Logo BeritaSatu

Nataru, 6 Indikator Ini Dipantau Satgas Covid-19

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:25 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Terdapat enam indikator terkait Covid-19 yang menjadi pantauan dan terus dimonitor secara berkala oleh Satgas Penanganan Covid-19 terutama persiapan menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Keenam indikator tersebut adalah kasus akif, keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit dan RSDC Wisma Atlet, kepatuhan protokol kesehatan, reproduction number (Rt) atau angka reproduksi efektif, mobilitas, dan vaksinasi.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pada konferensi pers tentang “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia” secara virtual, Kamis (2/12/2021).

“Saat ini meskipun kasus mingguan mengalami penurunan, namun jika dilihat pada kasus aktif ternyata sempat mengalami peningkatan 4 hari berturut-turut,” kata Wiku.

Disebutkan, kenaikan kasus terlihat pada tanggal 23-24 November sekitar 7.900 menjadi 8.000 kasus. Kemudian di hari berikutnya meningkat lagi kasus menjadi sekitar 8.000 dan terakhir meningkat menjadi 8.200 pada 27 November 2021.

Bahkan kasus di Pulau Jawa-Bali meningkat 6 hari berturut-turut mulai dari 23 November 2021 sebesar 3.600 kasus aktif hingga 28 November sebesar 3.800 kasus aktif.

Kemudian, terkait dengan BOR ruang isolasi di rumah sakit rujukan juga meningkat pada 2 hari terakhir dari 2,94% menjadi 3,67%. Sedangkan BOR di Wisma Atlet meningkat di November dari 1,76% menjadi 2,2%.

Wiku menegaskan, meskipun peningkatan dibilang kecil namun perlu diwaspadai karena peningkatan BOR mengindikasikan adanya kenaikan kebutuhan perawatan pada gejala sedang atau berat.

Selanjutnya, angka reproduksi efektif (Rt) masih di bawah 1, namun perlu diwaspadai bahwa Rt juga mengalami peningkatan jika dilihat dari trennya dalam 5 pekan terakhir. Indonesia mengalami peningkatan dari 0,96 menjadi 0,98.

“Peningkatan serupa juga dialami pada Rt di tingkat pulau. Di mana hampir semua pulau mengalami peningkatan kecuali Maluku yang mengalami penurunan dan Nusa Tenggara dengan nilai Rt tidak berubah,” terangnya.

Dikatakannya, Rt ditingkat pulau juga berkisar antara 0,95 hingga 0,99 dan angka ini sudah mendekati 1. Selanjutnya, Wiku mengatakan, salah satu indikator yang juga penting, adalah mobilitas penduduk. Data menunjukan bahwa mobilitas menggunakan kereta api mengalami kenaikan 5 kali lipat dalam 5 bulan terakhir.

Jumlah perjalanan kereta api pada Juli 2021 lalu sekitar 100.000. Sedangkan pada November 2021 meningkat hampir mencapai 600.000. Mobilitas menggunakan pesawat terbang juga meningkat 350 % dalam 5 bulan terakhir.

“Jumlah perjalanan pesawat pada Juli 350.000, sedangkan November meningkat sekitar 1,6 juta,” terangnya.

Menurut Wiku, idealnya peningkatan aktivitas juga diikuti peningkatan kepatuhan prokes. Namun data menunjukkan sebaliknya. Dalam pekan terakhir cakupan desa/kelurahan yang patuh memakai masker dan jaga jarak mengalami penurunan.

Adapun cakupan desa/kelurahan patuh memakai masker turun dari 76,42% menjadi 74,91%. Sedangkan menjaga jarak turun dari 78,60% menjadi 77,69%. Selain itu, jumlah laporan desa yang dipantau juga terus menurun dari sekitar 21.000 desa/kelurahan pada Juli menjadi hanya 9.000 pada pekan ini.

“Ini menunjukan pengawasan dan pelaporan prokes sudah mulai longgar,” ucapnya.

Sementara terkait cakupan dan laju vaksinasi. Wiku menuturkan, berdasarkan data menunjukan terjadi penurunan pada jumlah suntikan harian selama 4 pekan terakhir.

“Capaian dosis 1 vaksin memang sudah hampir 70%, namun dosis kedua baru mencapai 45% sehingga harus terus dikejar,” kata Wiku.

Untuk itu, Wiku mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 karena negara dengan cakupan dosis kedua yang tinggi, kasus Covid-19 masih cukup tinggi. “Jadi target kita meningkatkan terus dosis kedua agar memproteksi masyarakat dengan maksimal,” ucapnya.

Ia menuturkan, adanya perbandingan terbalik antara kenaikan kasus dan upaya preventif di lapangan perlu menjadi refleksi bersama untuk kembali waspada. Dalam hal ini, setiap lapisan masyarakat harus siaga menggerakan seluruh upaya untuk mencegah dan mengantisipasi kenaikan kasus.

“Kepada seluruh pemerintah daerah dimohon untuk memonitor penerapan protokol kesehatan dan cakupan vaksinasi di daerahnya masing-masing dan sekitarnya,” ucapnya.

Wiku juga mengimbau masyarakat bahwa kondisi kasus yang saat ini cukup terkendali bukanlah alasan untuk mengabaikan prokes. Masyarakat harus mengantisipasi terjadinya penularan kasus di tengah mobilitas yang terus meningkat dan ancaman varian Omnicron hingga menerapkan prokes jauh lebih disiplin daripada sebelumnya

“Penerapan protokol kesehatan adalah cara utama kita untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita,” kata Wiku.

Ia menambahkan, perlindungan dengan vaksin menjadi hal yang sangat penting karena semakin banyak orang yang divaksin maka masyarakat semakin terlindungi. Selain itu, vaksinasi juga akan mencegah timbulnya gejala berat bagi mereka yang terinfeksi Covid-19 sehingga dapat mengurangi kebutuhan perawatan rumah sakit,.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# BRI Majalengka


# Perumahan Pantai Mutiara


# UU PPP


# UAS


# Harga CPO


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Sehari, Penemuan Dua Mayat Gegerkan Warga di Kota Bogor

Sehari, Penemuan Dua Mayat Gegerkan Warga di Kota Bogor

NEWS | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings