Logo BeritaSatu

Kemenkes Tegaskan Tak Batalkan Vaksin Covid-19 Lainnya

Jumat, 3 Desember 2021 | 09:00 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan tidak akan membatalkan penggunaan jenis vaksin Covid-19 lainnya untuk program vaksinasi nasional melawan virus corona, meski masyarakat lebih menyukai vaksin Sinovac untuk disuntikkan ke tubuhnya. Masyarakat lebih memilih vaksin Sinovac karena adanya kekhawatiran pada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) terhadap vaksin lain atau vaksin non-Sinovac.

"Sesuai dengan rencana dan ketersediaan vaksin dari produsen, saat ini pasokan vaksin akan lebih banyak non-Sinovac. Jadi tidak membatalkan jenis vaksin lain," tegas Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi ketika dihubungi Beritasatu.com, Kamis (2/12/2021).

Sebelumnya, pada dialog bertajuk “Kasus Turun Percepatan Vaksinasi Terus Berjalan” secara daring, Rabu (1/12/2021), Nadia mengatakan cakupan vaksin non-Sinovac rendah karena masyarakat takut mengalami KIPI. Kata Nadia, hanya ada 13 kabupaten/kota yang menggunakan vaksin non-Sinovac yang lebih dari 50%.

Kondisi ini menyebabkan hampir 2 atau 3 minggu ini, laju penyuntikan vaksinasi Covid-19 menurun karena banyak daerah enggan untuk menggunakan vaksin lain. Semua daerah memilih menunggu kedatangan vaksin Sinovac ketimbang menggunakan merek vaksin lain.

Terkait hal itu, Nadia menegaskan, seluruh jenis merek vaksin Covid-19 yang sudah masuk ke Indonesia adalah aman untuk digunakan, baik Sinovac maupun non-Sinovac.

"Ini sebagai langkah pemerintah agar masyarakat mau divaksinasi (dengan jenis vaksin) non-Sinovac. Kita mengedukasi masyarakat bahwa seluruh jenis merek vaksin aman, baik Sinovac maupun non-Sinovac. Semua itu sama," tegas Nadia.

Untuk itu, kata Nadia, pemerintah pusat mendorong pemerintah kabupaten/kota di Indonesia untuk tetap memberikan vaksinasi apapun jenis vaksinnya.

Dikatakan Nadia, berdasarkan peta penyediaan vaksin untuk semester kedua ini, Indonesia memiliki lebih banyak vaksin yang bukan vaksin Sinovac. Pasalnya, vaksin Sinovac sudah banyak digunakan pada semester pertama yang mana saat ini vaksin lain seperti Pfizer, Moderna, Astrazeneca serta lainnya belum bisa mensuplai secara penuh kebutuhan Indonesia.

Berdasarkan data Bio Farma per 1 Desember 2021, ini jumlah stok vaksin yang ada di Indonesia :
1. Sinovac (CoronaVac) tersedia 13.011.864 dosis
2. AstraZeneca tersedia 9.908.070
3. Pfizer tersedia 3.699.324
4. Moderna tersedia 2.297.960
5. Bio Farma tersedia 12.490
6. Janssen (Johnson & Johnson) tersedia 2.905
Total keseluruhan saat ini berjumlah 28.932.613 dosis vaksin dari 6 jenis.

Sementara yang vaksin siap dikirim ke daerah adalah CoronaVac sebanyak 1.375.820, Pfizer 115.830 dan Astrazeneca 2.120.

Oleh karena itu, Nadia berharap seluruh pemerintah kabupaten/kota bisa melakukan percepatan vaksinasi dengan menggunakan vaksin apapun selain Sinovac yang telah disuplai saat ini, sehingga dapat terbentuk daya tahan untuk melawan virus corona dengan berbagai variannya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rumor Kudeta Presiden Tiongkok Xi Jinping Hebohkan Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan rumor kudeta Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Beijing. Xi Jinping telah dimasukkan ke dalam tahanan rumah

NEWS | 25 September 2022

DPR: Shadow Team Nadiem Rendahkan SDM Kemendikbudristek

Shadow team yang diungkapkan Mendikbudristek Nadiem Makarim di forum PBB adalah merendahkan SDM Kemendikbudristek.

NEWS | 24 September 2022

Polisi Amankan Terduga Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Makassar

Polrestabes Makassar mengamankan empat terduga pelaku pengeroyokan siswi SMP berinisial LA (14). Keempat terduga merupakan rekan kelas korban.

NEWS | 24 September 2022

Masih Banyak Warga di Bantaran yang Buang Sampah ke Sungai

Salah satu penyebab masyarakat di Bekasi membuang sampah ke sungai karena masih rendahnya kesadaran mereka akan kebersihan.

NEWS | 24 September 2022

Puan Maharani Ungkap Tujuannya Bertemu Sejumlah Elite Parpol

Ketua DPR yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mengungkapkan tujuannya melakukan safari politik dan bertemu sejumlah elite parpol. 

NEWS | 24 September 2022

Career Day Mudahkan Masyarakat Cari Kerja di Tengah Pemulihan Ekonomi

Career Day tidak hanya memberikan kemudahan bagi alumni Universitas Bakrie yang hendak mencari kerja, tetapi juga untuk masyarakat umum.

NEWS | 24 September 2022

Kasus dan Kematian Covid-19 Jakarta sampai 24 September 2022

Infografik tentang data kasus dan jumlah kematian Covid-19 Jakarta sampai tanggal 24 September 2022.

NEWS | 24 September 2022

Kenang Prof Samekto Wibowo, Rektor UGM: Beliau Guru Saya

Rektor UGM Yogyakarta Prof dr Ova Emilia mengenang sosok Prof Samekto Wibowo yang meninggal dunia usai terseret ombak di Pantai Pulang Sawal, Gunungkidul.

NEWS | 24 September 2022

Guru Besar UGM yang Terseret Ombak Seorang Dokter Spesialis Neurologi

Guru besar UGM yang meninggal karena terseret ombak, Samekto Wibowo, merupakan dokter spesialis neurologi.

NEWS | 24 September 2022

Jumlah Penerima Vaksin Covid-19 sampai 24 September 2022

Infografik tentang data jumlah penerima vaksin Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 24 September 2022.

NEWS | 24 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rumor Kudeta Presiden Tiongkok Xi Jinping Hebohkan Media Sosial

Rumor Kudeta Presiden Tiongkok Xi Jinping Hebohkan Media Sosial

NEWS | 45 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings