Logo BeritaSatu

Akses Pengobatan Diabetes Diperluas

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:11 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Prevalensi diabetes melitus di Indonesia masih tinggi di tengah tantangan akses layanan kesehatan. Untuk itu, pemerintah, swasta, dan stakeholders perlu memastikan bahwa seluruh anak di 34 provinsi di Indonesia memiliki akses ke pengobatan, edukasi, alat pemantauan, dan obat-obatan diabetes.

Hal ini menegaskan pentingnya akses pengobatan diabetes, yang merupakan tema utama dalam peringatan Hari Diabetes Sedunia 2021-2023 yang jatuh setiap 14 November. Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Lars Bo Larsen mengatakan, Hari Diabetes Sedunia merupakan kegiatan tahunan yang menunjukkan bahwa masih ada organisasi global, regional, dan komunitas yang mendukung upaya pengentasan diabetes. "Tahun ini, peningkatan jumlah orang dengan diabetes yang pesat menjadi peringatan mengenai pentingnya kesehatan masyarakat, terutama pada masa pandemi Covid-19," kata dia dalam keterangan tertulisnya Rabu (1/12/2021).

Menurut dia, World Diabetes Day dapat menjadi kesempatan untuk berbagi informasi mengenai pencegahan diabetes dan meminta tambahan sumber daya dan perhatian yang lebih memadai. "Kami meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesadaran diabetes dan menyediakan akses pengobatan bagi penderita di Indonesia,” kata dia.

Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia, Anand Shetty mengatakan diabetes telah menjadi beban besar dalam sistem kesehatan. Novo berkomitmen untuk bekerja sama dengan otoritas kesehatan dan mitra terkait di Indonesia untuk mencegah dan mengobati penyakit ini. "Bersama dengan Kementerian Kesehatan kami akan memperkuat upaya menyediakan pengobatan diabetes yang berkelanjutan di Indonesia dengan memberikan diagnosis dini dan pengendalian yang optimal,” ujar dia.

Anand Shetty mengatakan Novo Nordisk Indonesia ingin menjangkau sebanyak mungkin orang dengan diabetes di Indonesia melakukan berbagai kampanye dan edukasi mengenai diabetes, bergabung dengan gerakan global Changing Diabetes in Children, menyediakan berbagai produk inovatif, dan mendukung pemerintah dalam berbagai pendekatan yang bersifat preventif. “Salah satu kolaborasi kami mendatang adalah chatbot diabetes, masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai diabetes melalui platform WhatsApp," kata dia.

Menurut International Diabetes Federation (IDF) Atlas edisi ke-10, saat ini setidaknya 1 dari 10 orang atau sebanyak 537 juta orang di dunia hidup dengan diabetes. Apabila tidak ada intervensi, angka ini diproyeksikan akan meningkat, mencapai 643 juta pada tahun 2030 dan 784 juta pada tahun 2045.

Di Indonesia, jumlah penderita diabetes terus meningkat dari 10,7 juta pada tahun 2019 menjadi 19,5 juta pada tahun 2021. Tahun ini, Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, naik dari peringkat ketujuh tahun lalu.1 Peningkatan ini sangatlah memprihatinkan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Lin Che Wei


# UAS


# Cabul


# Atribut Keagamaan


# Tes Covid-19


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kemenkominfo Percepat Pembangunan Infrastruktur Digital

Kemenkominfo Percepat Pembangunan Infrastruktur Digital

EKONOMI | 50 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings