Logo BeritaSatu

Deteksi Dini Bisa Selamatkan Nyawa Pasien Kanker Prostat

Selasa, 7 Desember 2021 | 20:34 WIB
Oleh : Heru Andriyanto, Indah Handayani / HA

Beritasatu.com – Deteksi dini kanker prostat sangat penting dan bisa menyelamatkan nyawa pasien jika dilakukan secepatnya, menurut para dokter dan penyintas kanker.

Setidaknya, pelajaran itu dialami oleh pensiunan teknisi di marinir Singapura, Victor Tay (68), yang baru tahu bahwa dia mengidap kanker prostat setelah menjalani pemeriksaan pada 2016.

Pada stadium dini, kanker ini sering tidak menunjukkan gejala apa pun, sehingga Tay berasumsi bahwa dia baik-baik saja, apalagi dia juga rutin jogging dan berenang.

Tay juga tidak berniat menjalani pemeriksaan pada 2016, sampai akhirnya membaca artikel The Straits Times soal pemeriksaan gratis di wilayah tinggalnya.

"Saya dulu mengira kalau saya sehat-sehat saja dan tidak akan ada yang terjadi," ungkap ayah dua anak itu.

"Pertama kali saya menyadari kondisi yang sebenarnya, saya tidak paham apa yang terjadi, tingkat keparahan penyakit ini, atau bagaimana mengobatinya,” imbuhnya.

Pada akhir 2017, Tay dinyatakan sudah bebas dari kanker setelah menjalani terapi hormon dan pembedahan. Sekarang dia rutin melakukan jalan kaki jarak jauh dan berenang empat kali sepekan.

Dia juga menjadi anggota Walnut Warriors, kelompok dukungan bagi para pria pengidap kanker prostat yang merupakan bagian dari Singapore Cancer Society, dan mendesak mereka yang sebaya dengannya untuk rutin menjalani pemeriksaan.

"Jika saya tidak membaca artikel tersebut, mungkin akan cukup berisiko bagi saya," ujarnya.

Kanker prostat menyerang kelenjar prostat yang terdapat di sistem reproduksi laki-laki. Di Singapura, jumlah kasus kanker prostat berada di peringkat dua setelah kanker usus untuk penyakit kaum pria, menurut data Singapore Cancer Registry Annual Report tahun 2018.

Pada tahap awal, kanker prostat tidak menunjukkan gejala. Ketika pengidap mulai mengalami kencing darah atau frekuensi kencing yang meningkat, kanker tersebut mungkin sudah menyebar keluar dari kelenjar prostat, kata Ravindran Kanesvaran, associate professor di Sekolah Kedokteran Duke-National University of Singapore.

Dia juga wakil ketua dan konsultan senior bidang onkologi di National Cancer Centre.

"Gejala kanker prostat umumnya muncul di tahap berikutnya ketika tumor mulai berkembang dan mempersempit urethra atau lubang urine dan menyebar ke organ-organ tubuh lainnya," jelasnya.

Dia menambahkan deteksi dini akan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Dengan demikian, pemeriksaan kanker prostat sangat penting khususnya bagi pria berusia di atas 50 tahun.

Para dokter merekomendasikan deteksi lebih dini bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga pengidap kanker prostat untuk laki-laki dan kanker payudara untuk perempuan.

Metode tes dan pengobatan
Seperti banyak pasien kanker prostat lainnya, kondisi Tay diketahui lewat tes darah yang menunjukkan bahwa dia memiliki kadar prostate-specific antigen (PSA) yang makin meningkat. Kadar antigen yang lebih tinggi ditemukan pada pria penderita kanker prostat.

Tes berikutnya adalah magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengetahui tingkat sebaran kanker dan biopsi untuk memeriksa jaringan kelenjar, yang membantu dokter dan Tay memutuskan cara pengobatan paling sesuai.

Kanesvaran mengatakan ada beragam pilihan pengobatan berdasarkan usia pasien, stadium kanker, dan riwayat kesehatan yang bersangkutan.

Pria yang mengalami kanker prostat stadium dini tanpa gejala boleh memilih untuk rutin diperiksa dokter dengan tes MRI dan PSA, dan mungkin tidak butuh pengobatan kecuali hasil pemeriksaan mensyaratkan lain.

"Bagi pasien yang kondisinya bagus, kanker ini kecil saja dan bisa dengan mudah dibuang dengan operasi. Dokter mungkin merekomendasikan prostatectomy untuk membuang prostat dan sejumlah jaringan di sekitarnya," kata Kanesvaran.

Operasi bedah bisa jadi menimbulkan efek jangka panjang bagi sejumlah pasien, termasuk mengompol atau kebocoran urine, dan gangguan ereksi.

Opsi pengobatan kanker prostat lainnya adalah radiotherapy. Di samping itu bisa juga ditambahkan terapi hormon untuk meningkatkan hasilnya, kata Dr Jonathan Teh, onkologis radiasi di Asian Alliance Radiation & Oncology.

"Kanker prostat stadium IV tidak akan dioperasi karena kankernya sudah menyebar keluar dari area prostat. Penanganan mendasar untuk stadium IV adalah dengan injeksi androgen deprivation therapy," jelasnya.

Androgen deprivation therapy (ADT) mengurangi jumlah hormon seksual pria atau androgen di dalam tubuh, karena hormon ini meningkatkan pertumbuhan sel kanker prostat. Kemungkinan efek sampingnya adalah hot flushes atau rasa panas di bagian atas tubuh seperti wajah, leher dan dada, penurunan gairah seksual, kelelahan, dan penurunan berat badan.

Eddie Low (63), memilih radiotherapy untuk mengatasi kanker prostat yang diidapnya. Dia didiagnosa pada 2018, setahun setelah dia juga dinyatakan mengidap kanker paru-paru dan kanker hati.

Berkat deteksi kanker prostat yang lebih dini melalui tes PSA, dia lebih mampu mengatur perawatan yang dijalani sesuai kondisinya.

"Diagnosa awal memberi perbedaan," kata Low, yang telah pensiun dari pekerjaannya agar bisa fokus merawat kesehatan. Namun, dia berharap bisa cepat kembali bekerja.

Clarence Heng (66), memilih menjalani operasi pada Januari 2016, setelah beberapa bulan sebelumnya didiagnosa mengidap kanker prostat.

"Saya tipe orang yang suka bergegas, jadi saya memilih ‘ayo lakukan’ dan membuangnya," ujar Heng, pensiunan dari sebuah perusahaan multinasional.

Sebelumnya pada 2013, dia sudah diingatkan soal risiko kanker prostat saat menjalani pemeriksaan kesehatan yang digelar perusahaan. Dia merekomendasikan para pria untuk meluangkan waktu menjalani pemeriksaan seperti ini.

Heng juga menjadi sukarelawan di Walnut Warriors, Singapore Cancer Society, dan menjadi pendengar setia untuk Tay saat rekannya itu menjalani proses pemulihan.

Tay merasa sangat terbantu dengan adanya teman bicara yang pernah mengalami hal yang sama dan memahami tantangan mental dan fisik yang mereka hadapi.

Dia mengenang saat pertama kali mendengar hasil diagnosa.

"Saya langsung dicekam ketakutan dan pikiran yang tidak-tidak. Untuk pertama kali, saya dihadapkan pada pertanyaan seperti: 'apa saya bakal mati?'" kata Tay.

Heng juga merasakan takut setelah diberi tahu hasil diagnosa.

"Namun, setelah itu Anda kembali tenang dan berinteraksi aktif dengan dokter," kenangnya.

Dia secara terbuka bicara soal dampak pasca-operasi, seperti mengompol. Namun sembilan bulan setelah operasi dia berwisata ke Tiongkok untuk merayakan kesembuhan. Dia menyimpan foto-foto perjalanan itu di album khusus.

"Saya sangat bersyukur. Jika Anda tahu lebih cepat, Anda akan dirawat lebih cepat dan sembuh lebih cepat,” kata Heng.

Apa itu kanker prostat?
Kanker prostat merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam kelenjar prostat dan menyerang segala usia. Penyakit ini kerap menjadi silent killer bagi para pria karena terkadang penderitanya tidak mengalami gejala apapun. Gejala baru akan dirasakan ketika kanker sudah memasuki stadium akhir.

Dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dr Marto Sugiono SpU mengatakan, penyakit ini perlu diwaspadai karena prevalensi penderita kanker prostat di Indonesia cukup tinggi yakni 11 dari 100.000 dan menjadi salah satu penyebab kematian pada pria.

Gejala baru dirasakan ketika kanker sudah memasuki stadium akhir sehingga seringkali kanker prostat disebut sebagai silent killer. Maka itu, penting bagi siapapun terutama pria untuk lebih berhati-hati terutama jika memiliki faktor risiko tertentu antara lain riwayat keluarga, ras, dan usia.

"Tidak hanya itu, bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga perempuan, yaitu kakak atau adik perempuan, menderita kanker payudara juga harus waspada. Karena, hal ini akan meningkatkan resiko kanker prostat sebanyak dua sampai tiga kali,” kata dr Marto.

Menurutnya, salah satu cara menghindari kanker prostat selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini adalah melakukan deteksi dini.

Dengan pemeriksaan rutin atau setahun sekali, terutama pada para pria yang berusia di atas 50 tahun.

Pemeriksaan rutin kanker prostat di Siloam bisa melalui prosedur pemeriksaan PSA dalam darah yang dilanjutkan dengan pemeriksaan digital rectal exam (DRE) atau lebih dikenal dengan istilah colok dubur.

"Jika kadar PSA tinggi dan prostat membesar, pasien perlu perhatian lebih karena dicurigai kanker prostat. Untuk diagnosis lebih pasti, biasanya akan dilengkapi pemeriksaan biopsi untuk mengetahui kanker atau tidak,” jelas dr Marto.

Dr Marto menambahkan rangkaian pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi secara akurat dan tepat keberadaan sel kanker prostat sehingga pertumbuhan sel kanker dapat diketahui lebih dini dan tidak menyebar semakin luas.

"Jika ditemukan dalam stadium dini akan semakin mudah disembuhkan dan harapan hidupnya pun semakin meningkat, bahkan bisa melebihi 10 tahun. Jadi lebih dini ditemukan menjadi lebih baik, dibandingkan dengan mereka yang sudah pada stadium lanjut,” paparnya.

Dalam penanganan kanker prostat, lanjut dia, SHKJ tidak hanya menyediakan layanan pencegahan berupa skrining kanker prostat tapi juga dalam hal pengobatan.

Siloam Hospitals Kebon Jeruk melalui layanan kemoterapi komprehensif dan profesional, siap membantu perawatan para pasien kanker prostat yang membutuhkan tindakan medis hingga pemulihan.

Dengan dibukanya layanan kemoterapi ini, diharapkan dapat berperan dalam mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker sekaligus memberikan pengobatan optimal bagi pasien kanker prostat maupun kasus kanker lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: The Straits Times, Beritasatu

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Adik Jokowi Menikah


# Yeremia Rambitan


# Joe Biden


# Alex Noerdin


# KRL


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jika Jadi Cawapres, Elektabilitas AHY Dinilai Lumayan

Jika Jadi Cawapres, Elektabilitas AHY Dinilai Lumayan

NEWS | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings