FKM UI: Pemerintah Perlu Buat Sentra Layanan Penyintas Covid
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

FKM UI: Pemerintah Perlu Buat Sentra Layanan Penyintas Covid

Senin, 6 Desember 2021 | 16:59 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) berharap pemerintah membentuk sentra pelayanan dan pemulihan bagi penyintas Covid-19.

Hal ini perlu agar penyintas Covid-19 tidak khawatir kesehatannya terganggu kembali oleh penyakit tersebut. Pasalnya, lebih dari 20% pasien Covid-19 yang telah sembuh mengaku masih terganggu khususnya efek psikis. Hal itu terungkap dalam seminar yang digelar FKM UI bertajuk "One-Stop Service untuk Penyintas Covid-19: Sentra Pelayanan Pemulihan merupakan Solusi" yang diselenggarakan belum lama ini.

Koordinator Layanan 24 Jam Puskesmas Setiabudi Jakarta, dr Reynaldi Fattah Zakaria, mengungkapkan bahwa selama pandemi Covid-19, Puskesmas Setiabudi telah aktif melakukan upaya promotif, preventif, dan kuratif bagi penderita Covid-19. Upaya tersebut dilakukan baik secara tatap muka maupun melalui telemedisin.

"Namun, untuk penyintas Covid-19, belum ada suatu arahan jelas dalam pelayanannya sehingga saat ini penanganan pasien penyintas Covid-19 hanya terbatas untuk menangani gejalanya, padahal perlu dilakukan tindakan preventif dan tidak hanya kuratif karena untuk mengantisipasi terjadinya penyakit kronis. Oleh sebab itu, kami berharap agar para penyintas Covid-19 yang mengalami gejala long Covid dapat menerima pelayanan yang holistik, longitudinal dalam perawatan primer, layanan rehabilitasi multidisiplin, serta terbentuknya suatu regulasi yang jelas," tutur Reynaldi.

Senada dengan Reynaldi, Juni Simorangkir selaku Founder Komunitas CSI menyebut kesempatan ini menyampaikan bahwa para penyintas masih sering mengalami gejala Covid-19 walaupun sudah lebih dari 20 bulan dinyatakan sembuh.

"Masalah penyintas Covid-19 pun tidak hanya seputar kesehatan namun juga ada dampak sosial dan ekonomi. Ada juga masalah diskriminasi baik antara sesama penyintas Covid-19 maupun dari keluarga. Hal ini menjadi perhatian bagi fasilitator pelayanan kesehatan karena bukan tidak mungkin kualitas hidup para penyintas tersebut akan menurun dan tidak menutup kemungkinan juga dapat memburuk kembali," lanjutnya.

"Oleh sebab itu, kita berharap bahwa agar tercipta pelayanan kesehatan yang baik untuk penyintas Covid-19 perlu dilakukan upaya 3R yaitu Recognition, memberikan validasi terhadap keluhan yang dialami oleh penyintas dan tidak bersikap skeptis. Selain itu pemerintah juga perlu menyediakan jaminan pelayanan kesehatan terpadu gratis dengan alur yang jelas dan berpihak pada pasien termasuk patient registry yang baik, dan yang ketiga Research yaitu mengadakan penelitian/studi komprehensif terhadap mereka yang pernah terkena Covid-19 di Indonesia," lanjutnya.

Sementara itu Prof dr Menaldi Rasmin SpP (K) yang merupakan dokter ahli paru di RSUP Persahabatan juga memberikan suatu gagasan dan inisiasi bahwa untuk penanganan long covid, atau juga dikenal dengan sindrom pasca Covid-19, perlu digalakkan suatu sentra layanan pemulihan yang dapat dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Diharapkan sentra layanan tersebut dapat melayani para penyintas Covid-19 untuk dilakukan screening mengenai keluhan atau gejala sisa yang masih ada, baik keluhan secara fisik maupun psikis. Perlu adanya kolaborasi pelayanan dari psikolog bersama dokter di pelayanan primer," ujarnya.

FKM UI juga mendukung baik upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan bagi penyintas Covid-19.

"FKM UI juga telah melakukan upaya kesehatan masyarakat untuk penyintas Covid-19 dimulai dari tahap pertama yaitu dilakukannya survei dan penelitian kualitatif untuk mengetahui infografis penyintas Covid-19 dan tahap kedua yaitu diadakannya sesi seminar online yang dijadikan sebagai media diskusi bagi para perwakilan dari stakeholder untuk pelayanan Long Covid," kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof Dr dr Adik Wibowo, MPH.

"Dan kemudian tahap ketiga akan dikaji dari hasil seminar untuk bahan penelitian yang selanjutnya akan menjadi proposal untuk membuat suatu strategi, agar dapat memberikan solusi serta terwujudnya pelayanan bagi para penyintas Covid-19," papar Adik.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 Naik, Asesmen Level PPKM Ikuti Aturan Berlaku

Asesmen level PPKM tetap mengikuti aturan yang berlaku meski kasus Covid-19 terus menunjukkan kenaikan.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menkes: Air Kemasan Galon Polikarbonat Aman

Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan, air kemasan galon guna ulang aman untuk digunakan, baik oleh anak-anak dan ibu hamil.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Studi: Dua Pertiga Kasus Omicron di Inggris adalah Infeksi Ulang

Satu studi di Inggris menemukan lebih dari dua pertiga orang yang dites positif Covid-19 sudah pernah terinfeksi sebelumnya.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Satgas: Peningkatan Kasus Covid-19 Dipicu Penularan Omicron yang Sangat Cepat

Menurut Alexander Ginting, penularan Omicron yang sangat cepat inilah yang menjadi penyebab utama kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Dokter Paru: Batuk dan Gatal Tenggorokan Gejala Umum Omicron

Gejala umum yang ditemukan pada pasien Covid-19 varian Omicron berupa batuk dan gatal tenggorokan

KESEHATAN | 27 Januari 2022


BOR DKI Capai 45%, DPR: Perbanyak Tempat Isolasi Terpusat

Charles Honoris meminta pemerintah untuk segera memperbanyak tempat isolasi terpusat untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 varian Omicron di Jakarta.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Menteri Kesehatan: Kebijakan PTM Disesuaikan Level PPKM

Menteri Kesehatan menyatakan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) disesuaikan dengan level PPKM yang berlaku pada masing-masing daerah.

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Wiku: Perlu Strategi Mitigasi untuk Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak

Perlu kebijakan khusus yakni strategi mitigasi bagi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebagai penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Indonesia

KESEHATAN | 27 Januari 2022

Tegur Pemda, Satgas Minta Prokes Masyarakat Dipantau

Satgas Covid-19 menegur dan meminta pemerintah daerah (pemda) kembali meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes)

KESEHATAN | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Kalah oleh Filipina, Indonesia Tersingkir dari Piala Asia Wanita

Kalah oleh Filipina, Indonesia Tersingkir dari Piala Asia Wanita

BOLA | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings