dihukum 7 tahun penjara atas perkara dugaan suap penanganan perkara.. 

NEWS | 27 September 2022

Mantan Panglima OPM Minta Lukas Enembe Penuhi Pemeriksaan KPK

Mantan Panglima OPM Lambert Pekikir menyorot mangkirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dari pemeriksaan KPK.

NEWS | 27 September 2022

Puan Minta Ahmadi Noor Supit Buat Gebrakan Tingkatkan Kinerja BPK

Ketua DPR, Puan Maharani berharap anggota BPK terpilih, Ahmadi Noor Supit membuat gebrakan untuk meningkatkan kinerja BPK dalam mencegah kerugian negara.

NEWS | 27 September 2022

KLHK Proses 1.308 Kasus Pencemaran Lingkungan Hidup ke Pengadilan

KLHK telah memproses 1.308 kasus pencemaran lingkungan hidup baik pidana dan perdata hingga ke pengadilan dalam beberapa tahun terakhir.

NEWS | 27 September 2022

KPU Tak Perpanjang Masa Perbaikan Dokumen Parpol

KPU memastikan tidak akan memperpanjang waktu perbaikan dokumen pendaftaran partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024

NEWS | 27 September 2022

Keluarga Yakin Mahsa Amini Disiksa Polisi Susila Iran sebelum Tewas

Keluarga Mahsa Amini yang meninggal dalam tahanan Iran meyakini, wanita berusia 22 tahun itu meninggal setelah mendapat penyiksaan dari polisi susila.

NEWS | 27 September 2022

1,6 Juta Guru Belum Terima Tunjangan karena Terkendala Aturan Kemendikbudristek

Sebanyak 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru karena terkendala persyaratan yang dibuat Kemendikbudristek.

NEWS | 27 September 2022

Cegah Banjir, DKI Keruk Lumpur Sungai Serentak di 5 Wilayah

Dinas SDA DKI mengeruk sedimen lumpur dan sampah di sejumlah sungai dan waduk serentak di lima wilayah Jakarta sebagai upaya mencegah banjir

NEWS | 27 September 2022

Jakarta Innovation Days, Ajang DKI Unjuk Gigi Capaian Kinerja

Jakarta Innovation Days menjadi ajang DKI untuk memublikasikan capaian program kerja yang telah dikerjakan dalam waktu lima tahun ke belakang

NEWS | 27 September 2022

DPRD Ingin Kajian Trem Kota Bogor Sesuai Tata Ruang

DPRD mendesak Pemkot Bogor untuk lebih mematangkan kembali soal kajian rencana strategi transportasi di Kota Bogor, terkait pembangunan trem

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Dituntut 7 Tahun Penjara

Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Dituntut 7 Tahun Penjara

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings