Logo BeritaSatu

Presiden: Jangan Remehkan Efek Samping Pandemi

Jumat, 3 Desember 2021 | 11:03 WIB
Oleh : Novy Lumanauw, Lenny Tristia Tambun / JEM

Nusa Dua, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah agar berhati-hati dalam penanganan pandemi Covid-19.

Kehati-hatian diperlukan karena efek pandemi dapat terjadi di berbagai bidang, mulai dari keamanan dan ketertiban masyarakat, kelangkaan energi, kelangkaan kontainer, kenaikan inflasi yang tidak terkendali, hingga kenaikan biaya di tingkat produsen.

"Efek pandemi ini larinya ke mana-mana. Dan, pada suatu titik bisa lari ke keamanan, ketertiban masyarakat kalau kita tidak bisa mengendalikan yang namanya Covid," kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada jajaran Kepala Kesatuan Wilayah Tahun 2021 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (3/12/2021).

Hadir mendampingi Presiden Jokowi, di antaranya Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo

Presiden mengatakan, pandemi juga berefek kepada kelangkaan energi di beberapa negara. "Sudah terjadi. Pandemi juga berefek kepada langkanya kontainer. Hati-hati, langkanya kontainer artinya distribusi barang ke sebuah negara, ke sebuah pulau, ke sebuah kota, ke sebuah provinsi bisa terganggu," ujarnya.

Ia mengingatkan kepada seluruh jajaran pemerintahan agar tidak menganggap remeh hal-hal seperti itu.

"Pandemi juga berdampak pada inflasi yang naik, yang artinya masyarakat membeli sesuatu yang biasanya 10 menjadi 15. Yang biasanya 10 menjadi 12. Menjadi mahal," katanya.

Menurut Presiden Jokowi, jajaran TNI dan Polri wajib mengetahui tentang pola penanganan pandemi dan efeknya terhadap berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Dikatakan Presiden, pandemi juga berdampak pada kenaikan harga produsen. "Artinya biaya di produksi, di pabrik, di manufaktur, di industri naik. Kelihatannya tidak berdampak apa-apa karena kenaikan biaya produsen. Hati-hati. Kalau biaya di produsen naik, harga di konsumen juga akan naik. Masyarakat akan berat untuk membeli sesuatu," jelas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Alasan Golkar Jadi Partai Paling Populer di Pemilih Muda

Sosok Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan sejumlah program kaum muda membuat Partai Golkar meraih popularitas tertinggi di kalangan pemilih muda.

NEWS | 27 September 2022

Topan Super Noru Menuju Vietnam, 200.000 Warga Berlidung di Penampungan

Lebih dari 200.000 orang di Vietnam berlindung di tempat penampungan Selasa (27/9/2022), ketika Topan Super Noru meluncur menuju pantai tengahnya

NEWS | 27 September 2022

Kemenkes Minta Masyarakat Batasi Konsumsi Gula Berlebih

Kemenkes meminta masyarakat mewaspadai konsumsi gula apalagi sampai berlebih, karena berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan 

NEWS | 27 September 2022

Kasus Minyak Goreng, Terdakwa Bantah Beri Uang untuk Pengaruhi Kemendag

Terdakwa kasus minyak goreng Master Parulian Tumanggor membantah memberikan uang agar PT Wilmar Nabati Group mendapatkan perizinan dari Kemendag.

NEWS | 27 September 2022

Menpora Yakin PBSI Bisa Atasi Kisruh Antara Kevin dengan Herry IP

Menpora yakin PBSI dapat mengatasi kisruh antara pemain ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo dan pelatihnya Herry Iman Pierngadi.

NEWS | 27 September 2022

P2G Desak Pemerintah Beri Afirmasi kepada 1,6 Juta Guru

P2G mendesak Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memberikan afirmasi kepada 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru.

NEWS | 27 September 2022

Ternyata, Ini Isi Koper Mencurigakan di Depan Polda Metro Jaya

Polisi memastikan koper mencurigakan di kawasan depan Polda Metro Jaya bukan berisi benda berbahaya. Ternyata, koper itu milik anggota polisi berisi pakaian.

NEWS | 27 September 2022

Anies Capres, Ini Cawapres dari PKS, Demokrat, dan Nasdem

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal diusung sebagai capres di Pilpres 2024 oleh koalisi Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS

NEWS | 27 September 2022

Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa KPK menuntut Hakim Itong Isnaeni Hidayat, hakim nonaktif PN Surabaya dihukum 7 tahun penjara atas perkara dugaan suap penanganan perkara.. 

NEWS | 27 September 2022

Mantan Panglima OPM Minta Lukas Enembe Penuhi Pemeriksaan KPK

Mantan Panglima OPM Lambert Pekikir menyorot mangkirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dari pemeriksaan KPK.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Gol Dendy Bawa Timnas Indonesia Kembali Kalahkan Curacao

Gol Dendy Bawa Timnas Indonesia Kembali Kalahkan Curacao

BOLA | 15 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings