Logo BeritaSatu

Satgas Ingatkan Pemda Tekan Kasus Covid-19 dengan Cara Ini

Kamis, 2 Desember 2021 | 22:04 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengajak pemerintah daerah (pemda) mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 secara dini atau menekan kasus secara dini dengan kontak tracing.

Wiku menuturkan, berdasarkan situasi PPKM Jawa-Bali yang diumumkan minggu ini terlihat adanya kecenderungan transisi level PPKM kabupaten/kota dan area aglomerasi Jabodetabek dari level 1 ke level 2 yaitu pada seluruh kota di DKI Jakarta, Kota/Kabupaten Tangerang, Kota Bogor, dan Kabupaten Bekasi.

“Hasil evaluasi ini menjadi penting mengingat area Jabodetabek wilayah jantung kegiatan ekonomi nasional yang secara alamiah memiliki ritme mobilitas yang tinggi, sehingga memperbesar peluang penularan,” kata Wiku pada konferensi pers tentang “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia” secara virtual, Kamis (2/12/2021).

Untuk itu, Wiku menambahkan, selain melakukan evaluasi upaya pencegahan seperti pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) dan pengendalian mobilitas harus dilakukan upaya penilaian seperti penelusuran kontak erat atau tracing untuk segera memutus angka penularan. Dalam hal ini, melindungi kelompok rentan dan sejumlah pengetatan aktivitas masyarakat yang lebih ketat.

Wiku menyebutkan, proses penelusuran kontak erat terbagi menjadi 4 tahapan besar, yakni; Pertama, diagnosis kasus-kasus positif sebagai titik awal penelusuran kontak erat.

Kedua, melakukan identifikasi melalui wawancara oleh tracer kepada kasus positif Covid-19 melalui upaya mengingatkan kembali siapa saja yang pernah berinteraksi setidaknya selama 15 menit sejak 2 hari sebelum dan 14 hari sesudah gejala muncul.

Ketiga, upaya menghubungi daftar orang hasil tracing untuk diberikan informasi terkait karantina yakni tentang durasi karantina, gejala-gejala yang harus diwaspadai dan waktu melakukan pemeriksaan Covid-19.

Keempat, mengulangi kembali tahap pertama jika ditemukan kasus positif dari daftar kontak erat yang telah dihubungi.

“Pada prinsipnya metode penelusuran kontak erat yang ideal ialah yang menyesuaikan level transmisi daerah setempat termasuk siap dan tanggap menghadapi peningkatan laju penularan Covid-19 yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang,” ucapnya.

Wiku menyebutkan, WHO mengategorisasi level transmisi virus Covid-19 menjadi 4 skenario. Pertama, skenario berkaitan dengan kondisi tidak ada kasus.

Kedua, kasus sporadis atau kemunculan suatu penyakit akan terjadi pada suatu daerah.

Ketiga, kondisi kemunculan kasus yang berkelompok pada tempat atau waktu tertentu yang dicurigai memiliki jumlah kasus yang lebih besar daripada yang diamati.

Keempat, transmisi komunitas atau kondisi penularan antar penduduk dalam satu wilayah yang sumber penularannya berasal dari dalam wilayah itu sendiri yang terdiri dari tingkat 1 sampai 4.

“Saat ini Indonesia secara nasional berada di suatu transmisi komunitas tingkat satu, sehingga rekomendasi penetapan aturan kontak yang dilakukan adalah menentukan rasio upaya penelusuran kontak,” ucapnya.

Wiku menyebutkan, Badan Otoritas Kesehatan negara setempat dapat mempertimbangkan orang yang berinteraksi dengan kasus positif dalam durasi yang panjang atau kondisi tempat yang ramai seperti kerumunan.

“Instruksi ini perlu ditindaklanjutkan dari Inmendagri kepada pemerintah daerah khususnya ditingkat kabupaten/kota untuk melakukan penelusuran kontak kepada 15 kontak erat karena satu kasus,” ucapnya.

Menurut Wiku, Inmendagri tersebut menjadi salah satu penguatan itikad pemerintah dalam pengendalian situasi Covid-19. Untuk itu, ia menuturkan diperlukan partisipasi terhadap surveilans Covid-19 seperti entry test untuk melakukan karantina atau exit test melihat virus teridentifikasi selama masa inkubasi.

“Jika negatif maka pasien dianggap selesai karantina dan jika mendapat hasil positif dari dua tes diagnostik yang dilakukan maka kontak erat wajib dilakukan isolasi,” ucapnya.

“Tolong pemda memantau data kontak erat di daerah masing-masing melalui dashboard Kementerian Kesehatan yaitu vaksin.kemkes.go.id,” tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hadiah Kursi Roda dari Puan Bahagiakan Ibu dari Anak Penderita Polio

Petani bunga di Badung, Bali, Ni Ketut Ratko sangat gembira menerima bantuan kursi roda untuk anaknya yang menderita polio.

NEWS | 30 September 2022

DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

Pemprov DKI Jakarta mengatakan, pembangunan rusun (rumah susun) di Pulau G kemungkinan akan dilakukan oleh pihak swasta.

NEWS | 30 September 2022

Ali Ibrahim Undang Presiden Jokowi Buka Sail Tidore 2022

Ali Ibrahim mengundang dan meminta secara khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir dan membuka acara Puncak Sail Tidore pada November 2022.

NEWS | 29 September 2022

DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi

DPR siap menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G-20 Parliamentary Speaker Summit (P-20) yang akan diselenggarakan pekan depan.

NEWS | 29 September 2022

UBK Kerja Sama dengan Persatuan Alumni GMNI

UBK melakukan kerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

NEWS | 29 September 2022

Moeldoko Dorong Swasta Terlibat Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendorong keterlibatan pihak swasta dalam percepatan vaksinasi Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Komnas HAM Harap Jaksa Maksimal Dakwa Ferdy Sambo Cs

Komnas HAM berharap jaksa bisa menyusun dakwaan terhadap para tersangka secara maksimal.

NEWS | 29 September 2022

Peraturan Menkumham, Masa Berlaku Paspor Menjadi 10 Tahun

Masa berlaku paspor dari semula lima tahun diubah menjadi 10 tahun. Hal ini diatur dalam Peraturan Menkumham Nomor 18 Tahun 2022.

NEWS | 29 September 2022

Polri Kirim Surat Pemecatan Ferdy Sambo ke Sekmil Presiden

Polri telah mengirim berkas putusan pemecatan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ke Sekretariat Militer (Sekmil) Presiden.

NEWS | 29 September 2022

Soal Mobil Dinas Listrik, Pemprov DKI Punya 2 Pilihan

Pemprov DKI akan melakukan 2 pilihan terkait mobil dinas listrik. Dua pilihan itu, adalah memodifikasi kendaraan dinas lama dan membeli mobil listrik.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

NEWS | 1 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings