Logo BeritaSatu

Gara-gara Vaksin Sinovac Laju Vaksinasi Turun

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:32 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan hampir 2 atau 3 minggu ini, laju penyuntikan vaksinasi Covid-19 menurun. Menurutnya, penurunan laju penyuntikan harian ini dikarenakan banyak daerah enggan untuk menggunakan vaksin lain. Semua daerah memilih menunggu kedatangan vaksin Sinovac ketimbang menggunakan merek vaksin lain.

“Ini dikarenakan banyak daerah-daerah yang menunggu untuk bisa mendapatkan vaksin Sinovac,” kata Nadia pada acara dialog bertajuk; “Kasus Turun Percepatan Vaksinasi Terus Berjalan” secara daring, Rabu (1/12/2021).

Dikatakan Nadia, berdasarkan peta penyediaan vaksin untuk semester kedua ini, Indonesia memiliki lebih banyak vaksin yang bukan vaksin Sinovac. Pasalnya, vaksin Sinovac sudah banyak digunakan pada semester pertama yang mana saat ini vaksin lain seperti Pfizer, Moderna, Astrazeneca serta lainnya belum bisa mensuplai secara penuh kebutuhan Indonesia.

Oleh karena itu, Nadia berharap kabupaten/kota bisa melakukan percepatan vaksinasi dengan menggunakan vaksin apapun selain Sinovac yang telah disuplai saat ini.

“Kalau kita melihat masih ada juga kabupaten/kota dengan sisa sasaran vaksinasinya masih cukup banyak seperti misalnya Kabupaten Sukabumi masih satu jutaan. Nah ini yang kita dorong juga untuk segera menyelesaikan vaksinasi dengan menggunakan vaksin yang ada saat ini,” ujar Nadia.

Dikatakannya, hal ini sangat penting karena pihaknya mendapat laporan banyak masyarakat menunda vaksinasi dikarenakan memilih-milih merek vaksin tertentu. Padahal semua vaksin yang ada di Indonesia saat ini sama baiknya.

Menurutnya, jika terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sebenarnya merupakan suatu yang biasa bentuk reaksi dari tubuh ketika dilatih oleh vaksin untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh.

“Jadi kalau kita lihat penurunan vaksinasi memang mungkin faktornya karena kondisi yang penularan ini yang sudah semakin baik, tapi yang kedua adalah karena kondisi penularannya semakin baik ini tidak kemudian membuat masyarakat nunggu-nunggu atau memilih jenis vaksin tertentu,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 138 juta atau 67%. Sedangkan yang sudah mendapatkan dosis kedua 95,5 juta atau 45,8%.

Nadia menuturkan, apabila dilihat dari seluruh sasaran vaksinasi pada usia di atas 12 tahun, maka kelompok lansia yang harus menjadi perhatian. Pasalnya, sampai saat ini baru 53% dari total lansia yang dapatkan vaksinasi proses pertama dan dosis kedua hanya 34%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Aturan Baru KTP


# Cekcok di Tol


# SEA Games


# HUT Jakarta


# Polisi Selingkuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pluang Tawarkan Investasi Emas Digital Berlisensi Bappebti

Pluang Tawarkan Investasi Emas Digital Berlisensi Bappebti

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings